PENDIDIKAN ANAK DALAM
ISLAM
Tulisan kali ini akan saya awali dengan kisah seorang
laki-laki yang menghadap Umar bin Khatab. Laki-laki mlaporkan tingkah laku
anaknya yang telah durhaka kepadanya. Kemudian Umar memanggil anak laki-laki
tersebut dan menanyakan kenapa sampai anak tersebut tidak menunaiakan kewajiban
terhadap orang tuanya (yang merupakan hak ayahnya)? Si anak menjawab karena
sebelumnya sang ayah juga tidak menunaikan kewajiban ayah kepada anaknya (yang
merupaka hak anak) lalu apa hak anak yang harus ditunaikan oleh orang tua????
Dalam kitab minhajul muslim yang
ditulis oleh Abu bakar al jazairidikatakan bahwa hak anak yang harus ditunaikan
oleh orang tuanya adalah Memilihkan ibu yang baik, memberi nama yang baik,
menyembelihkan aqiqah atas namanya pada hari ketujuh kelahirannya,
mengkhitannya, menyayanginya, berlaku lemah lembut terhadapnya, memberinya
nafkah, mendidiknya,. Yang akan kita bahas disini adalah memilihkan ibu
yang baik dan mendidiknya.
Pertumbuhan generasi suatu bangsa
adalah pertama kali berada di buaian para ibu. Ini berarti seorang ibu telah
mengambil jatah yang besar dalam pembentukan pribadi sebuah generasi.
Seorang ibu adalah lembaga
pendidikan yang jika ia benar-benar mempersiapkan dirinya berarti ia telah
mempersiapkan sebuah generasi yang benar-benar digdaya (ahmad Syauqi)
Seorang ibu adalah sekolah
apabila engkau persiapkan dengan baik brarti engkau telah mempersiapkan generasi
yang harum (Syair hafizh ibrahim)
Sadarkah kita bahwa madrasah
utama, guru terbaik, pendidik pertama bagi seorang anak adalah ibu,
keberhasilan seorang anak tidak pernah lepas dari pendidikan yang diberikan
oleh ibunya, ibunya yang mengarahkannya, mengajarkannya, membimbingnya mulai
dari anak masih dalam kandungan hingga anak itu tumbuh dewasa.
Beberapa kisah yang dapat kita ambil
pelajaran dari peran utama seorang ibu dalam mendidik anaknya.
Kisah abdullah bin Zubair
saat ia masih kecil, biasanya anak-anak bermain bersama teman-temannya.
Tiba-tiba tawa riang berhenti sunyi, senyap, teman-temannya pergim trnyata Umar
yang sangat berwibawa lewat, anak-anakpun takut dan mereka berhamburan pergi,
lalu Umara bertanya kepada Abdullah bin Zubair, “mengapa kamu tidak ikut
berlari seperti teman-temanmu? Jawab Abdullah bin Zubair “Wahai amirul mukminin
aku tidak berbuat salah mengapa harus takut kepadamu. Lagipula jalan masih
luas, tidak sempit, mngapa aku harus mnyingkir dan mluaskan untukmu. Umar kagum
dengan keberanian anak ini, dan keberanian anak ini tidak lepas dari pendidikan
sorang ibu yaitu ????? asma’ binti Abu bakar (ingat tidak siapa wanita ini?)
Dia wanita pemberani yang ikut serta dalam mendukung hijrahnya Rasulullah ke
Madinah.
Kisah yang lainnya adalah
kisah khansa’ yang mampu mendidik empat anaknya shingga memiliki
kbranian
brjihad.
Ya, ibulah madrasah sebelum
madrasah lainnya. Karena anak lenih banyak menghabiskan waktu di rumah. Bahkan
pmilihan sekolah yang baik untuk sang anak tak lepas pula dari pilihan seorang
ibu. Kita harus memilihkan anak yang baik bagi anak kita, baik dalam tinjauan
materi pendidikan, pngajarnya, lingkungannya. Kepribadian seorang anak juga
dipenngaruhi oleh lingkungan pergaulannya karena siapa yang bergaul dngan
penjual minyak wangi dia akan terimbas oleh bau wanginya dan siapa yang
berdekatan dengan pandai besi akan tercium asapnya. Tapi kita begitu saja
menyerahkan pendidikan anak hanya di sekolah saja. Karena anak lebig banyak
menerapkan teori dari pendidikan disekolah dengan dipraktekkan di rumah baik
aqidah, akhlak maupun ibadah. Dan skolah mengalami libur ataukah orang tua ada
waktu libur untuk membimbing anak-anaknya. Dan Karena pendidikan merupakan
tanggung jawab keluarga terkhusus orang tua. Qs At tahrim:6 begitu juga dalam
HR Bukhari:
ما من مو لود الا يولد على الفطرة
Tidak ada seorang anakpun yang terlahir kecuali dia
dilahirkan dalam keadaan fitroh.
Sebelum seorang anak terdidik di
lembaga pendidikan (sekolah) dan masyarakat, rumah dan keluargalah yang terlbih
dahulu mendidiknya. Seorang anak ibarat peminjam yang dari kedua orang tuanya
ia mndapatkan pinjaman perilaku. Anak akan mlihat keseharian kita sebagai
contoh jadi kita jangan hanya menganjurkan untuk sholat pada waktunya, banyak
belajar, tidak berbohong tapi kalau kita tidak melaksanaka apa yang kita
ajarkan kepada anak kita kemungkinan kecil anjuran kita akan dilaksankan karena
contoh itu 100 kali lebih berhasil dari pada anjuran.
Begitu besar tanggung jawab
pendidikan anak ini tapi banyak orang tua yang mlalaikannya, sekarang banyak
kita lihat kondisi anak-anak yang banyak mengalami penyimpangan karena imbas
dari teknologi informasi yang berkembanng pesat, sebagai orang tua kita harus
selalu mengawasi, mengarahkan anak kita, karena mereka adalah titipan yang
diamanahkan di pundak kita. Qs al anfal 27
Apa yang harus kita ajarkan kpada
anak kita, prinsip-prinsip pendidikan anak islami disampaikan dalam kisah
Luqman al Hakim:
a. Aqidah yang kuat dan lurus Qs 31:13
b. Kesadaran akan pengawasan Allah Qs 31:16
c. Shalat, amar ma’ruf nahi munkar dan sabar Qs
31:17
d. Tidak sombong qs 31:18
e. Sederhana Qs 31:
Apa yang dikisahkan oleh lukman al hakim tampaknya jauh
lebih sdrhana dalam ukuran kita saat ini, tetapi dalam kesederhanaan itu
trdapat makna yang dalam yang menjadi inti kepribadian seorang muslim. Dan ini
harus kita ajarkan sejak dini, karena mendidik anak kecil itu ibarat memahat
batu, harus sabar tlaten bertahap tapi bila sudah sampai insya Allah akan
membekas.