Rabu, 31 Desember 2014



PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM

Tulisan  kali ini akan saya awali dengan kisah seorang laki-laki yang menghadap Umar bin Khatab. Laki-laki mlaporkan tingkah laku anaknya yang telah durhaka kepadanya. Kemudian Umar memanggil anak laki-laki tersebut dan menanyakan kenapa sampai anak tersebut tidak menunaiakan kewajiban terhadap orang tuanya (yang merupakan hak ayahnya)? Si anak menjawab karena sebelumnya sang ayah juga tidak menunaikan kewajiban ayah kepada anaknya (yang merupaka hak anak) lalu apa hak anak yang harus ditunaikan oleh orang tua????

Dalam kitab minhajul muslim yang ditulis oleh Abu bakar al jazairidikatakan bahwa hak anak yang harus ditunaikan oleh orang tuanya adalah Memilihkan ibu yang baik, memberi nama yang baik, menyembelihkan aqiqah atas namanya pada hari ketujuh kelahirannya, mengkhitannya, menyayanginya, berlaku lemah lembut terhadapnya, memberinya nafkah, mendidiknya,. Yang akan kita bahas disini adalah memilihkan ibu yang baik dan mendidiknya.   
Pertumbuhan generasi suatu bangsa adalah pertama kali berada di buaian para ibu. Ini berarti seorang ibu telah mengambil jatah yang besar dalam pembentukan pribadi sebuah generasi.
Seorang ibu adalah lembaga pendidikan yang jika ia benar-benar mempersiapkan dirinya berarti ia telah mempersiapkan sebuah generasi yang benar-benar digdaya (ahmad Syauqi)
Seorang ibu adalah sekolah apabila engkau persiapkan dengan baik brarti engkau telah mempersiapkan generasi yang harum (Syair hafizh ibrahim)

Sadarkah kita bahwa madrasah utama, guru terbaik, pendidik pertama bagi seorang anak adalah ibu, keberhasilan seorang anak tidak pernah lepas dari pendidikan yang diberikan oleh ibunya, ibunya yang mengarahkannya, mengajarkannya, membimbingnya mulai dari anak masih dalam kandungan hingga anak itu tumbuh dewasa.
Beberapa kisah yang dapat kita ambil pelajaran dari peran utama seorang ibu dalam mendidik anaknya.

Kisah abdullah bin Zubair saat ia masih kecil, biasanya anak-anak bermain bersama teman-temannya. Tiba-tiba tawa riang berhenti sunyi, senyap, teman-temannya pergim trnyata Umar yang sangat berwibawa lewat, anak-anakpun takut dan mereka berhamburan pergi, lalu Umara bertanya kepada Abdullah bin Zubair, “mengapa kamu tidak ikut berlari seperti teman-temanmu? Jawab Abdullah bin Zubair “Wahai amirul mukminin aku tidak berbuat salah mengapa harus takut kepadamu. Lagipula jalan masih luas, tidak sempit, mngapa aku harus mnyingkir dan mluaskan untukmu. Umar kagum dengan keberanian anak ini, dan keberanian anak ini tidak lepas dari pendidikan sorang ibu yaitu ????? asma’ binti Abu bakar (ingat tidak siapa wanita ini?) Dia wanita pemberani yang ikut serta dalam mendukung hijrahnya Rasulullah ke Madinah.
Kisah yang lainnya adalah kisah khansa’ yang mampu mendidik empat anaknya shingga memiliki 
kbranian brjihad.
Ya, ibulah madrasah sebelum madrasah lainnya. Karena anak lenih banyak menghabiskan waktu di rumah. Bahkan pmilihan sekolah yang baik untuk sang anak tak lepas pula dari pilihan seorang ibu. Kita harus memilihkan anak yang baik bagi anak kita, baik dalam tinjauan materi pendidikan, pngajarnya, lingkungannya. Kepribadian seorang anak juga dipenngaruhi oleh lingkungan pergaulannya karena siapa yang bergaul dngan penjual minyak wangi dia akan terimbas oleh bau wanginya dan siapa yang berdekatan dengan pandai besi akan tercium asapnya. Tapi kita begitu saja menyerahkan pendidikan anak hanya di sekolah saja. Karena anak lebig banyak menerapkan teori dari pendidikan disekolah dengan dipraktekkan di rumah baik aqidah, akhlak maupun ibadah. Dan skolah mengalami libur ataukah orang tua ada waktu libur untuk membimbing anak-anaknya. Dan Karena pendidikan merupakan tanggung jawab keluarga terkhusus orang tua. Qs At tahrim:6 begitu juga dalam HR Bukhari:
ما من مو لود الا يولد على الفطرة
Tidak ada seorang anakpun yang terlahir kecuali dia dilahirkan dalam keadaan fitroh.
Sebelum seorang anak terdidik di lembaga pendidikan (sekolah) dan masyarakat, rumah dan keluargalah yang terlbih dahulu mendidiknya. Seorang anak ibarat peminjam yang dari kedua orang tuanya ia mndapatkan pinjaman perilaku. Anak akan mlihat keseharian kita sebagai contoh jadi kita jangan hanya menganjurkan untuk sholat pada waktunya, banyak belajar, tidak berbohong tapi kalau kita tidak melaksanaka apa yang kita ajarkan kepada anak kita kemungkinan kecil anjuran kita akan dilaksankan karena contoh itu 100 kali lebih berhasil dari pada anjuran.
Begitu besar tanggung jawab pendidikan anak ini tapi banyak orang tua yang mlalaikannya, sekarang banyak kita lihat kondisi anak-anak yang banyak mengalami penyimpangan karena imbas dari teknologi informasi yang berkembanng pesat, sebagai orang tua kita harus selalu mengawasi, mengarahkan anak kita, karena mereka adalah titipan yang diamanahkan di pundak kita. Qs al anfal 27
Apa yang harus kita ajarkan kpada anak kita, prinsip-prinsip pendidikan anak islami disampaikan dalam kisah Luqman al Hakim:
a. Aqidah yang kuat dan lurus Qs 31:13
b. Kesadaran akan pengawasan Allah Qs 31:16
c. Shalat, amar ma’ruf nahi munkar dan sabar Qs 31:17
d. Tidak sombong qs 31:18
e. Sederhana Qs 31:
 Apa yang dikisahkan oleh lukman al hakim tampaknya jauh lebih sdrhana dalam ukuran kita saat ini, tetapi dalam kesederhanaan itu trdapat makna yang dalam yang menjadi inti kepribadian seorang muslim. Dan ini harus kita ajarkan sejak dini, karena mendidik anak kecil itu ibarat memahat batu, harus sabar tlaten bertahap tapi bila sudah sampai insya Allah akan membekas.