KISAH
RASULULLAH SAW & BEBERAPA IBROH
MUQODIMAH
Seorang
muslimah dalam beramal harus sesuai dengan tuntunan Allah lewat RasulNya. Untuk
melaksanakan tuntunanAllah, muslimah perlu melihat sosok panutan agar bias
dijadikan tokoh idola, untuk itu di bawah ini akan diuraiak kehidupan
Rasulullah, istri dan Shahabiyah agar bias menjadi gambaran bagaimana sosok
muslim dan muslimaha sebenarnya.
Rasulullah
SAW adalah orang yang paling dermawan khususnya dibulan ramadhan.Orang yang
baik akhlak dan sosok tubuhnya.Orang yang paling lembut telapak tangannya dan
yang paling harum baunya.Orang yang paling baik pergaulannya dan paling takut
pada Allah.Tidak pernah marah atau medendam karena dirinya.Beliau marah hanya
karena larangan-larangan Allah dilanggar.
Akhlaknya
adalah AlQur’an.Beliau adalah orang yang paling tawadhu’. Memenuhi kebutuhan
keluarganya dan merendahkan sayapnya untuk orang-orang yang lemah. Orang yang paling pemalu. Tidak
pernah mencela makanan sama sekali. Jika menyukai suatu makanan mka ia akan
memakannya dan jika tidak suka maka ia meninggalkannya. Tidak pernah makan
sambil bersandar (leyeh) juga tidak pernah makan dimeja makan. Beliau menyukai manisan,madu dan buah labu.
Kadang-kadang sebulan atau dua bulan disalah satu rumahnya tidak pernah ada
asapyang mengepul. Beliau menerima hadiah,tidak menerima shodaqoh. Beliau juga
biasa mengesol sepatu,menjahit pakaian,membesuk orang sakit dan memenuhi
undangan baik orang kaya atau orang miskin. Tempat tidurnya terbuat dari kulit
yang diisi dengan serabut pelepah kurma.Tidak banyak memiliki kesenangan
didunia.Allah telah memberikan kunci-kunci kekayaan dunia tetapi beliau tidak
mau mengambilnya dan memilih akhirat.Banyak melakukan dzikir dan fikir. Tidak
pernah tertawa lebar,tetapi hanya tersenyum. Pernah bergurau dan tidak
mengatakan kecuali yang benar. Senantiasa berlaku lemah lembut terhadap
sahabatnya,memuliakan orang-orang yang dimuliakan kaumnya dan mengangkatnya
menjadi pemimpin mereka.( sirah nabawiyah,Dr.Muhammad Sa’id ramadhan
al-buthi’ hal 467-468)
Beliau
lebih pemalu daripada anak gadis ditempat pemingitannya, terkadang mengganjal
perut dengan batu karena rasa lapar,
tidak makan sambil tidur terlentang dan memakan yang dekat dengannya,
terkadang menunggang keledai terkadang baghal terkadang onta dan terkadang
berjalan kaki tanpa menggunakan alas, tidak pernah memukul seseorang dengan
tangan beliau kecuali karena jihad fii sabilillah, duduk dibarisan yang paling
akhir dalam suatu majlis bercampur dengan para shahabat seakan-akan beliau
adalah salah seorang diantara mereka hingga jika datang orang asing tentu ia
tidak akan tahu yang mana beliau sehingga harus Tanya terlebih dahulu, lebih
banyak diam, tidak menghadapai seseorang dengan sesuatu yang membuatnya kurang
suka, perawakan beliau tidak tinggi dan juga tidak pendek sedang-sedang saja,
warna kulit beliau jernih dan tidak pucat, rambut beliau berombak tidak lurus
kaku dan tidak pula keriting rambut beliau menjulur hingga daun telinga, adapun
mukjizat beliau yang paling agung dan yang paling nyata adalah AlQuranul Kariim,bulan
yang terbelah,air yang memancar dari sela-sela jemari beliau, memberi makan
orang banyak dengan makanan yang sedikit.(Minhajul qoshidin Ibnu Qudamah hal
177-180)
Dsini akan dijelaskan perjalanan hidup beliau:
NASAB & KELAHIRAN
Nasabnya
ialah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthathlib (namanya Syaibatul Hamd) bin
Hisyam bin Abdi Manaf (namanya al-Mughirah) bin Qushayyi (namanya zaid) bin kilab bin Murrah bin ka’ab bin Lu’ay bin
Ghalib bin Fihr bin Malik bin anNadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah
bin Ilyas bin Mudhar bin Nazar bin Mu’iddu bin Adnan.( Sirah Nabawiyah Dr.
Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi hal 29)
Rasulullah
SAW dilahirkan ditengah keluarga Bani Hasyim di Makkah pada senin pagi tanggal
9 Rabi’ul Awwal, permulaan tahun dari peristiwa gajah, dan 40 tahun setelah
kekuasaan kisra Anusyirwan atau bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 bulan
april tahun 571 M, berdasarkan penelitian ulama terkenal, Muhammad Sulaiman
Al-Manshurfury dan peneliti astronomi, Mahmud basya. (Arrahiqul Makhtum
terjemah, Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury hal 75)
Beliau
dilahirkan dalam keadaan yatim. Bapaknya yang bernama Abdullah meninggal
dimadinah setelah singgah dirumah saudara ibunya dimadinah dan akanmelanjutkan
pulang ke makkah kemudian jatuh sakit dirumah pamannya akhirnya meninggal
dunia. Pada saat itu ibunda rasulullah SAW bernama Aminah mengandungnya berusia
2 bulan.(sirah nabawiyah Dr.Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi hal 30 &
sejarah hidup Muhammad, M.Husain Haekal hal 49)
Setelah
ibunda Aminah melahirkan,dia dikirimnya berita kepada Abdul Muthalib dika’bah
bahwa ia melahirkan anak laki-laki. Alangkah gembiranya orang tua itu setelah
menerima berita. Cepat-cepat ia menemui menantunya itu ,diangkatnya bayi itu
lalu dibawanya ke ka’bah. Ia diberi nama Muhammad karena Abdul Muththalib
menginginkan beliau menjadi orang yang terpuji.( sejarah hidup Muhammad,
M.husain haekal hal 51).
Ibnu sa’d meriwayatkan,bahwa ibu rasul berkata: “setelah bayiku keluar,aku melihat
ada cahaya yang keluar dari kemaluanku, menyinari istana-istana disyam.” (
Arrahiqul makhtum terjemah,Syaikh shafiyurrahman almubarakfury hal75)
PENYUSUAN NABI SAW
Beliau
disusukan sebagaimana tradisi arab pada waktu itu kepada seorang wanita dari
Bani Sa’d bin Bakr,bernama Halimah binti Abu Dzu’aib. Para perawi sirah telah
sepakat bahwa pedalaman Bani Sa’d pada
waktu itu sedang mengalami musim kemarau yang menyebabkan keringnya ladang
peternakan dan pertanian. Tidak lama setelah nabi berada dirumah Halimah,
menghijaulah kembali tanaman-tanaman disekitar rumahnya, sehingga
kambing-kambingnya pulang kekandang dengan perut kenyang dan sarat air susu. (sirah
nabawiyah Dr.Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi hal 30).
Begitulah Rasulullah SAW tinggal ditengah Bani
Sa’ad,hingga tatkala berumur 4 atau 5 tahun terjadi peristiwa pembelahan dada
beliau. Bahwa Rasulullah didatangi jibril yang saat itu beliau sedang bermain
dengan teman temannya.Jibril memegang beliau dan menelentangkannya,lalu
membelah dadanya dan mengeluarkan hati beliau dan mengeluarkan segumpal darah
dari dada beliau, seraya berkata:” ini adalah bagian dari syetan yang ada pada
dirimu” lalu jibril mencucinya disebuah baskom dari emas dengan menggunakan air
zam-zam kemudian menata dan memasukkannya ketempat semula. Anak-anak kecil
lainnya berlarian mencari ibu susuannya dan berkata.”Muhammad telah
dibunuh!”mereka pun datang menghampiri beliau yang wajah beliau semakin
berseri-seri.(Rahiqul Makhtum terjemah,syaikh shafiyurrahman Al mubarokfury
hal 79)
Ketika
beliau sudah berumur enam tahun, ibunya bernama Aminah meninggal dunia ketika
perjalanan pulang ke makkah dari tempat makam suaminya diyatsrib. Kemudian
beliau berada dalam asuhan kakeknya,Abdul Muththalib. Tetapi setelah genap
berusia delapan tahun,kakek beliau meninggal dunia. Setelah itu nabi diasuh
oleh pamannya Abu Thalib.
Sebuah
ibroh dari rasul bahwa beliau dilahirkan dalam keadaan
yatim,sejak bayi sudah ditinggal ayah dan ibunya bahkan disusul
kakeknya,sehingga pertumbuhan pertama kehidupan beliau sangat jauh dari kasih
sayang orang tua. Bersyukurlah kita yang masih memiliki orang tua hingga
sekarang. Tapi Allah telah memberikan Hikmah dibalik kejadian ini yaitu agar
musuh islam tidak menuduh bahwa beliau telah mereguk “susu” dakwah dan risalah
sejak kecilnya dengan arahan bimbingan bapak,kakek juga pamannya karna pamannya
sendiri tidak memeluk islam tapi paman nabi selalu membela nabi. Dan Allah
memang berkehendak agar RasulNYA tumbuh sebagai yatim, dipelihara langsung oleh
Inayah Allah semata.(Sirah Nabawiyah,Dr.Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthy hal
31-32)
Abdul
muththalib menyerahkan asuhannya kepada Abu Thalib paman Nabi.Hingga berumur
lebih dari empat puluh tahun beliau mendapatkan kehormatan disisi Abu Thalib,
hidup dibawah penjagaanya,rela menjalin persahabatan dan bermusuhan dengan
orang lain demi membela diri beliau.(Rohiqul makhtum terjemah, Syaikh
Shafiyurrahman al-mubarokfury hal 80)
PERJALANAN RASUL YANG PERTAMA KE SYAM DAN USAHA
MENCARI RIZKI
Ketika
berusia 12 tahun, beliau diajak pamannya Abu Thalib pergi ke syam dalam suatu
kafilah dagang. Pada waktu kafilah dibashra mereka melewati seorang pendeta
bernama Bahira .ia adalah seorang pendeta yang banyak mengetahui injil
dan ahli tentang masalah-masalah kenasranian. Kemudian pendeta itupun melihat
Nabi SAW. Lalu ia mulai mengamati Nabi SAW dan mengajak berbicara. Dan akhirnya
bahira menasehati Abu Thalib agar segera membawa pulang Nabi ke negerinya dan
menjaganya dari orang-orang yahudi karna jika orang yahudi melihat Nabi pasti
akan dijahatinya dan sesungguhnya anak ini akan memegang perkara besar.
Kemudian Abu Thalib cepat-cepat membawa
Nabi kembali ke Makkah.(sirah nabawiyah,Dr.Muhammad sa’id ramadhan al-buthi
hal 34)
MASA
REMAJA RASULULLAH SAW
Memasuki
masa remaja, Rasulullah SAW mulai berusaha mencari rizki dengan menggembala
kambing.Beliau dulu pernah menggembalakan kambing penduduk makkah dengan
upah beberapa qirath.Selama masa mudanya Allah telah memeliharanya dari penyimpangan
yang biasanya dilakukan oleh para pemuda seusianya seperti berhura-hura dan
permainan nista lainnya.Rasulullah SAW bercerita tentang dirinya bahwa pada
masa jahiliyah beliau tidak pernah menginginkan sesuatu yang biasa mereka
lakukan kecuali hanya dua kali itupun dicegah oleh Allah yaitu beliau pernah
mendengarkan nyanyian dalam sebuah pesta tetapi Allah menutup telinga beliau
dan akhirnya beliau tertidur kmudian bangun oleh panasnya matahari.Kejadian itu
berulang dimalam berikutnya lalau kemudian beliau sudah tidak pernah lagi
menginginkan keburukan.
Ibroh
dari usaha Rasulullah SAW mencari rizki adalah: pertama
Selera tinggi dan perasaan halus yang keduanya sifat ini,Allah memperindah
kepribadian NabiNYA karena beliau ingin meringankan sebagian beban nafkah dari
pamannya. Kedua penjelasan tentang bentuk kehidupan yang diridhoi Allah
untuk para hambaNYA yang shaleh didunia.Sangatlah mudah bagi Allah memberikan
kehidupan yang mewah kepada Nabi sehingga Nabi tidak perlu lagi bersusah payah
mencari rizki sendiri.Nah dibalik ini ada hikmah illahi yaitu pelajaran yang
bisa diambil yakni agar kita mengetahui bahwa harta manusia yang terbaik adalah
harta yang dipeolehnya dari usaha sendiri.Sebaliknya harta yang terburuk adalah
harta yang didapatkan dari tanpa bersusah payah.Jadi nabi mengajarkan kita
bahwa carilah rizki dari hasil usaha sendiri bukan dari hasil merampas.Ketiga
untuk para aktivis dakwah,dakwah apa saja itu, dakwahnya tidak akan
dihargai orang manakala mereka menjadikan dakwah sebagai sumber rezekinya atau
mengharapkan pemberian dan sedekah orang. Jadi jangan jadikan bahwa dakwah itu
adalah Sumber mencari rizki tapi dakwah itu adalah hanya untuk menegakkan
kalimah Allah dan mengajak oranglain
dalam kebaikan serta Ridho Allah SWT.(sirah nabawiyah,Dr.Muhammad Sa’id
ramadhan al-buthi hal 34-37).
PERNIAGAAN
RASULULLAH SAW DENGAN HARTA KHADIJAH DAN
PERNIKAHANNYA DENGAN KHADIJAH
Menurut
riwayat Ibnul Atsir dan Ibnu Hisyam, Khadijah adalah seorang wanita pedagang
yang mulia dan kaya.Beliau sering mengirim orang kepercayaannya untuk
berdagang. Ketika mendengar kabar tentang kejujuran Nabi SAW dan kemuliyaan
akhlaknya,Khadijah mencoba memberi amanat kepada Nabi SAW dengan membawa
dagangannya ke syam (sekarang palestina,Syria, Lebanon dan yordania). Khadijah membawakan
barang dagangan yang lebih baik dari apa
yang dibawakan kepada orang lain. perjalanan dagangan ini beliau ditemani
Maisaroh,seorang kepercayaan Khadijah. Beliau menerima tawaran ini dan
berangkat ke syam bersama Maisaroh meniagakan harta Khadijah.Dalam perjalanan
ini beliau berhasil membawa keuntungan besar yang berlipat ganda sehingga
kepercayaan khadijah bertambah padanya.Maisaroh sangat mengagumi akhlak dan
kejujuran beliau dan melaporkannya kepada Khadijah. Sehingga Khadijah tertarik
akan kejujuran beliau dan sangat terkejut akan keberkahan yang dibawa beliau.
Kemudian Khadijah menyatakan hasratnya untuk menikah dengan beliau dengan
perantara Nafisah binti Muniyah.Nabi SAW menyetujuinya dan akhirnya menikah
dengan Nabi.Nabi menikah umur 25 tahun sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.
Sebuah ibroh dr pernikahan Nabi SAW adalah
: beliau sama sekali tidak memperhatikan factor kesenangan jasadiyah.
Seandainya beliau hanya menginginkan kesenangan jasad tentunya beliau akan
memilih istri yang umurnya lebih muda darinya bukan lebih tua. Disini sudah
cukup jelas bahwa pernikahan Nabi SAW hanya menginginkan kemuliyaan akhlaknya
semata.(sirah nabawiyah,Dr Muhammad ramadhan al-buthi hal 40-44)
RENOVASI KA’BAH & PENGAMBIL KEPUTUSAN
Pada
usia 35 tahun sebelum bi’tsah,beliau pernah ikut serta dalam pembangunan
ka’bah. Beliau aktif mengusung batu diatas pundaknya.Beliau memiliki pengaruh
besar dalam menyelesaikan kemelut yang timbul akibat perselisihan antar kabilah
tentang siapa yang berhak mendapatkan kehormatan meletakkan Hajar aswad
ditempatnya. Semua pihak tunduk kepada usulan yang diajukan beliau yaitu hanya dengan sehelai kain, beliau
membentangkannya, mengambil hajar aswad dengan tangannya lalu diletakkan diatas
kain tadi kemudian setiap kabilah disuruh untuk memegangi setiap ujung kain
lalu mengangkat secara bersama-sama. Karena mereka mengenalnya sebagai Al-Amin
(terpercaya) dan merekapun mencintanya.
IKHTILA’
DIGUA HIRA’
Mendekati
usia empat puluh tahun, Allah menumbuhkan pada dirinya rasa senang untuk
melakukan ikhtila’ (menyendiri) digua hira’ ( hira’ adalah nama sebuah gunung
yang terletak disebuah barat laut malam dan sampai satu bulan.beliau kembali
kerumah hanya untuk mengambil perbekalannya saja kmudian kembali lagi ke gua.
Demikianlah Nabi SAW terus melakukannya sampai turun wahyu kepadanya ketika
beliau sedang ‘uzlah.
Ibrohnya
adalah ‘uzlah yang dilakukan Nabi SAW menjelang bi’tsah
(pengangkatan sebagai Rasul) ini memiliki makna dan urgensi yang sangat besar
dalam kehidupan kaum muslimin pada umumnya dan para Da’I khususnya. Karena
hikmah dari program ini adalah bahwa setiap jiwa manusia memiliki sejumlah
penyakit yg tidak bisa dibersihkan kecuali dengan obat ‘uzlah dan mengadilinya
dalam suasana hening jauh dari keramaian dunia dan bermuhasabah diri.(sirah
nabawiyah,Dr.Muhammad sa’id ramadhan al-buthi hal 52)
PERMULAAN WAHYU
Selagi
usia beliau genap empat puluh tahun,suatu awal kematangan pada usia inilah para
rasul diangkat menjadi rasul . wahyu
yang diterima oleh rasulullah SAW dimulai dengan suatu mimpi yang benar. Ketika
beliau ‘uzlah digua hira’ datanglah malaikat jibril mendekati beliau dan
menyuruh beliau untuk membaca yang berbunyi”Bacalah dengan nama Rabbmu yang
telah menciptakan…menciptakan manusia dari segumpal darah…”dan seterusnya.
Setelah itu beliau segera pulang dalam keadaan gemetar sekujur badannya menemui
istrinya khadijah lalu menyuruhnya untuk menyelimuti beliau hingga hilang rasa
takutnya. Lalu beliau menceritakan apa yang baru dialaminya. Khadijah pun
menasehati beliau dan mengajaknya pergi menemui Waraqah Bin Naufal. Waraqah
menjelaskan apa yang sudah dialami Nabi.
Ibroh
adalahpermulaan wahyu ini merupakan asas yang
menentukan semua hakikat agama dengan segala keyakinan dan syariatnya.Memahami
dan meyakini semua berita ghaib dan masalah syariat yang dibawa oleh Nabi SAW.
Sebab hakikat wahyu ini merupakan satu-satunya factor pembeda antara manusia
yang berpikir dan membuat syariat dengan akalnya sendiri,dan manusia yang hanya
menyampaikan (syariat) dari RabbNYA tanpa mengubah mengurangi atau menambah.(sirah
nabawiyah,Dr.Muhammad sa’id ramadhan al-buthi hal 55-57)
DAKWAH
RASULULLAH SAW
Dakwah
beliau dimulai dengan cara rahasia terlebih dahulu karena untuk mengihndari
tindakan buruk orang-orang Quraisy yang fanatic terhadap kemusyrikan dan juga
pada saat itu penganutnya masih sedikit. Lalu kemudian secara berturut-turut
manusia,wanita dan lelaki memeluk islam sehingga berita islam telah tersiar
diMakkah dan menjadi bahan pembicaraan orang. Lalu Allah memerintahkan RasulNYA
menyampaikan islam dan mengajak orang kepadanya secara terang-terangan setelah selama tiga tahun Rasulullah SAW
melakukan Dakwah secara tersembunyi QS.Al-Hijr ayat 94. (sirah
nabawiyah,Dr.Muhammad Sa’id Ramadhan al-buthi’ hal 66-77)
Permusuhan
kaum Quraisy kepada Rasulullah SAW dan para shahabatnya semakin keras dan
gencar. Rasulullah SAW sendiri mengalami berbagai macam penganiayaan yaitu
ketika beliau sedang sujud disekitar beberapa orang Quraisy,tiba-tiba Uqbah bin
Abi Mu’ith datang dengan membawa kotoran
binatang lalu melemparkannya keatas punggung beliau. Beliau tidak mengangkat
kepalanya sehingga datang datang Fatimah ra membersihkannya dan melaknati orang
yang melaukan perbuatan keji itu. Selain itu beliau juga menghadapi berbagai
penghinaan,ejekan dan cemoohan setiap kali beliau lewat dihadapan mereka.
Memang tidaklah gampang berdakwah pada saat itu,perlu kesabaran dan
keikhlasan. (sirah
nabawiyah,Dr.Muhammad sa’id Ramadhan al-buthi’ hal 78)
SIASAT PERUNDINGAN
Thabari
dan Ibnu Katsir meriwayatkan bahwa beberapa orang kaum kaum musyrik,termasuk
al-Walid bin Mughirah dan al-Ash bin Wail datang menemui beliau menawarkan
harta kekayaan dan gadis tercantik kepadanya dengan syarat beliau bersedia meninggalkan
kecaman terhadap tuhan-tuhan mereka. Ketika Nabi SAW menolak tawaran
tersebut,mereka menawarkan,bagaimana jika beliau menyembah tuhan-tuhan kami
sehari dan mereka menyembah Allah sehari secara bergantian. Tetapi tawaran ini
juga ditolak oleh beliau.
Ibrohnya
adalah menjelaskan kepada kita tentang kebersihan Dakwah beliau
dari segala bentuk kepentingan dan tujuan pribadi yang biasanya menjadi
motivasi para penyeru ideology baru dan penganjur pembaruan dan revolusi.Disini
jelas sekali bahwa Dakwah beliau semata-mata bukan karena kekayaan duniawi
melainkan atas perintah Allah yang mengutusnya sebagai Rasul. Dari sinilah para
da’I islam dituntut untuk lebih banyak berkorban dan berjihad,karena mereka
tidak dibenarkan menempuh jalan dan sarana kehendak hatinya. (sirah
nabawiyah,Dr.Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi’ hal 83-91)
HIJRAH
PERTAMA DALAM ISLAM
Ketika
Nabi SAW melihat keganasan kaum musyrikin kian hari bertambah keras, sedang
beliau tidak dapat memberikan perlindungan kepada kaum muslim. Maka beliau
menyuruh kaum muslim untuk berhijrah ke negri Habasyah,karena disana ada
seorang raja yang sangat adil. Maka berangkatlah mereka ke negeri Habasyah demi
menghindari fitnah dan lari menuju Allah dengan membawa agama mereka. Hijrah
ini merupakan hijrah pertama dalam islam. Diantara kaum muhajir yang terkemuka
adalah Utsman bin Affan beserta istrinya Ruqayyah binti Rasulullah SAW,Abu
Hudzaifah beserta istrinya,Zubair bin Awwam,Mush’ab bin Umair dan Abdurrahman
bin Auf. Sampai akhirnya para sahabat Rasulullah SAW sebanyak delapan puluh
lebih berkumpul diHabasyah.
Ibrohnya
adalah pertama: berpegang teguh dengan agama dan menegakkan
sendi-sendinya merupakan landasan dan sumber bagi setiap kekuatan juga pagar
untuk melindungi hak baik berupa harta,tanah,kebebasan atau kehormatan. Kedua:
bila diperlukan,kaum muslim boleh minta perlindungan kepada Non Muslim baik
dari ahli kitab seperti Najasyi yang pada waktu itu masih Nasrani ( tetapi
setelah itu masuk islam) atau dari orang musyrik, seperti mereka yang dimintai
perlindungan oleh kaum muslim ketika kembali ke makkah antara lain Abu Thalib
paman rasulullah SAW ketika masuk makkah sepulangnya dari thaif. (sirah
nabawiyah,Dr.Muhammad Sa’id Ramadhan al-buthi hal 99-103)
TAHUN
BERDUKA CITA (‘AAMUL HUZNI)
Pada
tahun ke sepuluh kenabian, istri Nabi SAW Khadijah binti Khuwailid dan pamannya
Abu Thalib wafat.Pada saat Rasulullah SAW menghadapi masalah berat, Khadijahlah
yang selalu menghibur dan membesarkan hatinya.Akan halnya Abu Thalib dia telah
memberi dukungan kepada Rasulullah SAW dalam menghadapi kaumnya. Setelah Abu
Thalib meninggal,kaum Quraisy bertambah bertambah leluasa melancarkan
penyiksaan kepada Rasulullah SAW,sampai orang awam Quraisypun berani
melemparkan kotoran ke atas kepala Nabi SAW.
Ibrohnya
adalah pertama: sesungguhnya perlindungan,pertolongan dan kemenangan itu hanya
datang dari Allah. Allah telah berjanji untuk melindungi RasulNYA dari kaum
musyrik dan musuh-musuhnya.(sirah nabawiyah,Dr.muhammad sa’id ramadhan
al-buthi’ hal 108-111)
PERANG PADA
MASA RASULULLAH
Dibawah ini akan diuraikan beberapa peperangan pada
masa Rasulullah, yang kita dapat melihat peran Rasulullah dalam peperangan,
yang akan menunujukkan kepada kita bagaiman sosok Rasulullah sebagai panglima
perang
A-Perang Badar
Dalam
perang Badar, pasukan muslim hanya memiliki dua ekor kuda perang dan tiga puluh
sampai empat puluh ekor unta. Sedangkan di pihak lawan, untuk menghadapi
peralatan dan kendaraan yang serba sedikit di pihak pasukan muslim itu, pasukan
musyrik memiliki dua ratus ekor kuda perang atau sama dengan satu berbanding
seratus dengan kuda perang yang dimiliki pasukan muslim. Dan itu berarti bahwa
satu orang prajurit kavaleri muslim harus menghadapi seratus prajurit kavaleri
musyrik. Sementara itu, pasukan muslim yang terdiri dari sekitar tiga ratus
sepuluh orang harus menghadapi sekitar seribu orang prajurit musyrik. Berarti,
satu orang prajurit muslim harus menghadapi tiga sampai empat orang prajurit
musyrik.
Dalam
peperangan ini, setiap prajurit musyrik memiliki persenjataan yang sangat
lengkap seperti yang biasa dikenal pada masa itu. Sementara pasukan muslim
serba berkekurangan. Bahkan untuk menempuh jarak dua ratus kilometer, setiap
prajurit harus bergantian mengendarai kuda.
Pasukan
muslim mampu memukul habis kaum musyrik agar mereka tidak lagi dapat berkuasa.
Era "kebenaran selalu menjadi yang tertinggi dan tidak dapat
diungguli" (al-haqq ya'lû wa lâ yu'lâ 'alaihi) telah tiba, maka
kebenaran harus menang dan tidak boleh dikalahkan oleh apapun.Itulah kehendak
Allah; "Segala yang dikehendaki Allah pasti akan terjadi, dan semua yang
tidak Dia kehendaki pasti tidak akan terjadi." Allah berfirman: "Dan
kalian tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki
Allah, Tuhan semesta alam." (QS al-Takwîr [81]: 29).
Selain
membangun pasukan militer, Rasulullah juga membentuk unit-unit investigasi.
Pada saat itu, sama sekali tidak dikenal kelompok kecil yang hanya terdiri dari
beberapa orang yang bertugas untuk melakukan investigasi. Orang-orang yang
ditunjuk Rasulullah untuk bergabung dalam unit-unit investigasi ini adalah
mereka yang telah matang dan sangat berpengalaman sehingga sulit dicari
tandingannya.
Rasulullah
–yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman apapun dalam bidang militer- telah
berhasil membentuk pasukan yang solid sehingga mereka mampu menempuh jarak dua
ratus kilometer, baik dengan jalan kaki maupun berkendara unta, tanpa halangan
sama sekali. Hal itu dapat dilakuan karena unit-unit kecil dan pasukan yang
dibentuk Rasulullah telah melakukan sekitar dua puluh kali ekspedisi militer
untuk meneliti seluruh kawasan tersebut. Itulah sebabnya mereka dapat dengan
mudah menentukan tempat pemberangkatan, jalur yang akan ditempuh, dan
seterusnya. Dari penjelasan ini saya kita Anda dapat memahami mengapa pasukan
muslim dapat melakukan perjalanan ke Badar dengan mulus dan lancar tanpa ada
halangan yang berarti.
Rasulullah
mampu melakukan mobilisasi pasukan perang dengan sangat baik. Ketika perang
Badar meletus, Rasulullah terjun ke medan laga bersama pasukan yang tunduk di
bawah satu komando sehingga mereka hanya akan bergerak berdasarkan perintah
beliau. Apalagi setiap prajurit muslim yang ikut dalam perang Badar adalah
prajurit-prajurit yang memiliki moral tinggi serta iman yang kuat. Keimanan itulah
yang telah membuat mereka mampu melihat keindahan taman surga meski mereka
masih berada di bumi. Bahkan disebabkan begitu besarnya keyakinan mereka,
sampai-sampai mereka tidak lagi mengetahui apakah kaki mereka masih menjejak
bumi ataukah tengah menapak permukaan surga.
Selain
itu, setiap prajurit muslim juga memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi
terhadap semua perintah yang disampaikan kepada mereka. Tak ada gerakan apapun
yang mereka lakukan, melainkan semuanya pasti berdasarkan komando Rasulullah
s.a.w. Padahal dalam peperangan, kesatuan komando adalah sesuatu yang sangat
penting. Sementara di saat yang sama, Rasulullah memperhatikan betul setiap
perintah yang beliau keluarkan agar dapat mendatangkan kebaikan bagi seluruh
pasukan.
B-Perang Uhud:
Rasulullah
mengerahkan pasukan muslim untuk menyerang Yahudi Bani Qainuqa' sehingga
membuat musuh-musuh Islam yang selalu membuat onar itu menyesal karena berani
menantang Rasulullah s.a.w. Di akhir pertempuran, Rasulullah mengusir seluruh
Yahudi Bani Qainuqa' dari Madinah karena beliau tidak memiliki alasan lagi
untuk memberi mereka kesempatan tinggal di Madinah. Sejak pengusiran itu,
kondisi Madinah pun kembali tenang.
Sementara
itu di saat yang sama, kota Mekah terus "mendidih" oleh bara api
peperangan. Tak kurang dari Abu Sufyan, yang sebenarnya terlalu takut untuk
menghadapi umat Islam, melontarkan sumpah bahwa dirinya tidak akan memakai
wewangian sampai berhasil membalaskan dendam terhadap umat Islam. Sampai pernah
pada suatu ketika, Abu Sufyan mendatangi daerah yang didiami oleh Yahudi Bani
Nadhir lalu membakar dua rumah milik orang Islam untuk mengadu domba antara
Yahudi Bani Nadhir dan kaum muslimin, sebelum kemudian dia kembali ke Mekah.
Jaringan
intelejen yang dibangun Rasulullah selalu mengetahui manuver yang dilakukan Abu
Sufyan.Dan dari para mata-mata itulah Rasulullah dapat mengetahui bahwa kaum
Quraisy tengah bersiap-siap untuk menyerang Madinah dengan kekuatan penuh.
Bahkan pada saat itu, kaum Quraisy juga menjertakan para wanita untuk ikut berangkat
ke medan perang beserta beberapa kabilah yang bersekutu dengan mereka. Ketika
mendengar berita itu, Rasulullah langsung mengumpulkan para sahabat besar untuk
membicarakan masalah tersebut.
Dalam
musyawarah, Rasulullah berpendapat sebaiknya pasukan muslim tetap berada di
Madinah untuk bertahan. Sebab sebagaimana halnya dalam perang Badar Rasulullah
berhasil membuat pasukan Quraisy terkejut karena harus menghadapi taktik
menyerang pasukan muslim yang belum pernah mereka kenal, maka dalam perang kali
ini Rasulullah juga ingin menunjukkan taktik bertahan yang pasti akan kembali
menjadi kejutan bagi kaum musyrik. Rasulullah tahu persis bahwa setelah
menderita kekalahan dalam perang Badar, pasukan Quraisy pasti telah menyiapkan
strategi untuk bertempur secara frontal di medan perang terbuka. Itulah
sebabnya, jika kali ini pasukan muslim bertahan di Madinah dan menerapkan
strategi perang defensif, pasti pasukan Quraisy tidak akan mampu bertahan lama
mengepung Madinah dan mereka pasti akan kembali ke Mekah tanpa hasil apa-apa.
Rasulullah
menganjurkan agar kaum muslimin tetap bertahan di Madinah dengan berlindung di
dalam benteng-benteng yang akan segera dibangun. Kalau pun ternyata pasukan
musyrik nekat memasuki kota Madinah, maka pasukan muslim akan menghadapi mereka
dengan menggunakan taktik perang kota.
Ketika
Rasulullah menyampaikan pendapat beliau di hadapan para sahabat agar pasukan
muslim bertahan di Madinah, beliau juga menyampaikan mimpi yang beliau alami
beberapa hari sebelumnya. Rasulullah bersabda: "Demi Allah mimpi yang
kulihat itu amatlah baik. Dalam mimpi itu aku melihat seekor sapi jantan dan
rompal pada pedangku, lalu kulihat pula aku memasukkan tanganku ke dalam baju
besi yang kutafsirkan sebagai kota Madinah."
Takwil
Rasulullah atas mimpi beliau ini adalah: "Sapi menunjukkan para sahabatku
yang terbunuh, sedangkan rompal pada pedangku adalah beberapa orang Ahlu
Bait-ku yang terbunuh." Sedangkan baju besi sudah dikatakan oleh beliau
sebagai kota Madinah. Itulah sebabnya Rasulullah memilih untuk bertahan di
dalam kota tersebut.
Dengan
adanya mimpi ini kita ketahui bahwa tenyata Allah telah memperingatkan
Rasulullah agar melakukan perang defensif dengan bertahan di dalam kota
Madinah. Sementara isyarat Ahlu Bait yang gugur sebagai syahid tidak lain
menunjuk paman Rasulullah s.a.w., Hamzah r.a.
Demikianlah
Rasulullah s.a.w. memenuhi semua kewajiban beliau. Dalam perang Uhud, beliau
tidak membentuk pasukan muslim dalam saf-saf melainkan membariskan mereka di
kaki gunung Uhud hingga membentuk formasi busur dengan tujuan untuk mengepung
dan menyerang musuh dengan menggunakan tombak yang dilanjutkan dengan serangan
ke tengah barisan mereka dengan mengerahkan para prajurit berani mati yang
telah merindukan syahid seperti Ibnu Jahsy r.a., Mush'ab ibn Umair r.a., Abu
Dujanah r.a., dan sang Asad al-Usûd Hamzah ibn Abdul Muthallib
r.a. Jika semboyan pasukan muslim pada perang Badar adalah "Ahad... ahad...",
mareka dalam perang Uhud semboyan mereka adalah "Amit... amit..."
Ketika
kemenangan sudah berada di depan mata. Sebagian dari pasukan muslim melakukan
"kekeliruan" dengan mengabaikan perintah yang telah diberikan kepada
mereka. Para sahabat Rasulullah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah
dan menghidupkan Islam dengan kesadaran ukhrawi yang tidak akan dapat kita
bayangkan tingkat kedalamannya. Mereka adalah orang-orang yang di saat
beribadah kepada Allah, mereka seolah telah "melihat" Allah sehingga
mereka memiliki pandangan terhadap segala sesuatu dengan cara pandang yang
sangat berbeda dengan yang kita miliki saat ini. Dengan kedekatan yang mereka
dengan Allah dan Rasulullah, para sahabat terbentuk menjadi pribadi-pribadi
yang selalu mampu mempertimbangkan faktor pahala dan dosa, termasuk dalam
setiap pemikiran yang terlintas di dalam benak mereka.
Kekliruan
yang dilakukan para sahabat dalam perang
Uhud tidak lain hanyalah sebagai ujian bagi mereka Kekalahan terjadi, karna
Pasukan pemanah yang melihat sahabat-sahabat mereka mulai mengumpulkan pampasan
perang tergoda untuk ikut melakukan hal yang sama. Demi melihat tindakan yang
dilakukan bawahannya, Abdullah ibn Jubair r.a. yang memimpin regu pemanah pun
buru-buru mengingatkan mereka agar mematuhi perintah Rasulullah s.a.w. yang
telah mereka dengar sebelum perang dimulai. Namun rupanya para pemanah itu
belum memahami perintah Rasulullah dengan baik, sehingga mereka pun
meninggalkan posisi mereka meski sebenarnya pertempuran belum benar-benar
selesai.Mereka menganggap bahwa perang telah usai dan musuh telah berhasil
dikalahkan.Tak ada satu pun dari mereka yang mengira bahwa pasukan musuh bakal
berbalik arah untuk kembali menyerang.
Setelah
sempat kewalahan pada perang Uhud, pasukan muslim akhirnya mampu melakukan
perlawanan dan bahkan berhasil mengusir pasukan musyrik. Bahkan disebabkan
sedemikian hebatnya perlawanan pasukan muslim di akhir perang, sampai-sampai
ketika Abu Sufyan berniat untuk melakukan serangan susulan terhadap kota
Madinah, seorang tokoh musyrik lain yang bernama Shafwan ibn Umayyah langsung
berkata kepada Abu Sufyan: "Jangan kau lakukan itu! Sebab saat ini mereka
sudah benar-benar marah. Sungguh aku khawatir kalau mereka akan mengobarkan
perlawanan yang lebih keras dibandingkan yang baru kita hadapi. Jadi,
pulangkanlah pasukan kita!"Abu Sufyan yang menyadari kebenaran ucapan Shafwan
pun memerintahkan agar pasukan musyrik kembali ke Mekah.
Jadi,
yang harus kita ingat berkenaan dengan perang Uhud adalah bahwa setelah pasukan
muslim terdesak musuh, mereka berhasil melakukan perlawanan yang berakhir
dengan kemenangan. Oleh sebab itu, dari apa yang terjadi di Uhud pada saat itu
kita dapat menangkap isyarat bahwa Allah ingin menunjukkan kepada para sahabat
Rasulullah bahwa Dia selalu menganugerahkan kemenangan kepada setiap nabi yang
diutus oleh-Nya. Adapun perlawanan yang dilakukan para sahabat sebenarnya tidak
lebih dari sekedar ikhtiar lahiriah untuk mencapai kemenangan tersebut, sebab
sebenarnya Allah sendiri sangat sanggup memenangkan rasul-Nya ketika harus
menghadapi orang-orang musyrik. (QS Ali Imran [3]: 152-153)..
C-Perang Khandaq atau Perang
Ahzâb
Pada
bulan Syawwal tahun kelima hijriyah, ketika Bani Nadhir diusir dari Madinah,
mereka pun berpindah ke Khaibar dan menetap di tempat itu.Tapi rupanya, di
tempat yang baru itu kaum Yahudi Bani Nadhir memprovokasi penduduk Khaibar
untuk menyerang Rasulullah Saw.Bahkan bukan hanya itu, mereka juga mengirimkan
beberapa tokoh kepada kaum kafir Quraisy dan kabilah Ghathafan.Kedua kabilah
ini (Quraisy dan Ghathafan) memang diketahui selalu berusaha menghancurkan umat
Islam dan telah mengambil berbagai langkah untuk mewujudkan niat busuk
itu.Sebab itu, mereka selalu siap menerima pihak mana pun yang mendatangi
mereka untuk mendukung usaha mereka itu.
Setelah
kaum Yahudi dan Quraisy menggalang kekuatan, akhirnya berhimpunlah
kabilah-kabilah Bani Salim, Bani Asad, Bani Murrah, Bani Fazarah, Bani Asyja',
dan Bani Sa'd. Pada saat itu, keadaan mereka mirip dengan apa yang terjadi pada
pertempuran Çanakkale (Syanaq Qal'ah) ketika pasukan Inggris menggalang
kekuatan perang yang berasal dari berbagai bangsa: India, Australia, Afrika,
dan sebagainya.
Pada
saat itu, kaum Yahudi dan kabilah-kabilah Arab yang musyrik telah bersepakat
untuk melumat umat Islam.Ketika mereka akhirnya bergerak menuju Madinah,
kekuatan yang terhimpun di pihak kaum musyrik mencapai sepuluh ribu
prajurit.Sementara itu, Rasulullah yang berada di Madinah telah mengetahui
tindakan kaum musyrik melalui jejaring intelejen yang beliau miliki. Maka
seketika itu pula beliau mengumpulkan para sahabat besar untuk dimintai saran
ihwal taktik perang yang akan mereka terapkan dalam menghadapi serangan musuh.
Dalam
musyawarah itulah akhirnya Rasulullah memilih pendapat yang disampaikan Salman
al-Farisi r.a. Rasulullah rupanya terkagum-kagum dengan pendapat sahabat asal
Persia itu yang menyampaikan bahwa untuk menghadapi musuh sebaiknya umat Islam
menggali parit di perbatasan kota Madinah dan kemudian bertahan di dalam kota..
Pada
saat proses penggalian parit tengah berlangsung, Rasulullah terjun langsung
bersama para sahabat beliau yang tentu saja menjadi motivasi bagi para sahabat
untuk selalu bersemangat dalam menggali. Terkadang Rasulullah dengan sengaja
mengajak para sahabat berlomba dalam menggali parit sembari sesekali
melontarkan pujian kepada kaum muhajirin dan anshar.Dan ada kejadian ketika di tengah-tengan
penggalian parit para sahabat menemui batu yang sangat besar, dan semua
kewalahan menyingkirtkannya, hanya Rasulullah yang mampu.
Orang-orang
Quraisy terus bergerak sampai akhirnya
tiba di dekat parit yang digali pasukan muslim. Demi melihat sistem pertahanan
itu, mereka pun berkata: "Sungguh ini adalah sebuah taktik yang belum
pernah digunakan oleh bangsa Arab."
Hari-hari
perang Ahzab adalah hari-hari panjang yang harus dilewati penduduk Madinah di
bawah kepungan pasukan Quraisy dan sekutunya.Tapi setelah sebulan berlalu,
pengepungan yang dilakukan kaum kafir itu mulai mengendur dan kehilangan
kekuatannya.Apalagi, untuk memasok kebutuhan logistik sepuluh ribu personel
bukanlah hal yang mudah.
Ketika
menyadari bahwa pengepungan yang dilakukan tentara sekutu tidak kunjung
membuahkan hasil dan parit pertahanan kaum muslimin juga sama sekali tidak
dapat ditembus,di tengah masa pengepungan itulah Allah menunjukkan
kekuasaan-Nya di hadapan kaum musyrik. Musim penghujan bersama udara dingin
yang menusuk sampai ke tulang tiba-tiba melanda Madinah.Padahal semua orang
tahu bahwa pasukan musyrik yang kebanyakan berasal dari Mekah dan sekitarnya
itu tidak biasa menghadapi cuaca dingin. Apalagi pada saat itu mereka berangkat
ke medan perang tanpa persiapan sama sekali untuk menghadapi musim dingin.
Angin
dingin terus berembus siang malam tanpa henti.Bahkan seringkali angin dingin
yang datang itu berubah menjadi badai yang mengamuk merobohkan perkemahan dan
tungku perapian pasukan musyrik.Abu Sufyan yang kebingungan melihat kondisi
pasukannya akhirnya memutuskan agar pasukan Quraisy dan pasukan sekutu
membubarkan diri untuk kembali ke tempat mereka masing-masing.
Dalam
perang Khandaq, ternyata pasukan muslim yang berada dalam posisi tertekan
berhasil memenangi perang. Kemenangan yang diraih umat Islam dalam peperangan
ini terjadi sedikit demi sedikit seiring dengan petunjuk Allah yang diberikan
kepada Rasulullah Saw. Berkat kefatanahan Rasulullah yang didukung wahyu
Allah-lah pasukan muslim dapat menerapkan strategi perang yang sangat tepat
walau pun mereka berada dalam kondisi yang sangat sulit. Bahkan disebabkan
saking sulitnya keadaan umat Islam pada saat itu, kemenangan menjadi hal yang
sangat sulit bahkan mustahil untuk dicapai. Alhasil, ketika ternyata kemudian
pasukan muslim keluar sebagai pemenang, maka hal itu menjadi bukti lain yang
menunjukkan kepada kita bahwa Muhammad Saw. memang benar-benar seorang utusan
Allah Swt.
PERMULAAN
RASULULLAH SAW SAKIT
Pada
tanggal dua puluh Sembilan shafar 11 H. bertepatan dengan hari senin.Rasulullah
SAW menghadiri prosesi jenazah di Baqi’. Sepulang dari Baqi’ dan selagi dalam
perjalanan,tiba-tiba beliau merasakn pusing dikepala dan panas ditubuhnya
langsung melonjak,hingga orang-orang bisa melihat tanda suhu badan beliau yang
panas itu lewat urat-urat nadi dikepala beliau. Beliau sakit selama 13-14 hari
dan tetap shalat bersama orang-orang selama 11 hari dari masa sakitnya ini.
Sakit
Rasulullah SAW semakin lama semakin bertambah parah.Dan tiba-tiba beliau
teringat dengan giliran malam bersama istri-istrinya.Para istri beliau memahami
keinginan beliau.Dengan izin dari para istri beliau akhirnya beliau dipindahkan
kerumah Aisyah dari rumah maimunah. Sesungguhnya apabila beliau sakit,beliau
meniup sendiri dengan Mu’awwidzatain dan mengusapkan dengan tangannya. Dan
ketika mengalami sakit kepala yang kemudian disusul kematiannya itu,Aisyahlah
yang meniup dengan mua’wwidzatain yang biasa digunakannya lalu Aisyah usap
dengan tangan beliau.
Pada
hari kamis empat hari sebelum wafat,sakit beliau tidak menyusut. Saat itu
dirumah ada beberapa orang,diantara mereka adalah Umar bin Khatab. Pada hari
itu beliau menyampaikan tiga wasiat. Pertama: wasiat untuk mengeluarkan
orang-orang yahudi dan nasrani serta orang-orang musyrik dari jazirah arab.
Kedua: wasiat tentang pengiriman para utusan seperti yang pernah beliau
lakukan. Yang ketiga: rawi hadits ini lupa boleh jadi yang ketiga ini adalah
wasiat untuk berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, atau perintah untuk
melanjutkan pengiriman pasukan usamah atau wasiat untuk memperhatikan masalah
shalat dan hamba-hamba sahaya yang dimiliki.
Sekalipun
sakit Rassulullah SAW cukup parah,tapi beliau tetap mengimami shalat lima waktu
bersama orang-orang hingga hari itu atau
tepatnya hingga hari kamis empat hari sebelum beliau wafat. Pada waktu shalat
maghrib hari itu,beliau membaca surat Al-Mursalat.
Pada
hari sabtu atau ahad, beliau merasa badannya agak ringan.Maka dengan dipapah
dua orang laki-laki beliau keluar rumah untuk mendirikan shalat dhuhur.
Sementara pada saat yang sama Abu Bakar sedang mengimami orang-orang. Saat
melihat kedatangan beliau.Abu Bakar beranjak untuk mundur ke belakang.Namun
beliau memberi isyarat kepada Abu Bakar agar dia tidak usah mundur.Kemudian
Rasulullah duduk disamping Abu Bakar untuk shalat.
Sehari
sebelum wafat atau pada hari ahad, Nabi SAW memerdekakan para pembantu
laki-lakinya,menshadaqahkan tujuh dinar harta beliau yang masih menyisa dan
memberikan senjata milik beliau kepada orang-orang muslim. Pada malam
sebelumnya Aisyah meminjam lampu dari pembantu perempuannya.Sementara baju besi
beliau digadaikan kepada seorang yahudi seharga tiga puluh sha’ gandum.
Anas
bin Malik meriwayatkan, bahwa tatkala orang-orang muslim sedang melaksanakan
shalat shubuh pada hari senin,sementara Abu Bakar menjadi imam, Rasulullah SAW
tidak menampakkan diri kepada mereka. Setelah itu Rasulullah SAW tidak
mendapatkan waktu shalat berikutnya.
Waktu
dhuha semakin beranjak, beliau memanggil putrinya Fathimah.Lalu beliau
membisikkan sesuatu kepadanya hingga menangis.Kemudian beliau mendo’akan
fathimah.Setelah itu beliau membisikkan sesuatu kepadanya hingga dia
tersenyum.Dikemudian hari kami menanyakan kejadian ini kepada fathimah, lalu
fathimah menjawab.”Nabi SAW membisiki
aku bahwa beliau akan meninggal dunia, lalu akupun menangis. Kemudian beliau
membisiki aku lagi berisi kabar gembira bahwa akulah anggota keluarga beliau
yang pertama kali akan menyusul beliau. Maka akupun tersenyum.”Kemudian beliau
memanggil Hasan dan Husain lalu memeluk keduanya dan memberikan nasehat yang
baik-baik. Beliau juga memanggil para istri beliau,memberinasehat dan
peringatan kepada mereka. Rasa sakit beliau bertambah berat.Ditambah lagi pengaruh
racun yang disusupkan daging oleh wanita yahudi yang beliau makan sewaktu di
Khaibar. Beliau juga memberikan nasehat kepada orang-orang,”shalat shalat dan
budak-budak yang kalian miliki”
DETIK-DETIK PERPISAHAN
Detik-detik
terakhirdari hidup beliau.Aisyah menarik tubuh beliau ke pangkuannya.
Rasulullah SAW sangat suka siwak sehingga beliau menyuruh Abdurrahman bin Abu
Bakar untuk mengambil siwak seusai bersiwak beliau mengangkat tangan atau
jari-jari, mengarahkan pandangan kea rah langit-langit rumah dan kedua bibir
beliau bergerak-gerak. Aisyah sempat mendengar sabda beliau “bersama
orang-orang yang ENGKAU beri nikmat atas mereka dari pada
Nabi,shiddiqin,syuhada dan sholihin. Ya Allah ampunilah dosaku dan rahmatillah
aku.Pertemukan aku dengan kekasih yang Maha Tinggi ya Allah kekasih yang maha
tinggi.”Kalimat yang terakhir ini diulang hingga tiga kali yang disusul dengan
tangan beliau yang melemah. Innalillahi wa inna ilaihi rooji’uun. Beliau telah
berpulang kepada kekasih yang Maha Tinggi. Hal ini terjadi selagi waktu dhuha
sudah terasa panas, pada hari senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal 11 H, dengan usia
63 tahun lebih empat hari
Kabar
kesedihan langsung menyebar,seluruh pelosok madina seperti berubah menjadi
muram.Beliau dimakamkan pada hari selasa. (rohiqul makhtum terjemah Syaikh
shafiyurrahman almubarokfury hal614-622 )
RUMAH TANGGA NABAWY
ISTRI-ISTRI NABI adalah:
1.
Khodijah binti Khuwailid RA. (556-619
M)
Status ketika menikah: Janda karena ditinggal wafat oleh 2 suami terdahulu, yaitu Abi Haleh Al Tamimy dan Oteaq Almakzomy
Periode menikah: Tahun 595M di Mekkah ketika usia Rasulullah SAW 25 tahun dan Khodijah 40 tahun.
Anak: Dari pernikahannya dengan Khodijah, Rasulullah SAW memiliki sejumlah anak laki-laki dan perempuan. Akan tetapi semua anak laki-laki beliau (Al-Qosim dan Abdullah) meninggal. Sedangkan yang anak-anak perempuan beliau adalah: Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum dan Fatimah.
Fakta penting: Khodijah RA adalah orang pertama yang mengakui kerasulan suaminya. Rasulullah SAW tidak menikah dengan wanita lain selama Khodijah masih hidup. Khodijah adalah istri yang paling dicintai Rasulullah SAW.
Status ketika menikah: Janda karena ditinggal wafat oleh 2 suami terdahulu, yaitu Abi Haleh Al Tamimy dan Oteaq Almakzomy
Periode menikah: Tahun 595M di Mekkah ketika usia Rasulullah SAW 25 tahun dan Khodijah 40 tahun.
Anak: Dari pernikahannya dengan Khodijah, Rasulullah SAW memiliki sejumlah anak laki-laki dan perempuan. Akan tetapi semua anak laki-laki beliau (Al-Qosim dan Abdullah) meninggal. Sedangkan yang anak-anak perempuan beliau adalah: Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum dan Fatimah.
Fakta penting: Khodijah RA adalah orang pertama yang mengakui kerasulan suaminya. Rasulullah SAW tidak menikah dengan wanita lain selama Khodijah masih hidup. Khodijah adalah istri yang paling dicintai Rasulullah SAW.
2.
Saudah binti Zam’a RA. (596
– 674 M)
Status ketika menikah: Janda dari Sakran bin ‘Amr bin Abdi Syams yang turut berhijrah ke Habsyah (Abyssinia, Ethiopia)
Periode menikah: Tahun 631M ketika Saudah berusia 35 tahun.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Tujuan Rasulullah SAW menikahinya adalah untuk menyelamatkannya dari kekafiran akibat menjanda. Keluarga Saudah RA masih kafir dan dipastikan akan mempengaruhi kembali Saudah jika tidak diselamatkan.
Status ketika menikah: Janda dari Sakran bin ‘Amr bin Abdi Syams yang turut berhijrah ke Habsyah (Abyssinia, Ethiopia)
Periode menikah: Tahun 631M ketika Saudah berusia 35 tahun.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Tujuan Rasulullah SAW menikahinya adalah untuk menyelamatkannya dari kekafiran akibat menjanda. Keluarga Saudah RA masih kafir dan dipastikan akan mempengaruhi kembali Saudah jika tidak diselamatkan.
3.
Aisyah binti Abu Bakar RA. (614-678
M)
Status ketika menikah: Gadis. Aisyah RA berumur antara 6 hingga 9 tahun ketika Rasulullah menikahinya. Tetapi mereka baru bercampur setelah Aisyah cukup umur.
Periode menikah: bulan Syawal tahun kesebelas dari kenabian, setahun setelah beliau menikahi Saudah atau dua tahun dan lima bulan sebelum Hijrah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Rasulullah SAW tidak pernah menikahi seorang gadis selain Aisyah. Tujuan Rasulullah SAW menikahinya adalah untuk mendekatkan hubungan dengan keluarga Abu Bakar (yang merupakan sahabat utama Rasulullah SAW dan merupakan khalifah pertama setelah Rasulullah SAW meninggal).
Status ketika menikah: Gadis. Aisyah RA berumur antara 6 hingga 9 tahun ketika Rasulullah menikahinya. Tetapi mereka baru bercampur setelah Aisyah cukup umur.
Periode menikah: bulan Syawal tahun kesebelas dari kenabian, setahun setelah beliau menikahi Saudah atau dua tahun dan lima bulan sebelum Hijrah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Rasulullah SAW tidak pernah menikahi seorang gadis selain Aisyah. Tujuan Rasulullah SAW menikahinya adalah untuk mendekatkan hubungan dengan keluarga Abu Bakar (yang merupakan sahabat utama Rasulullah SAW dan merupakan khalifah pertama setelah Rasulullah SAW meninggal).
4.
Hafsoh binti Umar bin Khatab
RA. (607-antara 648 dan 665 M)
Status ketika menikah: Janda dari Khunais bin Hudzaifah yang gugur sebagai syahid dalam Perang Badar.
Periode menikah: tidak lama setelah Perang Badar usai, tahun ke-3 Hijriyah
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Rasulullah SAW menikahinya untuk menghormati ayah Hafsoh, yaitu Umar bin Khatab RA yang kelak menjadi khalifah kedua setelah Rasulullah SAW meninggal.
Status ketika menikah: Janda dari Khunais bin Hudzaifah yang gugur sebagai syahid dalam Perang Badar.
Periode menikah: tidak lama setelah Perang Badar usai, tahun ke-3 Hijriyah
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Rasulullah SAW menikahinya untuk menghormati ayah Hafsoh, yaitu Umar bin Khatab RA yang kelak menjadi khalifah kedua setelah Rasulullah SAW meninggal.
5.
Zainab binti Khuzaimah RA. (595-626
M)
Status ketika menikah: Janda dari Abdullah bin Jahsi yang gugur sebagai syahid di Perang Uhud.
Periode menikah: tahun ke-4 Hijriyah
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Zainab RA meninggal dunia 2-3 bulan setelah menikah dengan Rasulullah SAW.
Status ketika menikah: Janda dari Abdullah bin Jahsi yang gugur sebagai syahid di Perang Uhud.
Periode menikah: tahun ke-4 Hijriyah
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Zainab RA meninggal dunia 2-3 bulan setelah menikah dengan Rasulullah SAW.
6.
Ummu Salamah Hindun binti Abu
Umayyah RA. (599–683 M)
Status ketika menikah: Janda dari Abu Salamah dengan meninggalkan 2 anak laki-laki dan 2 anak perempuan.
Periode menikah: bulan Syawal tahun ke-4 Hijriyah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Rasulullah SAW menikahinya dengan tujuan menjaga keluarga dan anak-anak Ummu Salamah.
Status ketika menikah: Janda dari Abu Salamah dengan meninggalkan 2 anak laki-laki dan 2 anak perempuan.
Periode menikah: bulan Syawal tahun ke-4 Hijriyah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Rasulullah SAW menikahinya dengan tujuan menjaga keluarga dan anak-anak Ummu Salamah.
7.
Zainab binti Jahsyi bin Royab
RA. (588/561 – 641 M)
Status ketika menikah: Janda cerai dari Zaid bin Haritsah, anak angkat Rasulullah SAW.
Periode menikah: bulan Dzulqoidah tahun ke-5 Hijriyah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Zainab adalah putri bibi Rasulullah SAW. Rasulullah SAW menikahinya atas perintah Allah SWT (QS: 33:37)
Status ketika menikah: Janda cerai dari Zaid bin Haritsah, anak angkat Rasulullah SAW.
Periode menikah: bulan Dzulqoidah tahun ke-5 Hijriyah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Zainab adalah putri bibi Rasulullah SAW. Rasulullah SAW menikahinya atas perintah Allah SWT (QS: 33:37)
8.
Juwairiyah binti Al-Harits RA. (605-670
M)
Status ketika menikah: Janda dari Masafeah Ibn Safuan.
Periode menikah: bulan Sya’ban tahun ke-6 Hijriyah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Juwairiyah RA adalah putri dari al-Harits bin Dhirar, pemimpin Bani Mustalik yang pernah berkomplot untuk membunuh Rasulullah SAW, namun berhasil ditaklukan. Juwairiyah kemudian menjadi tawanan perang yang dimiliki oleh Tsabit bin Qais bin Syimas, kemudian ditebus oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW kemudian menikahinya untuk melunakkan hati sukunya kepada Islam.
Status ketika menikah: Janda dari Masafeah Ibn Safuan.
Periode menikah: bulan Sya’ban tahun ke-6 Hijriyah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Juwairiyah RA adalah putri dari al-Harits bin Dhirar, pemimpin Bani Mustalik yang pernah berkomplot untuk membunuh Rasulullah SAW, namun berhasil ditaklukan. Juwairiyah kemudian menjadi tawanan perang yang dimiliki oleh Tsabit bin Qais bin Syimas, kemudian ditebus oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW kemudian menikahinya untuk melunakkan hati sukunya kepada Islam.
9.
Ummu Habibah Ramlah binti Abu
Sufyan RA (591-665 M)
Status ketika menikah: Janda dari Ubaidillah bin Jahsy yang hijrah bersamanya ke Habsyah.
Periode menikah: bulan Muharrom tahun ke-7 Hijriyah lewat khitbah melalui raja Najasy.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: suami Ummu Habibah pertama (Ubaidillah) tersebut murtad dan menjadi nasrani dan meninggal di Habsyah. Ummu Habibbah tetap istiqomah terhadap agamanya. Alasan Rasulullah SAW menikahinya adalah untuk menghibur beliau dan memberikan sosok pengganti yang lebih baik baginya. Selain itu sebagai penghargaan kepada mereka yang hijrah ke Habasyah karena mereka sebelumnya telah mengalami siksaan dan tekanan yang berat di Mekkah.
Status ketika menikah: Janda dari Ubaidillah bin Jahsy yang hijrah bersamanya ke Habsyah.
Periode menikah: bulan Muharrom tahun ke-7 Hijriyah lewat khitbah melalui raja Najasy.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: suami Ummu Habibah pertama (Ubaidillah) tersebut murtad dan menjadi nasrani dan meninggal di Habsyah. Ummu Habibbah tetap istiqomah terhadap agamanya. Alasan Rasulullah SAW menikahinya adalah untuk menghibur beliau dan memberikan sosok pengganti yang lebih baik baginya. Selain itu sebagai penghargaan kepada mereka yang hijrah ke Habasyah karena mereka sebelumnya telah mengalami siksaan dan tekanan yang berat di Mekkah.
10.
Shofiyyah binti Huyay bin
Akhtob RA. (628–672 M)
Status ketika menikah: Janda dari Kinanah, salah seorang tokoh Yahudi yang terbunuh dalam perang Khaibar.
Periode menikah: 628 M, tahun ke-7 Hijriyah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Shafiyah adalah istri Rasulullah SAW yang berlatarbelakang etnis Yahudi. Sukunya diserang karena telah melanggar perjanjian yang sudah mereka sepakati dengan kaum Muslimin. Shafiyyah termasuk salah seorang tawanan saat itu. Nabi berjanji menikahinya jika ia masuk Islam. Maka masuklah ia dalam Islam.
Status ketika menikah: Janda dari Kinanah, salah seorang tokoh Yahudi yang terbunuh dalam perang Khaibar.
Periode menikah: 628 M, tahun ke-7 Hijriyah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Shafiyah adalah istri Rasulullah SAW yang berlatarbelakang etnis Yahudi. Sukunya diserang karena telah melanggar perjanjian yang sudah mereka sepakati dengan kaum Muslimin. Shafiyyah termasuk salah seorang tawanan saat itu. Nabi berjanji menikahinya jika ia masuk Islam. Maka masuklah ia dalam Islam.
11.
Maimunah binti Al- Harits RA. (602-
681 M)
Status ketika menikah: Janda dari Abd al-Rahman bin Abdil-Uzza.
Periode menikah: Dzulqoidah tahun ke-7 Hijriyah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Rasulullah SAW menikahinya sebagai penghormatan bagi keluarganya yang telah saling tolong menolong dengannya. Maimunah sendirilah yang datang menemui Rasulullah SAW dan meminta agar menikahinya.
Status ketika menikah: Janda dari Abd al-Rahman bin Abdil-Uzza.
Periode menikah: Dzulqoidah tahun ke-7 Hijriyah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Rasulullah SAW menikahinya sebagai penghormatan bagi keluarganya yang telah saling tolong menolong dengannya. Maimunah sendirilah yang datang menemui Rasulullah SAW dan meminta agar menikahinya.
12.
Mariah Al-Qibthiyah RA.
Status ketika menikah: Hamba sahaya Rasulullah SAW sebagai hadiah dari Muqauqis, seorang penguasa Mesir.
Periode menikah: 3 tahun sebelum Rasulullah SAW wafat.
Anak: Ibrahim (meninggal dunia pada usia 18 bulan).
Status ketika menikah: Hamba sahaya Rasulullah SAW sebagai hadiah dari Muqauqis, seorang penguasa Mesir.
Periode menikah: 3 tahun sebelum Rasulullah SAW wafat.
Anak: Ibrahim (meninggal dunia pada usia 18 bulan).
Demikianlah sekilas
mengenai istri-istri Rasulullah SAW yang luar biasa.Jelaslah bahwa Rasulullah
SAW memiliki alasan yang kuat dalam setiap pernikahannya.Semua dilandasi atas
kecintaan pada Allah SWT dan umatnya.Semoga kita semua terbebas dari
pikiran-pikiran buruk dan hasutan kaum kafir mengenai beliau.Amin.
Imam
Ibnu Qayyim meriwayatkan bahwa menurut kata Abu Ubaidah, Nabi SAW mempunyai
empat orang budak perempuan yang beliau jadikan istri yaitu :
1.
Mariyyah binti Syam’un
Lebih
dikenal dengan nama Maryah Al Qibthiyah. Ia adala wanita Qibthi yang dilahirkan
didataran tinggi mesir didesa hafan. Ia seorang gadis muda yang cantik, gadis
yang periang dan berambut keriting juga berkulit putih. Ia budak perempuan
kepunyaan raja Muqauqis ( raja di mesir ). Dari empat budak itu, hanyalah dari
Maryah sajalah Nabi memperoleh seorang anak bernama Ibrahim.Ia wafat pada tahun
ke 16 H.
2.
Raihanah binti syam’un Al qurazhyah
Ia adalah
keturunan bangsa yahudi bani quraidhah.ia seorang perempuan yang menjadi tawanan perang kaum muslimin.
Sebelumnya ia menikah dengan laki-laki dari bani Quraidhah bernama Alhakam. Seteleh rasul membebaskannya
kemudian menikahinya.Ia wafat pada tahun ke 10 H.
3.
Didalam kitab shiratul halabyah
diterangkan bahwa budak perempuan no 3 bernama Zulaikha Al Qurazhyah. Seorang
budak yang didapat dari tawanan perang.
4.
Seorang budak pemberian dari Zainab
binti jahsy. ( kelengkapan tarikh
jilid 4A hal 280 dan silsilah ummahatul mukminin hal 356 dan 384 )
Rasulullah SAW mempunyai tiga anak laki-laki
diantaranya: AlQosim yang dilahirkan sebelum kenabian dan meninggal pada usia 2
tahun,Abdullah dan Ibrahim yang
dilahirkan dimadinah pada tahun 8 H dan meninggal pad tahun ke 10.
Sedangkan anak perempuan beliau ada empat
diantaranya adalah: Zainab,Fatimah,Quqayyah, dan Ummu Kultsum.( sirah
nabawiyah Dr.Muhammad Sa’id Ramadhan al-buthi hal 467)
Dalam mempelajari siroh nabi kita ini selain sudah dibahas tentang
ummahatul mukminin perlu juga kita bahas tentang para shohabiyyah lain yang tujuannya tidak lain adalah untuk mdptkan figur wanita muslimah yang sejati yang mana
sekarang banyak wanita yang menjadikan
para aktris sebagai figurnya,sehingga bagaimana cara mereka berpakaian,berdandan bahkan semua
gaya hidup para artis ditiru padahal begitu jauh dari apa yang diajarkan oleh agama kita.Misal berpakaian yang
menyerupai laki laki atau berpakaian tapi hakekatnya telanjang,bahkan tidak menutup aurat,berdandan layaknyaorang jahiliyah
dan masih banyak lagi.
Mudah-mudahan dengan kita melihat sekilas tentang siroh para shohabiyah ini
bisa menyadarkan kita dan bangkit kembali untuk kembali pada jalan ketauhidan
ini dan bisa meneladani sifat-sifat mereka. Aamiin.
Para shohabiyah yang akan kita pelajari
antara lain;
1.
Halimah As Sa'diyyah
2.
UmmuSulaim
3.
UmmuHaram binti Milhan
4.
UmmuAimanBarkah binti Tsa'labah
5.
Fathimah binti Asad
6.
Asma' binti AbuBakar
7.
Sumayyah binti Khubbath
8.
Ummu 'Ammarah Nusaibah binti Ka'ab
9.
UmmuHisyam binti Haritsah
10.
Kabsyah binti Raff [UmmuSa'ad]
11.
Fathimah binti Rasulullah
Mari kita kupas satu persatu.
Bismillah...
1. Halimah As Sa'diyyah
Beliau adalah ibunda
susuan Rosulullah.Beliau dari bani sa'ad.Nama
lengkapnya halimah binti AbuDzuaib.Beliau menyayangi rosulullah melebihi anaknya sendiri.
Seandainya tidak ada peristiwa yang membuat Halimah khawatir terhadap keselamatan Rosululloh niscaya Halimah akan
meminta pada ibunda rosul siti aminah untuk terus menjadi ibu susuannya.Yaitu peristiwa dimana saat masih kecil rosul didatangi 2 orang yang tidak dikenal kemudian mereka membelah
dada Nabi Muhammad. Mereka berdua adalah malaikat yang diutus alloh
ununtuk membersihkan hati rosulullah.Beliau masuk islamsaat sesudah diutusnya
rosulullah.
2. UmmuSulaim
Beliau adalah ibunda
pelayan rosulullah Anas bin Malik. Nama lengkapnya
adalah Ummu Sulaim binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub Al Anshariyah. Beliau menjadi
salah satu pelopor orang yang masuk islam.
Saat masuk islam beliau ditentang oleh suaminya Malik bahkan
suaminya sangat marah yang akhirnya suaminya dibunuh musuhnya saat dijalan. Setelah suaminya
meninggal Ummu Sulaim berucapaku tidak
akan menyapih Anas sampai dia
meninggalkan tetekku, dan aku tidak
akan menikah sampai anakku menyuruh untuk
itu.
Beliau menjadikan
puteranya untuk menjadi pelayan Nabi Muhammad.
Dan Anaspun melayani
Rosululloh serta mempelajari akhlakdan ilmu dari beliau.
Kemudian Ummu Sulaim
menikah lagi dengan Abu Thalhahdengan mahar yang paling mulia dan paling mahal yaitu islam.Yamaharnya adalah Thalhah harus masuk islam dulu.Sungguh bukti keteguhan dien yang sangat kuat. Sikap ini perlu kita
teladani dalam keadaan apapun
hal yang prinsip apalagi dien tetap harus kita pegang jangan sampai kita menjual agama kita hanya karena
harta,dan sebagainya.
Rosululloh sering berkunjungan ke rumah Ummu Sulaim dan mendoakannya juga mendoakan anaknya Anas.
Rumah tangga Ummu Sulaim dan Thalhah adalah contoh
rumah tangga yang harmonis dan penuh berkah.
Kecintaan Ummu Sulaim
terhadap rosulnya begitu mendarah daging sampai sampai beliau mencari
keberkahan dari keringat Rosululloh yang beliau jadikan minyak wangi
ununtuknya, menyimpan rambut Rosululloh. Subhanallah bila bukan karena cintanya yang begitu kepada utusan alloh yang mulia
ini niscaya Ummu Sulaim tidak akan melakukan hal semacam itu.
Beliau mencontohkan
bagaimana sikap kita seharusnya terhadap tamu yaitu memuliakan tamu.
Keteladanan lain yang
bisa kita ambil adalah bagaimana sikap beliau saat diuji Allah dengan
meninggalnyaanaknya dan cara beliau memberitahukan kabar kematian anaknya
kepada suaminya yang baru pulang dari safar, seperti yang dikisahkan oleh Anas
bin Malik dalam haditsnya. Dalam hadits tersebut diceritakan bahwa tatkala
anaknya meninggal disaat suaminya pergi berperang, Ummu Sulaim berpesan pada
saudaranya agar berita kematian anaknya ini jangan diberitahukan kepada Abu
Thalhah, agar Ummu Sulaim sendiri yang menyampaikan berita ini pertama kali.
Benarlah, saat suaminya datang beliau menjamu dan
melayani suaminya hingga suaminya benar-benar merasa puas barulah Ummu Sulaim mengkabarkan kematian
anaknya.Seketika itu Abu Thalhah marah kepada Ummu Sulaim dan keesokannya Abu Thalhah menceritakan kejadian ini kepada Rosululloh dan justru Rosululloh memuji sikap Ummu Sulaim bahkan
Rosululloh mendoakan keduanya dan mereka akhirnya diberi ganti mempunyai keturunan yang banyak. Ada riwayat yang mengatakan jumlahnya 9 anak dan
semua hafidh al qur'an.Subhanallah.
Beliau juga mendapat
kabar gembira dari Rosululloh berupa jannah seperti dalam hadits yang
diriwayatkan oleh muslim 2457.
3. UmmuHaram binti Milhan
Nama lengkapnya adalah
Ummu haram binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin Najar.Beliau
adalah seorang anshor dari Bani Najar, saudara Ummu Sulaim.
Dia adalah bibi dari
pelayan Rosululloh Anas bin Malik
Suaminya adalah Amr bin Qois bin Zaid.Anak laki – lakinya adalah Qois bin Amr,mereka berdua ikut menyertai Rosululloh dalam perang uhud dan keduanya
syahid dalam perang tersebut.
Kemudian Ummu Haram menikah dengan Ubadah bin Shamit.Dan dengannya mempunyai anak yang bernama Muhammad bin Ubadah bin Shamit.
Ummu Haram adalah wanita yang hafal al qur'an,dan telah meriwayatkan sejumlah
hadits dari Rosululloh. Suaminya juga
meriwayatkan hadits darinya demikian juga para keponakannya misalnya Anas bin
Malik, umair bin Aswad, Atha'bin Yasar. Ya'la bin Syaddad bin Aus juga meriwayatkan hadits darinya.Subhanallah.
Rosululloh begitu
memuliakanya,beliau sering berkunjung kerumahnya bahkan sampai tertidur di rumahnya.
Walaupun Ummu Haram
adalah seorang wanita tapi beliau bercita – cita ingin mendapatkan kesyahidan
di jalan Nya, lalu Rosululloh mengkabarkan kepadanya bahwa dia akan mendapatkan
kesyahidan. Seperti yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-
bukhori [2788,2789], muslim[1912] dan tirmidzi [1645 ], yang isinya bahwa
beliau syahid terjatuh dari tungganganya.
4. UmmuAimanBarkah binti Tsa'labah
Beliau adalah pengasuh
dan bekas budaknya Rosululloh. Nama lengkapnya Barakah binti Tsa'labah bin Amr
bin Hisn bin Malik bin Salman bin Amr bin Nu'man.
Setelah ibunda Rosululloh
meninggal Rosululloh dipelihara oleh kakeknya yang bernama Abdul Muntholib. Dan
beliau mempercayakan Ummu Aiman untuk merawat cucunya.Dan Ummu Aiman menjadi pengasuh
sebaik- baik pengasuh ununtuk sebaik – baik manusia.
Rosululloh tumbuh dan
berkembang dalam asuhan Ummu Aiman sampai beliau dewasa bahkan sampai beliau
menikah dengan khodijah.Dan tatkala Rosululloh menikah dengan khodijah,
Ummu Aiman dimerdekakan dan kemudian menikah dengan Ubaid bin Harits Al Khazraji yang dengannya mempunyai anak yang bernama Aiman.
Beliau masuk islam ketika
Rosululloh telah diangkat utusan-NYA,akan tetapi suaminya Ubaid bin Harits
tidak mau masuk islam sehingga mereka bercerai dan kemudian Ummu Aiman menikah
lagi dengan Zaid bin Haritsah [awalnya budak khodijah yang dihadiahkan kepada
Rosululloh dan Rosululloh memerdekanya. Dan beliau disebut yang tercinta ].Dan
dengannya melahirkan anak yang bernama Usamah bin Zaid.
Ummu Aiman menempati
kedudukan dan posisi istimewa di hati Rosululloh karena beliau telah merawat Rosululloh dengan penuh kasih sayang dan
kelembutanbahkan lebih mengutamakan Rosululloh daripada anak- anaknya sendiri.
Ummu Aiman juga ikut dalam jihad yakni pada perang uhud.Beliau bertugas sebagai tim
medisdalam perang khaibar juga.
Kemudian beliau diuji
Allah dengan kesyahidan suami tercintanya Zaid bin Haritsah dalam
pasukan ekspedisi mu'tah.Yang mana Rosululloh telah menyampaikan berita nasib Zaid, Ja'far bin Abi Thalib'Abdullah bin Rawahah kepada
kaum muslimin bahwa mereka akan syahid sebelum berita mereka akan berperang.
Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh al bukhori
[7/585]al-maghazi.Kemudian dalam perang hunain beliau diuji alloh lagi dengan
kesyahidan puteranya yang bernama Aiman.Tetapi Ummu Aiman tetap bersabar dalam menghadapi semua ujian itu dan hanya mengharap pahala dari Allah sebagaimana beliau
bersabar dan mengharapkan pahala saat suaminya menjadi syahid.
Beliau sangat sedih saat
Rosululloh wafat,dan menangis karena wahyu dari langit sudah berhenti.Subhanallah begitu besarnya cintanya padaAlloh dan rosulNYA.
5. Fathimah binti Asad
Julukannya adalahUmmu Ba'da Ummi Rosululloh yang artinya ibu sesudah
ibu kandung Rosululloh saw.Nama lengkapnya adalah Fathimah binti Asad bin Hasyim bin Abdi Manaf.Beliau adalah isteri sekaligus sepupu
paman Rosululloh yaitu AbuTholib.
Keutamaan Fathimah binti Asad yang lain adalah ;
·
ibunda dari Ali bin Abi
Tholib seorang penunggang kuda terbaik yang pernah ada, pahlawan paling
perkasa, singa yang paling kuat, juga sebagai kholifah rosyidah ke empat
·
beliau juga ibunda dari
Ja'far bin Abi Tholib sang pahlawan yang menggapai kesyahidan yang nabi
melihatnya terbang dengan dua sayapnya menuju jannah bersama para malaikat.
Sahabat yang syahid dalam ekspedisi mu'tah yang
djuluki 'burung'
·
keutamaan lain adalah
beliau juga menjadi mertua Fathimah Az- Zahra binti Rosululloh
·
beliau juga sebagai nenek
dari dua pemuda penghuni jannah yakni hasan dan husain.
Fathimah binti Asad
merawat nabi dengan penuh kasih sayang, kelembutan dan mendahulukan Rosululloh
daripada anak-anaknya apalagi begitu besarnya keberkahan yang dirasakan
keluarga Abu Tholib ini saat memelihara Nabi Muhammad. Semakin besar cintanya
kepada Muhammad kecil sampai-sampai waktu makan dan minum Nabi Muhammad diminta
duluan baru kemudian anak-anaknya karena jika Rosululloh yang dahulu makan dan
minum maka semua keluarga akan merasa kenyang walaupun hanya makan dan minum
sedikit. Sungguh keberkahan yang luar biasa.Padahal saat itu keluarga Abu Tholib termasuk keluarga yang miskin dan banyak anak.
Lihatlah bagaimana beliau mencintai dan merawat anak yatim
yang tidak lain baginda Rosululloh dengan penuh kasih sayang meskipun hidupnya
dalam kondisi yang pas- pasan.Itu bukanlah hal yang mudah dan itu adalah
keteladanan yang bisa kita ambil dari beliau.
Fathimah termasuk salah
seorang wanita pertama yang ikut masuk
agama Allah.Adapun suaminya tidak mau masuk dalam agama Alloh dan menyampaikanya dengan lembut tetapi dia juga tidak mencegahnya.Dan
semua anak anaknya masuk agama islam.
Saat terjadi pemboikotan
kaum quraisy terhadap bani hasyim dan bani mutholib selama 3 tahun.Beliau dan
kaumnya begitu sabar menghadapinya sampai sampai hanya makan daun daunan.Begitu
besar kesabaran mereka dan kokohnya keyakinan mereka sehingga membuat kaum
quraisy berputus asa.Dan akhirnya pemboikotan itu dihentikan dan kaum musliminpun keluar dari lembah pada tahum kesepuluh
sesudah diutusnya
Rosululloh.Dan pada tahun ini wafatlah isteri beliau tercinta khodijah binti
khuwailid,kemudian disusul pamannyaAbu Tholib.Sungguh ujian yang berat ditambah lagi
tekanan dari kaum quraisy yang makin ganas dan menyakitkan hingga akhirnya ada
perintah ununtuk hijjrahke yastrib.
Fathimah bin Asad wafat dan dimakamkan di madinah an munawarah.Pelajaran yang bisa
dipetik dari kisah fatimah bin asad antara lain;
1.
memelihara anak yatim
Pemeliharaan anak yatim adalah merupakan
bentuk jaminan sosial dan begitu banyak mendatangkan manfaat bagi yang
memelihara.Seperti dikatakan dalam
hadits dari sahlbahwa Rosululloh bersabda, “aku dan orang yang memelihara anak yatim di janah seperti ini.beliau
berisyarat dengan kedua jari beliau yaitu jari telunjuk dan jari
tengah,kemudian beliau meregangkan antara keduanya”.[shahih bukhori 4998 dan shahih muslim 2983]
2.
Sabar dalam
menghadapi musibah
3.
Memberikan contoh
menjalin hubungan yang hangat dengan menantu
4.
Komitmen memenuhi
janji
6. Asma' binti AbuBakar
Dia adalah Ummu abdillah,
Asma'binti Abu Bakr
Abdullah bin Utsman.
Julukannya adalah Dzatun Nithaqain
(pemilik 2 ikat
pinggang).Suaminya adalah Zubair bin Awwan pembela
Rosululloh. Anaknya adalah Abdullah bin Zubair seorang ulama,ahli
ibadah dan seorang mujahid. Saudaranya adalah
'Aisyah As Shiddiqah, Abdurahman,dan Abdullah.Suami
saudaranya adalah baginda rosulullah.Maka cukuplah semua itu menjadi keutamaannya.Dia dilahirkan di Makkah 17 tahun
sebelum hijrah.Dia termasuk golongan awal yang masuk islam.
Dia menikah sebelum hijrah dengan Zubairbin Awwam[termasuk 10 orang yang dijamin masuk surga ].Zubair adalah seorang
pemuda yang miskin tetapi Asma tidak melihat
dari segi statusnya namun beliau
lebih mementingkan akhirat dari pada dunia.Begitulah seharusnya sikap yang
harus dipraktekkan oleh setiap
yang percya dan merindukan perjumpaan dengan Alloh.
Teladan yang bisa diambil
dari seorang Asma antara lain sifat malu yang ada padanya, beliau berusaha
menjaga rasa malu itu dan menjaga kehormatan dan perasaan suaminya yang
mempunyai karakter pencemburu. Seperti yang diceritakan oleh Asma sendiri.
yaitu pada saat Asma membawa biji- biji
gandum dikepalanya dan beliau berjumpa dengan rosulullah kemudian
Rosululloh menawarkan boncengan padanya , aku malu dan aku sadar bahwa suamiku
juga pencemburu, Rosululloh pun tahu bahwa aku malu maka beliaupun menjauh.
Kejadian itu aku ceritakan pada suamiku dan suamiku berkata demi alloh engkau
memikul biji –biji gandum lebih membuatku cemburu daripada kamu mengendarai
unta bersama rosululoh. Begitulah seharusnya muslimah sekarang.
Selain itu beliau membantu dan melayani kebutuhan suaminya
dengan tulus tanpa mengeluh sampai bapaknya Abu bakar mengirimkanya seorang
budak ununtuk membantu tugasnya sampai Asma merasa seperti merdeka. Itu mungkin
karena kasih sayang orang tua terhadap anaknya.
Beliau dijuluki dengan
dzatun nithaqain (wanita yang mempunyai dua ikat pinggang). Asma dijuluki
seperti ini karena dia pernah menyobek ikat pinggangnya menjadi dua sebagai
pengikat perbekalan Rasulullah dan Abu Bakar disaat hendak berhijrah dari
Mekkah ke Madinah. Kemudian Rasulullah bersabda bahwa kelak kelah
dijannah Asma akan mendapatkan gantinya berupa ikat pinggang di dalam jannah.
Kisah ini disebutkan oleh Imam Bukhari dalam shohihnya.
Kisah Asma tersebut memberi pelajaran
kepada kita ununtuk mengorbankan apapun dijalan Allah meskipun itu sesuatu yang
sangat kita butuhkan. Hikmah lainnya adalah bahwa Allah akan mengganti
pengorbanan kita tersebut dengan yang lebih baik. Bisa jadi didunia, atau bisa
jadi diakhirat.
Asma pun ikut berhijrah ke
Madinah.Kepergiannya ke Madinah adalah disaat dia sedang hamil tua, yakni
ketika mengandung Abdulah Bin Zubair. Sampai akhirnya Asma melahirkan Abdullah
bin Zubair di Quba. Abdullah bin Zubair adalah bayi pertama yang lahir pasca
hijrahnya kaum muslimin ke kota Madinah.
Asma termasuk shahabiyah yang sangat dermawan.Dia
tidak selalu mensedekahkan hartanya meskipun sedikit, tapi dia melakukannya
dengan rutin.Dalam hal ini dia pernah berkata, “berinfaklah kalian dan
bersedekahlah.Jangan kalian menunggu berlebihnya uang.Jika kalian menunggu
kelebihan harta niscaya kalian takkan memiliki kelebihan sedikitpun.Sedangkan
jika kalian menyedekahkannya maka kalian takkan merasa kehilangan harta
itu”.Bahkan dikisahkan juga bahwa disaat menderita sakit Asma memerdekakan
budaknya.
Asma rajin shalat malam. Bahkan
dikisahkan dari Zubair bin Awwam suaminya, Asma mengerjakan shalat malam dan
terus berdoa serta menangis dari sejak Zubair terbangun tengah malam hingga dia
kepasar dan kembali ke rumah.
Beliau tidak hanya rajin menjalin
hubungan ibadah kepada Allah saja. Namun disisi lain beliau juga bersemangat
menjalin silaturahim meskipun kepada ibunya yang masih kafir. Sehingga turunlah
ayat 8 dari surat Mumtahanah.
Asma juga berperan serta dalam dunia
keilmuan.Banyak diantara tabiin yang meriwayatkan hadits darinya.Adz Dzahabi
sendiri menyebutkan bahwa di termasuk orang yang mampu menakwilkan mimpi.
Kemampuan ini didapatkannya dari ayahnya Abu Bakar As Siddiq.
Kesabaran yang sempurna dimiliki oleh
Asma binti Abu Bakar. Terbukti ketika dia bersama putranya Abdullah bin Zubair
yang berkuasa atas daerah HIjaz, Yaman, Irak dan Khurasan serta Ka’bah. Disaat
kekuasaannya mulai berkurang, dan kekalahan diujung mata, Zubair meminta petuah
kepada ibunya.Diantara petuahnya adalah bahwa Asma tidak ingin mati, karena
ingin melihat antara kesyahidan Zubair dimedan jihad atau kemuliaanya diatas
kemenangan.Bahkan disaat hendak berperang Asma menasehati anaknya sehingga dia
melepas baju besinya. Dan disaat Zubair takut dicincang oleh Al Hajjaj, Asma’
pun berkata “Sesungguhnya kambing itu ketika sudah disembelih tidak lagi
merasakan sakitnya dicincang”.
Beliau meninggal beberapa hari
sepeninggal syahidnya Abdullah bin Zubair yang disalib di puncak bukit.
Abdullah sendiri menemui kesyahidannya pada tanggal 17 Jumadal Ula 73
Hijriyah.Dan Adz Dzahabi berkata, “dia adalah yang terakhir dari kalangan
Muhajirin yang meninggal”.
7. Sumayyah binti Khubbath
Beliau dikenal dengan awwalusy syuhada’ fii islam, syahidah
pertama dalam islam. Nama lengkapnya adalah Sumayyah binti Khubbath. Beliau
bekas budak Abu hudzaifah. Dia adalah ibunda ammar bin Yasir.suaminya adalah
Yasir sekutu Abu Hudzaifah.Sumayyah melahirkan anak pertamanya kemudian Abu Hudzaifah
memerdekakannya. Setelah islam datang Amar masuk islam kemudian mengajak orang
tuanya dan keluarga ini akhirnya menjadi pelopor yang masuk islam pada masa
awal dakwah. Tetapi dengan keislaman mereka merekapun harus mendapat siksaan
yang amat berat dari kaum quraisy.Tetapi sungguh Allah telah meneguhkan hati
mereka.Mereka tidak menyerah dan tetap bersabar.Hingga saat Rosululloh melewati
rumah keluarga Yasir yang saat itu sedang disiksa. Beliau bersabda,
“bersabarlah wahai keluarga Yasir,
sungguh tempat kembali yang dijanjikan Alloh untuk kalian adalah jannah”.
Mendengar sabda Rosululloh itu sungguh gembiralah hati keluarga Yasir.Semakin
kuatlah keislaman mereka, hingga pada puncaknya Abu Jahl menusukan tombaknya
kearah kemaluan Sumayyah hingga menembus duburnya. Ketika itu Sumayyah
melafadzkan kalimat kalimat tauhid, matanya bersinar cerah memandang dengan
kelembutan dan kasih sayang kelangit, kemudian mengucapkan apa yang telah
disabdakan oleh Rosululloh, “sabarlah wahai keluarga Yasir, bersabarlah wahai
duhai keluarga Yasir, sungguh tempat kembali kalian adalah jannah”.
Demikinlah seharusnya sikap seorang
muslim, bersabar dan mengharapkan pahala dari sisi Alloh, ridho dan mengetahui
bahwa dia pasti diuji sepanjang hidupnya. Seperti dalam al qur’an surat al mulk
ayat 2 yang artinya , “dialah yang menciptakan kematian dan kehidupan ini untuk
menguji kalian, siapa diantara kalian yang lebih bagus amalnya”.
Seorang muslim tidak akan mencapai
kebaikan iman sampai dia mampu mengorbankan diri, harta, umur, kehidupan, nyawa, dan jasadnya dijalan
Rabbnya. Bila sudah mencapai kebaikan dan iman maka Alloh akan mengumpulkan kita
bersama dengan orang-orang sholeh dijannah. Inilah yang telah dilakukan
Sumayyah, ibunda Ammar, beliau adalah wanita yang mati syahid didalam islam
8. Ummu 'Ammarah Nusaibah binti Ka'ab
Julukannya adalah rafiqatur rosulillah fil jannah, teman
Rosululloh di jannah. Nama lengkapnya adalah Nusaibah binti Ka’ab bin Amr bin
Auf bin Mabdzul Al Anshariyah al khazrajiyyah. Ummu ‘Ammarah ikut serta dalam
malam baiat aqabah, dia juga ikut serta dalam perang uhud, perjanjian
hudaibiyyah, perang hunain, dan perang yamamah. Diriwayatkan
darinya sejumlah hadits, dan tangannya
putus di medan jihad. Ummu ‘Ammarah menikah dengan Zaid bin ‘Ashim al Mazini An
Najjari dan darinya dikaruniai 2 putra yaitu Abdullah dan Habib. Sesudah
kematian Zaid Ummu ‘Ammarah menikah lagi
dengan Ghaziyyah bin Amr An Najjari dan melahirkan puteri yang bernama Khaulah.
Ummu ‘Ammarah termasuk wanita yang
awal masuk islam. Seperti yang dijelaskan tadi beliau turut terjun langsung
dalam medan jihad dan melaksanakan berbagai tugas. Lihatlah saat diperang uhud.
Beliau terjun kemedan perang membela Nabi Muhammad saat kaum muslimin terpecah
konsentrasinya dikarenakan barisan pemanah tidak taat pada rosul yang
mengakibatkan kaum muslim terdesak. Ummu ‘Ammarah langsung mengambil pedang dan
perisai lalu berdiri disamping Rosululloh guna melindungi beliau dengan dirinya
sendiri. Kemudian dibantu suami, anaknya dan yang lain yang jumlahnya kecil
tidak ada 10 orang. Sungguh keberanian yang luar biasa.
Lihatlah bagaimana dia memberi semangat
jihad pada puteranya yang dalam perang puteranya terluka lalu Ummu ‘Ammarah
membalut luka puteranya kemudian berkata,”bangkitlah anakku, seranglah musuh
kembali”.Sampai nabi Muhammad bersabda, “siapa yang mampu melakukan seperti
yang apa yang kau lakukan, wahai Ummu ‘Ammarah”.
Kemudian saat musuh yang telah melukai
puteraku itu datang padaku, aku menghadangnya dan kutebas betisnya hingga ia
tertunduk lunglai. Hingga Rosululloh tersenyum dan tampak gigi gerahamnya.
Ummu ‘Ammarah juga mencontohkan
keteladanan yang lain yaitu kesabarannya saat mendengar kesyahidan puteranya
Hubaib yang telah syahid, dibunuh oleh Musailamah al Kadzdzab yang mengaku
nabi, yang mana beliau diutus baginda rosul untuk memperingatkan Musailamah
tetapi malah beliau dibunuh dan tubuhnya dipotong-potong.
Saat mendengar kesyahidan puteranya
dia tetap tegar dan bersabar.Beliau bernadzar bahwa dirinya siap mati untuk
membunuh Musailamah atau dia terbunuh sebagai syahid.
Lihatlah saat di perang yamamah, Ummu
‘Ammarah juga ikut, walaupun saat itu jasmaninya sudah tua, tubuhnya telah
renta, fisiknya tak berdaya tetapi dia tetap ikut jihad ditemani puteranya
Abdullah.Abu Bakr yang tahu nadzar Ummu ‘Ammarah tidak bisa menolak Ummu
‘Ammarah untuk ikut jihad.Dalam perang yamamah itulah akhirnya Musailamah
terbunuh dan Ummu ‘Ammarah lega dan tenang.Ditambah puteranya ikut andil dalam
membunuh Musailamah yang buruk dan busuk tersebut. Kemudian Ummu ‘Ammarah
bersyukur kepada Rabbnya karena telah membantunya untuk menunaikan nadzar dan
melaksanakan sumpahnya.
Tak lama setelah pulang dari perang
yamamah Ummu ‘Ammarah menderita sakit parah akibat luka dipundaknya yang dia
derita pada perang uhud.Demamnya makin tinggi yang akhirnya beliau menghadap
kepada Rabbnya. Saat sakaratul maut, dia mencium bau jannah yang semerbak wangi
dan beliau terngiang-ngiang di telinganya kata- kata Rosululloh yang
mendoakanya, “ ya Alloh jadikanlah mereka teman – teman dekatku di jannah”.
Subhanallah.
9. UmmuHisyam binti Haritsah
Beliau adalah muslimah
peserta baiat ridwan. Nama lengkapnya adalah Ummu Hisyam binti Haritsah bin
Nu’man An Najjariyyah.Dia termasuk orang awal yang masuk islam begitu juga
semua anggota keluarganya. Ayahnya adalah seorang sahabat yang terkemuka. Ibnu
Sa’ad menceritakan bahwa Ummu Hisyam dan saudara – saudara perempuannya ikut
serta membaiat Rosululloh pada baiat ridwan. Ini
merupakan keutaman yang tertinggi yang dimiliki Ummu Hisyam atau siapa saja
karena Nabi Muhammad telah bersabda tentang
orang – orang yang ikut serta pada baiat ridwan, “tidak akan masuk
neraka seorangpun yang dari kalangan mereka yang berbaiat dibawah pohon ini.” [
shahih muslim, dari Ummu Mubasysyir]
Keluarga Haritsah bergembira menjadi
tetangga Rosululloh saat Rosululoh tiba di Madinah dan tinggal di rumah Ayyub
Al Anshari.Rosululloh adalah sebaik – baik tetangga.Ummu Hisyam adalah wanita
yang bersemangat dalam mencari ilmu sehingga dia menjadi hafidzah dan ahli
hadits wanita. [muhadditsah]
Semangat inilah yang harus kita
teladani.Mencari ilmu, belajar dan belajar. Nabi Muhammad bersabda, “ barang
siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Alloh akan pasti memudahkan
untuknya jalan ke jannah, sesungguhnya para malaikat meletakan sayapnya sebagai
bentuk keridhoan pada penuntut ilmu. Sesungguhnya orang berilmu itu akan
dimohonkan ampunan oleh siapa saja yang ada dilangit dan siapa saja yang ada di
bumi, termasuk ikan - ikan yang ada di dalam air. Keutamaan orang yang berilmu
dibandingkan orang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan dibandingkan
seluruh bintang.Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi dan
sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanya
mewariskan ilmu.Barangsiapa yang mengambilnya maka dia mengambil bagian yang
sempurna. [hadits yang diriwayatkan oleh Abu dawud [3/3641], At Tirmidzi [
5/2682] dan Ibnu Majah [ 1/223] dari hadits Abu Darda’ dan isnadnya shahih]
10. Kabsyah binti Raff [UmmuSa'ad]
Nama lengkapnya adalah Kabsyah binti
Rafi’ bin Muawiyah bin Ubaid bin Al Abjar Al Anshariyah Al Khidriyah. Suaminya
Mu’adz bin Nu’man Al Syahali yang diantara anaknya adalah Sa’ad bin Mu’adz yang
‘Arsy Ar Rahman terguncang karena kematianya. Iya Kabsyah adalah ibunda dari
Sa’ad bin Mu’ad Kabsyah merupakan salah seorang
wanita pertama kali yang membaiat Rosululloh.
Kabsyah begitu sabar dan ridho saat
mendengar kabar bahwa puteranya Amr bin Mu’adz syahid saat di perang uhud.
Ketika sa’ad meninggal karena luka di kedua matanya yang kena panah, Ummu Sa’ad
menangis, lalu Rosululloh bersabda,”semua wanita menangis didustakan kecuali
Ummu Sa’ad. Kemudian Ummu Sa’ad dihibur Rosululloh dengan berita gembira yaitu
dari Jabir bin Abdullah bahwa Rosululloh bersabda, “arsy ar rahman berguncang
karena kematian Sa’ad bin Mu’adz. Terhiburlah hati Ummu Sa’ad”.
11.
Fathimah binti Rasulullah
Julukannya adalah Sayyidah
Nisau Ahlil Jannah yaitu penghulu sekalian wanita penghuni jannah Dia puteri
Rosululloh. Dia dilahirkan 5 tahun sebelum diutusnya Muhammad sebagai rosul.
Ibundanya adalah Khadijah binti Khuwailid Ummul mukminin pertama. Fatimah
disusui sendiri oleh ibunya, sehingga dia meniru berbagi kemuliaan akhlak dari
ibundanya, antara lain: rasa malu, kelemah lembutan, keperwiraan diri,
suci, adab dan akhlak yang baik. Beliau putri Rasul yangt paling mirip dengan
beliau.Setelah ibundanya wafat, Fatimah menggantikan posisi ibunya.Sehingga
sampai dia dikenal dengan sebutan ibu dari ayahnya (Ummu Abiha atau ibu nabi
(Ummun Nabi)).
Fathimah sangat mencintai ayahnya dan gigih membela ayahnya..pernah
dalam hadits riwayat muslim disebutkan …..saat Rosululloh sholat kemudian Uqbah
bin Abi Mu’ith mengotori punggung Rosululloh, lalu Fatimah datang dan
membersihkan punggung ayahnya dan mendoakan buruk terhadap yang melakukan hal
tersebut kepada ayahandanya tercinta…
Fathimah menempati kedudukan khusus
dihati Rosululloh.dari Miswar bin Makhramah bahwa Nabi Muhammad bersabda,
“Fathimah adalah bagian dari diriku, maka siapa saja yang membuat marah dia
berarti di membuatku marah”.[shahih bukhori dan shahih muslim]
Suaminya adalah Ali bin Abi Tholib.
Mereka menikah tahun ke 2 hijrah.Semua pekerjaan rumah dkerjakan fathimah
sendiri.Misal menggiling gandum sendiri, mencari air dengan ember sendiri,
memasak, menyapu dan sebagainya.
Fathimah pernah meminta pembantu pada
Rosululloh namun rosul tidak memberikanya.Dalam riwayat Al Bukhori rosululoh
bersabda, “maukah kuajarkan kepada kalian berdua sesuatu yang lebih baik
daripada apa yang kalian minta itu. Fathimah dan ali menjawab, “mau”.
Dalam riwayat Bukhori Rosululloh
bersabda,”apabila kalian hendak tidur maka ucapkanlah takbir 33 kali, ucapkan
tasbih 33 kali, ucapkan tahmid 33 kali”.
Ujian terberat bagi fathimah adalah wafatnya
Nabi Muhammad. Rosululloh pernah membisikan sesuatu ketelinga Fathimah yang
membuat fathimah menangis yaitu bahwa dialah yang pertama kali dari keluarga
rosul yang akan menyusul Rosululloh kemudian beliau membisikan lagi ketelinga
fathimah dan fathimahpun tersenyum, yaitu bahwa fathimah akan menjadi pemimpin
wanita penghuni jannah atau pemuka wanita mukminin.
Dalam mempelajari siroh nabi kita ini selain sudah dibahas tentang
ummahatul mukminin perlu juga kita bahas tentang para shohabiyyah lain yang tujuannya tidak lain adalah untuk mdptkan figur wanita muslimah yang sejati yang mana
sekarang banyak wanita yang menjadikan
para aktris sebagai figurnya,sehingga bagaimana cara mereka berpakaian,berdandan bahkan semua
gaya hidup para artis ditiru padahal begitu jauh dari apa yang diajarkan oleh agama kita. Misal berpakaian yang
menyerupai laki laki atau berpakaian tapi hakekatnya telanjang, bahkan tidak menutup aurat, berdandan layaknya orang jahiliyah
dan masih banyak lagi.
Mudah-mudahan dengan kita melihat sekilas tentang siroh para shohabiyah ini
bisa menyadarkan kita dan bangkit kembali untuk kembali pada jalan ketauhidan
ini dan bisa meneladani sifat-sifat mereka. Aamiin.
Para shohabiyah yang akan kita pelajari
antara lain;
1.
Halimah As Sa'diyyah
2.
UmmuSulaim
3.
UmmuHaram binti Milhan
4.
UmmuAimanBarkah binti Tsa'labah
5.
Fathimah binti Asad
6.
Asma' binti AbuBakar
7.
Sumayyah binti Khubbath
8.
Ummu 'Ammarah Nusaibah binti Ka'ab
9.
UmmuHisyam binti Haritsah
10.
Kabsyah binti Raff [UmmuSa'ad]
11.
Fathimah binti Rasulullah
Mari kita kupas satu persatu.
Bismillah...
1. Halimah As Sa'diyyah
Beliau adalah ibunda
susuan Rosulullah. Beliau dari bani sa'ad. Nama
lengkapnya halimah binti AbuDzuaib.Beliau menyayangi rosulullah melebihi anaknya sendiri.
Seandainya tidak ada peristiwa yang membuat Halimah khawatir terhadap keselamatan Rosululloh niscaya Halimah akan
meminta pada ibunda rosul siti aminah untuk terus menjadi ibu susuannya.Yaitu peristiwa dimana saat masih kecil rosul didatangi 2 orang yang tidak dikenal kemudian mereka membelah
dada Nabi Muhammad. Mereka berdua adalah malaikat yang diutus alloh
ununtuk membersihkan hati rosulullah.Beliau masuk islam saat sesudah diutusnya
rosulullah.
2. UmmuSulaim
Beliau adalah ibunda
pelayan rosulullah Anas bin Malik. Nama lengkapnya
adalah Ummu Sulaim binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub Al Anshariyah. Beliau menjadi
salah satu pelopor orang yang masuk islam.
Saat masuk islam beliau ditentang oleh suaminya Malik bahkan
suaminya sangat marah yang akhirnya suaminya dibunuh musuhnya saat dijalan. Setelah suaminya
meninggal Ummu Sulaim berucap aku
tidak akan menyapih Anas sampai dia
meninggalkan tetekku, dan aku tidak
akan menikah sampai anakku menyuruh untuk
itu.
Beliau menjadikan
puteranya untuk menjadi pelayan Nabi Muhammad.
Dan Anas pun melayani Rosululloh
serta mempelajari akhlak dan ilmu dari beliau.
Kemudian Ummu Sulaim
menikah lagi dengan Abu Thalhah dengan mahar yang paling mulia dan paling mahal yaitu islam. Ya maharnya adalah Thalhah harus masuk islam dulu. Sungguh bukti keteguhan dien yang sangat kuat. Sikap ini perlu kita
teladani dalam keadaan apapun
hal yang prinsip apalagi dien tetap harus kita pegang jangan sampai kita menjual agama kita hanya karena
harta,dan sebagainya.
Rosululloh sering
berkunjungan ke rumah Ummu Sulaim dan mendoakannya juga
mendoakan anaknya Anas.
Rumah tangga Ummu Sulaim dan Thalhah adalah contoh
rumah tangga yang harmonis dan penuh berkah.
Kecintaan Ummu Sulaim
terhadap rosulnya begitu mendarah daging sampai sampai beliau mencari
keberkahan dari keringat Rosululloh yang beliau jadikan minyak wangi
ununtuknya, menyimpan rambut Rosululloh. Subhanallah bila bukan karena cintanya yang begitu kepada utusan alloh yang mulia
ini niscaya Ummu Sulaim tidak akan melakukan hal semacam itu.
Beliau mencontohkan
bagaimana sikap kita seharusnya terhadap tamu yaitu memuliakan tamu.
Keteladanan lain yang
bisa kita ambil adalah bagaimana sikap beliau saat diuji Allah dengan
meninggalnyaanaknya dan cara beliau memberitahukan kabar kematian anaknya
kepada suaminya yang baru pulang dari safar, seperti yang dikisahkan oleh Anas
bin Malik dalam haditsnya. Dalam hadits tersebut diceritakan bahwa tatkala
anaknya meninggal disaat suaminya pergi berperang, Ummu Sulaim berpesan pada
saudaranya agar berita kematian anaknya ini jangan diberitahukan kepada Abu
Thalhah, agar Ummu Sulaim sendiri yang menyampaikan berita ini pertama kali.
Benarlah, saat suaminya datang beliau menjamu dan
melayani suaminya hingga suaminya benar-benar merasa puas barulah Ummu Sulaim mengkabarkan kematian anaknya.
Seketika itu Abu Thalhah marah kepada Ummu Sulaim dan keesokannya Abu Thalhah menceritakan kejadian ini kepada Rosululloh dan justru Rosululloh memuji sikap Ummu Sulaim bahkan
Rosululloh mendoakan keduanya dan mereka akhirnya diberi ganti mempunyai keturunan yang banyak. Ada riwayat yang mengatakan jumlahnya 9 anak dan
semua hafidh al qur'an.Subhanallah.
Beliau juga mendapat
kabar gembira dari Rosululloh berupa jannah seperti dalam hadits yang
diriwayatkan oleh muslim 2457.
3. UmmuHaram binti Milhan
Nama lengkapnya adalah
Ummu haram binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin Najar. Beliau
adalah seorang anshor dari Bani Najar, saudara Ummu Sulaim.
Dia adalah bibi dari
pelayan Rosululloh Anas bin Malik
Suaminya adalah Amr bin Qois bin Zaid. Anak laki – lakinya adalah Qois bin Amr, mereka berdua ikut menyertai Rosululloh dalam perang uhud dan keduanya
syahid dalam perang tersebut.
Kemudian Ummu Haram menikah dengan Ubadah bin Shamit. Dan dengannya mempunyai anak yang bernama Muhammad bin Ubadah bin Shamit.
Ummu Haram adalah wanita yang hafal al qur'an, dan telah meriwayatkan sejumlah
hadits dari Rosululloh. Suaminya juga
meriwayatkan hadits darinya demikian juga para keponakannya misalnya Anas bin
Malik, umair bin Aswad, Atha' bin Yasar. Ya'la bin Syaddad bin Aus juga meriwayatkan hadits darinya.Subhanallah.
Rosululloh begitu
memuliakanya, beliau sering berkunjung kerumahnya bahkan sampai tertidur di rumahnya.
Walaupun Ummu Haram
adalah seorang wanita tapi beliau bercita – cita ingin mendapatkan kesyahidan
di jalan Nya, lalu Rosululloh mengkabarkan kepadanya bahwa dia akan mendapatkan
kesyahidan. Seperti yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-
bukhori [2788,2789], muslim[1912] dan tirmidzi [1645 ], yang isinya bahwa
beliau syahid terjatuh dari tungganganya.
4. UmmuAimanBarkah binti Tsa'labah
Beliau adalah pengasuh
dan bekas budaknya Rosululloh. Nama lengkapnya Barakah binti Tsa'labah bin Amr
bin Hisn bin Malik bin Salman bin Amr bin Nu'man.
Setelah ibunda Rosululloh
meninggal Rosululloh dipelihara oleh kakeknya yang bernama Abdul Muntholib. Dan
beliau mempercayakan Ummu Aiman untuk merawat cucunya. Dan Ummu Aiman menjadi pengasuh
sebaik- baik pengasuh ununtuk sebaik – baik manusia.
Rosululloh tumbuh dan
berkembang dalam asuhan Ummu Aiman sampai beliau dewasa bahkan sampai beliau
menikah dengan khodijah. Dan tatkala Rosululloh menikah dengan khodijah,
Ummu Aiman dimerdekakan dan kemudian menikah dengan Ubaid bin Harits Al Khazraji yang dengannya mempunyai anak yang bernama Aiman.
Beliau masuk islam ketika
Rosululloh telah diangkat utusan-NYA,akan tetapi suaminya Ubaid bin Harits
tidak mau masuk islam sehingga mereka bercerai dan kemudian Ummu Aiman menikah
lagi dengan Zaid bin Haritsah [awalnya budak khodijah yang dihadiahkan kepada
Rosululloh dan Rosululloh memerdekanya. Dan beliau disebut yang tercinta ]. Dan
dengannya melahirkan anak yang bernama Usamah bin Zaid.
Ummu Aiman menempati
kedudukan dan posisi istimewa di hati Rosululloh karena beliau telah merawat Rosululloh dengan penuh kasih sayang dan kelembutan
bahkan lebih mengutamakan Rosululloh daripada anak- anaknya sendiri.
Ummu Aiman juga ikut dalam jihad yakni pada perang uhud. Beliau bertugas sebagai tim medis
dalam perang khaibar juga.
Kemudian beliau diuji
Allah dengan kesyahidan suami tercintanya Zaid bin Haritsah dalam
pasukan ekspedisi mu'tah. Yang mana Rosululloh telah menyampaikan berita nasib Zaid, Ja'far bin Abi Thalib 'Abdullah bin Rawahah kepada
kaum muslimin bahwa mereka akan syahid sebelum berita mereka akan berperang.
Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh al bukhori
[7/585] al-maghazi. Kemudian dalam perang hunain beliau diuji alloh lagi dengan
kesyahidan puteranya yang bernama Aiman.Tetapi Ummu Aiman tetap bersabar dalam menghadapi semua ujian itu dan hanya mengharap pahala dari Allah sebagaimana beliau
bersabar dan mengharapkan pahala saat suaminya menjadi syahid.
Beliau sangat sedih saat
Rosululloh wafat, dan menangis karena wahyu dari langit sudah berhenti. Subhanallah begitu besarnya cintanya padaAlloh dan rosulNYA.
5. Fathimah binti Asad
Julukannya adalah Ummu Ba'da Ummi Rosululloh yang artinya ibu sesudah
ibu kandung Rosululloh saw. Nama lengkapnya adalah Fathimah binti Asad bin Hasyim bin Abdi Manaf. Beliau adalah isteri sekaligus sepupu
paman Rosululloh yaitu AbuTholib.
Keutamaan Fathimah binti Asad yang lain adalah ;
·
ibunda dari Ali bin Abi
Tholib seorang penunggang kuda terbaik yang pernah ada, pahlawan paling
perkasa, singa yang paling kuat, juga sebagai kholifah rosyidah ke empat
·
beliau juga ibunda dari
Ja'far bin Abi Tholib sang pahlawan yang menggapai kesyahidan yang nabi
melihatnya terbang dengan dua sayapnya menuju jannah bersama para malaikat.
Sahabat yang syahid dalam ekspedisi mu'tah yang
djuluki 'burung'
·
keutamaan lain adalah
beliau juga menjadi mertua Fathimah Az- Zahra binti Rosululloh
·
beliau juga sebagai nenek
dari dua pemuda penghuni jannah yakni hasan dan husain.
Fathimah binti Asad
merawat nabi dengan penuh kasih sayang, kelembutan dan mendahulukan Rosululloh
daripada anak-anaknya apalagi begitu besarnya keberkahan yang dirasakan
keluarga Abu Tholib ini saat memelihara Nabi Muhammad. Semakin besar cintanya
kepada Muhammad kecil sampai-sampai waktu makan dan minum Nabi Muhammad diminta
duluan baru kemudian anak-anaknya karena jika Rosululloh yang dahulu makan dan
minum maka semua keluarga akan merasa kenyang walaupun hanya makan dan minum
sedikit. Sungguh keberkahan yang luar biasa. Padahal saat itu keluarga Abu Tholib termasuk keluarga yang miskin dan banyak anak.
Lihatlah bagaimana beliau mencintai dan merawat anak yatim
yang tidak lain baginda Rosululloh dengan penuh kasih sayang meskipun hidupnya
dalam kondisi yang pas- pasan. Itu bukanlah hal yang mudah dan itu adalah
keteladanan yang bisa kita ambil dari beliau.
Fathimah termasuk salah
seorang wanita pertama yang ikut masuk
agama Allah. Adapun suaminya tidak mau masuk dalam agama Alloh dan menyampaikanya dengan lembut tetapi dia juga tidak mencegahnya.
Dan semua anak anaknya masuk agama islam.
Saat terjadi pemboikotan
kaum quraisy terhadap bani hasyim dan bani mutholib selama 3 tahun. Beliau dan
kaumnya begitu sabar menghadapinya sampai sampai hanya makan daun daunan.
Begitu besar kesabaran mereka dan kokohnya keyakinan mereka sehingga membuat
kaum quraisy berputus asa. Dan akhirnya pemboikotan itu dihentikan dan kaum muslimin pun keluar dari lembah pada tahum kesepuluh
sesudah diutusnya
Rosululloh. Dan pada tahun ini wafatlah isteri beliau tercinta khodijah binti
khuwailid, kemudian disusul pamannya Abu Tholib. Sungguh ujian yang berat ditambah lagi
tekanan dari kaum quraisy yang makin ganas dan menyakitkan hingga akhirnya ada
perintah ununtuk hijjrah ke yastrib.
Fathimah bin Asad wafat dan dimakamkan di madinah an munawarah. Pelajaran yang bisa
dipetik dari kisah fatimah bin asad antara lain;
1.
memelihara anak yatim
Pemeliharaan anak yatim adalah merupakan
bentuk jaminan sosial dan begitu banyak mendatangkan manfaat bagi yang
memelihara. Seperti dikatakan dalam
hadits dari sahl bahwa Rosululloh bersabda, “aku dan orang yang memelihara anak yatim di janah seperti ini.beliau
berisyarat dengan kedua jari beliau yaitu jari telunjuk dan jari
tengah,kemudian beliau meregangkan antara keduanya”.[shahih bukhori 4998 dan shahih muslim 2983]
2.
Sabar dalam
menghadapi musibah
3.
Memberikan contoh
menjalin hubungan yang hangat dengan menantu
4.
Komitmen memenuhi
janji
6. Asma' binti AbuBakar
Dia adalah Ummu abdillah,
Asma'binti Abu Bakr
Abdullah bin Utsman.
Julukannya adalah Dzatun Nithaqain (pemilik 2 ikat pinggang). Suaminya adalah Zubair bin Awwan pembela Rosululloh. Anaknya adalah Abdullah bin Zubair seorang ulama, ahli
ibadah dan seorang mujahid. Saudaranya adalah
'Aisyah As Shiddiqah, Abdurahman, dan Abdullah. Suami
saudaranya adalah baginda rosulullah.Maka cukuplah semua itu menjadi keutamaannya.Dia dilahirkan di Makkah 17 tahun
sebelum hijrah. Dia termasuk golongan awal yang masuk islam.
Dia menikah sebelum hijrah dengan Zubair bin Awwam [termasuk 10 orang yang dijamin masuk surga ]. Zubair adalah seorang
pemuda yang miskin tetapi Asma tidak melihat
dari segi statusnya namun beliau
lebih mementingkan akhirat dari pada dunia. Begitulah seharusnya sikap yang
harus dipraktekkan oleh setiap
yang percya dan merindukan perjumpaan dengan Alloh.
Teladan yang bisa diambil
dari seorang Asma antara lain sifat malu yang ada padanya, beliau berusaha
menjaga rasa malu itu dan menjaga kehormatan dan perasaan suaminya yang
mempunyai karakter pencemburu. Seperti yang diceritakan oleh Asma sendiri.
yaitu pada saat Asma membawa biji- biji
gandum dikepalanya dan beliau berjumpa dengan rosulullah kemudian
Rosululloh menawarkan boncengan padanya , aku malu dan aku sadar bahwa suamiku
juga pencemburu, Rosululloh pun tahu bahwa aku malu maka beliaupun menjauh.
Kejadian itu aku ceritakan pada suamiku dan suamiku berkata demi alloh engkau
memikul biji –biji gandum lebih membuatku cemburu daripada kamu mengendarai
unta bersama rosululoh. Begitulah seharusnya muslimah sekarang.
Selain itu beliau membantu dan melayani kebutuhan
suaminya dengan tulus tanpa mengeluh sampai bapaknya Abu bakar mengirimkanya
seorang budak ununtuk membantu tugasnya sampai Asma merasa seperti merdeka. Itu
mungkin karena kasih sayang orang tua terhadap anaknya.
Beliau dijuluki dengan
dzatun nithaqain (wanita yang mempunyai dua ikat pinggang). Asma dijuluki
seperti ini karena dia pernah menyobek ikat pinggangnya menjadi dua sebagai
pengikat perbekalan Rasulullah dan Abu Bakar disaat hendak berhijrah dari
Mekkah ke Madinah. Kemudian Rasulullah bersabda bahwa kelak kelah
dijannah Asma akan mendapatkan gantinya berupa ikat pinggang di dalam jannah.
Kisah ini disebutkan oleh Imam Bukhari dalam shohihnya.
Kisah Asma tersebut memberi pelajaran
kepada kita ununtuk mengorbankan apapun dijalan Allah meskipun itu sesuatu yang
sangat kita butuhkan. Hikmah lainnya adalah bahwa Allah akan mengganti
pengorbanan kita tersebut dengan yang lebih baik. Bisa jadi didunia, atau bisa
jadi diakhirat.
Asma pun ikut berhijrah ke
Madinah.Kepergiannya ke Madinah adalah disaat dia sedang hamil tua, yakni
ketika mengandung Abdulah Bin Zubair. Sampai akhirnya Asma melahirkan Abdullah
bin Zubair di Quba. Abdullah bin Zubair adalah bayi pertama yang lahir pasca
hijrahnya kaum muslimin ke kota Madinah.
Asma termasuk shahabiyah yang sangat
dermawan.Dia tidak selalu mensedekahkan hartanya meskipun sedikit, tapi dia
melakukannya dengan rutin.Dalam hal ini dia pernah berkata, “berinfaklah kalian
dan bersedekahlah.Jangan kalian menunggu berlebihnya uang.Jika kalian menunggu
kelebihan harta niscaya kalian takkan memiliki kelebihan sedikitpun.Sedangkan
jika kalian menyedekahkannya maka kalian takkan merasa kehilangan harta
itu”.Bahkan dikisahkan juga bahwa disaat menderita sakit Asma memerdekakan
budaknya.
Asma rajin shalat malam. Bahkan
dikisahkan dari Zubair bin Awwam suaminya, Asma mengerjakan shalat malam dan
terus berdoa serta menangis dari sejak Zubair terbangun tengah malam hingga dia
kepasar dan kembali ke rumah.
Beliau tidak hanya rajin menjalin
hubungan ibadah kepada Allah saja. Namun disisi lain beliau juga bersemangat
menjalin silaturahim meskipun kepada ibunya yang masih kafir. Sehingga turunlah
ayat 8 dari surat Mumtahanah.
Asma juga berperan serta dalam dunia
keilmuan.Banyak diantara tabiin yang meriwayatkan hadits darinya.Adz Dzahabi
sendiri menyebutkan bahwa di termasuk orang yang mampu menakwilkan mimpi.
Kemampuan ini didapatkannya dari ayahnya Abu Bakar As Siddiq.
Kesabaran yang sempurna dimiliki oleh
Asma binti Abu Bakar. Terbukti ketika dia bersama putranya Abdullah bin Zubair
yang berkuasa atas daerah HIjaz, Yaman, Irak dan Khurasan serta Ka’bah. Disaat
kekuasaannya mulai berkurang, dan kekalahan diujung mata, Zubair meminta petuah
kepada ibunya.Diantara petuahnya adalah bahwa Asma tidak ingin mati, karena
ingin melihat antara kesyahidan Zubair dimedan jihad atau kemuliaanya diatas
kemenangan.Bahkan disaat hendak berperang Asma menasehati anaknya sehingga dia
melepas baju besinya. Dan disaat Zubair takut dicincang oleh Al Hajjaj, Asma’
pun berkata “Sesungguhnya kambing itu ketika sudah disembelih tidak lagi
merasakan sakitnya dicincang”.
Beliau meninggal beberapa hari
sepeninggal syahidnya Abdullah bin Zubair yang disalib di puncak bukit.
Abdullah sendiri menemui kesyahidannya pada tanggal 17 Jumadal Ula 73
Hijriyah.Dan Adz Dzahabi berkata, “dia adalah yang terakhir dari kalangan
Muhajirin yang meninggal”.
7. Sumayyah binti Khubbath
Beliau dikenal dengan awwalusy syuhada’ fii islam, syahidah
pertama dalam islam. Nama lengkapnya adalah Sumayyah binti Khubbath. Beliau
bekas budak Abu hudzaifah. Dia adalah ibunda ammar bin Yasir.suaminya adalah
Yasir sekutu Abu Hudzaifah. Sumayyah melahirkan anak pertamanya kemudian Abu Hudzaifah
memerdekakannya. Setelah islam datang Amar masuk islam kemudian mengajak orang
tuanya dan keluarga ini akhirnya menjadi pelopor yang masuk islam pada masa
awal dakwah. Tetapi dengan keislaman mereka merekapun harus mendapat siksaan
yang amat berat dari kaum quraisy.Tetapi sungguh Allah telah meneguhkan hati
mereka.Mereka tidak menyerah dan tetap bersabar.Hingga saat Rosululloh melewati
rumah keluarga Yasir yang saat itu sedang disiksa. Beliau bersabda,
“bersabarlah wahai keluarga Yasir,
sungguh tempat kembali yang dijanjikan Alloh untuk kalian adalah jannah”.
Mendengar sabda Rosululloh itu sungguh gembiralah hati keluarga Yasir.Semakin
kuatlah keislaman mereka, hingga pada puncaknya Abu Jahl menusukan tombaknya
kearah kemaluan Sumayyah hingga menembus duburnya. Ketika itu Sumayyah
melafadzkan kalimat kalimat tauhid, matanya bersinar cerah memandang dengan
kelembutan dan kasih sayang kelangit, kemudian mengucapkan apa yang telah
disabdakan oleh Rosululloh, “sabarlah wahai keluarga Yasir, bersabarlah wahai
duhai keluarga Yasir, sungguh tempat kembali kalian adalah jannah”.
Demikinlah seharusnya sikap seorang
muslim, bersabar dan mengharapkan pahala dari sisi Alloh, ridho dan mengetahui
bahwa dia pasti diuji sepanjang hidupnya. Seperti dalam al qur’an surat al mulk
ayat 2 yang artinya , “dialah yang menciptakan kematian dan kehidupan ini untuk
menguji kalian, siapa diantara kalian yang lebih bagus amalnya”.
Seorang muslim tidak akan mencapai
kebaikan iman sampai dia mampu mengorbankan diri, harta, umur, kehidupan, nyawa, dan jasadnya dijalan
Rabbnya. Bila sudah mencapai kebaikan dan iman maka Alloh akan mengumpulkan
kita bersama dengan orang-orang sholeh dijannah. Inilah yang telah dilakukan
Sumayyah, ibunda Ammar, beliau adalah wanita yang mati syahid didalam islam
8. Ummu 'Ammarah Nusaibah binti Ka'ab
Julukannya adalah rafiqatur rosulillah fil jannah, teman
Rosululloh di jannah. Nama lengkapnya adalah Nusaibah binti Ka’ab bin Amr bin
Auf bin Mabdzul Al Anshariyah al khazrajiyyah. Ummu ‘Ammarah ikut serta dalam
malam baiat aqabah, dia juga ikut serta dalam perang uhud, perjanjian
hudaibiyyah, perang hunain, dan perang yamamah. Diriwayatkan
darinya sejumlah hadits, dan tangannya
putus di medan jihad. Ummu ‘Ammarah menikah dengan Zaid bin ‘Ashim al Mazini An
Najjari dan darinya dikaruniai 2 putra yaitu Abdullah dan Habib. Sesudah
kematian Zaid Ummu ‘Ammarah menikah lagi
dengan Ghaziyyah bin Amr An Najjari dan melahirkan puteri yang bernama Khaulah.
Ummu ‘Ammarah termasuk wanita yang
awal masuk islam. Seperti yang dijelaskan tadi beliau turut terjun langsung
dalam medan jihad dan melaksanakan berbagai tugas. Lihatlah saat diperang uhud.
Beliau terjun kemedan perang membela Nabi Muhammad saat kaum muslimin terpecah
konsentrasinya dikarenakan barisan pemanah tidak taat pada rosul yang
mengakibatkan kaum muslim terdesak. Ummu ‘Ammarah langsung mengambil pedang dan
perisai lalu berdiri disamping Rosululloh guna melindungi beliau dengan dirinya
sendiri. Kemudian dibantu suami, anaknya dan yang lain yang jumlahnya kecil
tidak ada 10 orang. Sungguh keberanian yang luar biasa.
Lihatlah bagaimana dia memberi
semangat jihad pada puteranya yang dalam perang puteranya terluka lalu Ummu
‘Ammarah membalut luka puteranya kemudian berkata,”bangkitlah anakku, seranglah
musuh kembali”.Sampai nabi Muhammad bersabda, “siapa yang mampu melakukan
seperti yang apa yang kau lakukan, wahai Ummu ‘Ammarah”.
Kemudian saat musuh yang telah melukai
puteraku itu datang padaku, aku menghadangnya dan kutebas betisnya hingga ia
tertunduk lunglai. Hingga Rosululloh tersenyum dan tampak gigi gerahamnya.
Ummu ‘Ammarah juga mencontohkan
keteladanan yang lain yaitu kesabarannya saat mendengar kesyahidan puteranya
Hubaib yang telah syahid, dibunuh oleh Musailamah al Kadzdzab yang mengaku
nabi, yang mana beliau diutus baginda rosul untuk memperingatkan Musailamah
tetapi malah beliau dibunuh dan tubuhnya dipotong-potong.
Saat mendengar kesyahidan puteranya
dia tetap tegar dan bersabar.Beliau bernadzar bahwa dirinya siap mati untuk
membunuh Musailamah atau dia terbunuh sebagai syahid.
Lihatlah saat di perang yamamah, Ummu
‘Ammarah juga ikut, walaupun saat itu jasmaninya sudah tua, tubuhnya telah
renta, fisiknya tak berdaya tetapi dia tetap ikut jihad ditemani puteranya
Abdullah.Abu Bakr yang tahu nadzar Ummu ‘Ammarah tidak bisa menolak Ummu
‘Ammarah untuk ikut jihad.Dalam perang yamamah itulah akhirnya Musailamah
terbunuh dan Ummu ‘Ammarah lega dan tenang.Ditambah puteranya ikut andil dalam
membunuh Musailamah yang buruk dan busuk tersebut. Kemudian Ummu ‘Ammarah
bersyukur kepada Rabbnya karena telah membantunya untuk menunaikan nadzar dan
melaksanakan sumpahnya.
Tak lama setelah pulang dari perang
yamamah Ummu ‘Ammarah menderita sakit parah akibat luka dipundaknya yang dia
derita pada perang uhud.Demamnya makin tinggi yang akhirnya beliau menghadap
kepada Rabbnya. Saat sakaratul maut, dia mencium bau jannah yang semerbak wangi
dan beliau terngiang-ngiang di telinganya kata- kata Rosululloh yang
mendoakanya, “ ya Alloh jadikanlah mereka teman – teman dekatku di jannah”. Subhanallah.
9. UmmuHisyam binti Haritsah
Beliau adalah muslimah
peserta baiat ridwan. Nama lengkapnya adalah Ummu Hisyam binti Haritsah bin
Nu’man An Najjariyyah. Dia termasuk orang awal yang masuk islam begitu juga
semua anggota keluarganya. Ayahnya adalah seorang sahabat yang terkemuka. Ibnu
Sa’ad menceritakan bahwa Ummu Hisyam dan saudara – saudara perempuannya ikut
serta membaiat Rosululloh pada baiat ridwan. Ini
merupakan keutaman yang tertinggi yang dimiliki Ummu Hisyam atau siapa saja
karena Nabi Muhammad telah bersabda tentang
orang – orang yang ikut serta pada baiat ridwan, “tidak akan masuk
neraka seorangpun yang dari kalangan mereka yang berbaiat dibawah pohon ini.” [
shahih muslim, dari Ummu Mubasysyir]
Keluarga Haritsah bergembira menjadi
tetangga Rosululloh saat Rosululoh tiba di Madinah dan tinggal di rumah Ayyub
Al Anshari.Rosululloh adalah sebaik – baik tetangga.Ummu Hisyam adalah wanita
yang bersemangat dalam mencari ilmu sehingga dia menjadi hafidzah dan ahli
hadits wanita. [muhadditsah]
Semangat inilah yang harus kita
teladani.Mencari ilmu, belajar dan belajar. Nabi Muhammad bersabda, “ barang
siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Alloh akan pasti memudahkan
untuknya jalan ke jannah, sesungguhnya para malaikat meletakan sayapnya sebagai
bentuk keridhoan pada penuntut ilmu. Sesungguhnya orang berilmu itu akan
dimohonkan ampunan oleh siapa saja yang ada dilangit dan siapa saja yang ada di
bumi, termasuk ikan - ikan yang ada di dalam air. Keutamaan orang yang berilmu
dibandingkan orang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan dibandingkan
seluruh bintang.Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi dan
sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanya
mewariskan ilmu.Barangsiapa yang mengambilnya maka dia mengambil bagian yang
sempurna. [hadits yang diriwayatkan oleh Abu dawud [3/3641], At Tirmidzi [
5/2682] dan Ibnu Majah [ 1/223] dari hadits Abu Darda’ dan isnadnya shahih]
10. Kabsyah binti Raff [UmmuSa'ad]
Nama lengkapnya adalah Kabsyah binti
Rafi’ bin Muawiyah bin Ubaid bin Al Abjar Al Anshariyah Al Khidriyah. Suaminya
Mu’adz bin Nu’man Al Syahali yang diantara anaknya adalah Sa’ad bin Mu’adz yang
‘Arsy Ar Rahman terguncang karena kematianya. Iya Kabsyah adalah ibunda dari
Sa’ad bin Mu’ad Kabsyah merupakan salah seorang
wanita pertama kali yang membaiat Rosululloh.
Kabsyah begitu sabar dan ridho saat
mendengar kabar bahwa puteranya Amr bin Mu’adz syahid saat di perang uhud.
Ketika sa’ad meninggal karena luka di kedua matanya yang kena panah, Ummu Sa’ad
menangis, lalu Rosululloh bersabda,”semua wanita menangis didustakan kecuali
Ummu Sa’ad. Kemudian Ummu Sa’ad dihibur Rosululloh dengan berita gembira yaitu
dari Jabir bin Abdullah bahwa Rosululloh bersabda, “arsy ar rahman berguncang
karena kematian Sa’ad bin Mu’adz. Terhiburlah hati Ummu Sa’ad”.
11.
Fathimah binti Rasulullah
Julukannya adalah
Sayyidah Nisau Ahlil Jannah yaitu penghulu sekalian wanita penghuni jannah Dia
puteri Rosululloh. Dia dilahirkan 5 tahun sebelum diutusnya Muhammad sebagai
rosul. Ibundanya adalah Khadijah binti Khuwailid Ummul mukminin pertama.
Fatimah disusui sendiri oleh ibunya, sehingga dia meniru berbagi kemuliaan
akhlak dari ibundanya, antara lain: rasa malu, kelemah
lembutan, keperwiraan diri, suci, adab dan akhlak yang baik. Beliau putri Rasul
yangt paling mirip dengan beliau.Setelah ibundanya wafat, Fatimah menggantikan
posisi ibunya.Sehingga sampai dia dikenal dengan sebutan ibu dari ayahnya (Ummu
Abiha atau ibu nabi (Ummun Nabi)).
Fathimah sangat mencintai ayahnya dan gigih membela ayahnya..pernah
dalam hadits riwayat muslim disebutkan …..saat Rosululloh sholat kemudian Uqbah
bin Abi Mu’ith mengotori punggung Rosululloh, lalu Fatimah datang dan
membersihkan punggung ayahnya dan mendoakan buruk terhadap yang melakukan hal
tersebut kepada ayahandanya tercinta…
Fathimah menempati kedudukan khusus
dihati Rosululloh.dari Miswar bin Makhramah bahwa Nabi Muhammad bersabda,
“Fathimah adalah bagian dari diriku, maka siapa saja yang membuat marah dia
berarti di membuatku marah”.[shahih bukhori dan shahih muslim]
Suaminya adalah Ali bin Abi Tholib.
Mereka menikah tahun ke 2 hijrah.Semua pekerjaan rumah dkerjakan fathimah
sendiri.Misal menggiling gandum sendiri, mencari air dengan ember sendiri, memasak,
menyapu dan sebagainya.
Fathimah pernah meminta pembantu pada
Rosululloh namun rosul tidak memberikanya.Dalam riwayat Al Bukhori rosululoh
bersabda, “maukah kuajarkan kepada kalian berdua sesuatu yang lebih baik
daripada apa yang kalian minta itu. Fathimah dan ali menjawab, “mau”.
Dalam riwayat Bukhori Rosululloh
bersabda,”apabila kalian hendak tidur maka ucapkanlah takbir 33 kali, ucapkan
tasbih 33 kali, ucapkan tahmid 33 kali”.
Ujian terberat bagi fathimah adalah wafatnya
Nabi Muhammad. Rosululloh pernah membisikan sesuatu ketelinga Fathimah yang
membuat fathimah menangis yaitu bahwa dialah yang pertama kali dari keluarga
rosul yang akan menyusul Rosululloh kemudian beliau membisikan lagi ketelinga
fathimah dan fathimahpun tersenyum, yaitu bahwa fathimah akan menjadi pemimpin
wanita penghuni jannah atau pemuka wanita mukminin.
Kesimpulan:
Jadilah orang yang mencintai Rasulullah SAW
selagi kita berada didunia dan mengagungkan Sunnah beliau agar beliau
memberikan syafa’at kepada kita diakhirat.Sesungguhnya beliau mempunyai
syafa’at yang didahulukan daripada semua nabi.Beliau memohonkan ampunan kepada
Allah SWT bagi umatnya yang melakukan dosa besar, lalu Allah pun menyelamatkan
mereka.Maka perbanyaklah mencari teman-teman yang shalih karena setiap orang
mukmin juga mempunyai syafa’at.
Wallahu A’lam bish showab….
Referensi:
1.
Siroh Nabawiyah Rohiqul makhtum
terjemah,Syaikh shafiyurrahman alMubarokfury. Pustaka Alkautsar cetakan ketiga
belas januari 2003
2.
Siroh nabawiyah,Dr.Muhammad Sa’id
Ramadhan al-Buthi’. Robbani press
3.
Sejarah hidup Muhammad, Muhammad
Husain Haikal. Cetakan ke-39 Agustus 2010,Litera Antar Nusa, PT Mitra Kerjaya
Indonesia.
4.
Silsilah ummahatul mukminin,Sumayyah
Abdul Halim,penerbit Irsyad Baitussalam. Cetakan I februari 2007.
5.
Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW
jilid 4A, H.Munawwar Chalil. Penerbit N.V Bulan bintang Jakarta. Cetakan ke III
1969.
6.
Minahjul qoshidin Ibnu Qudama. Cetakanke
sebelas Mei 2007. Pustaka Alkautsar
7.
Al-Quran Surah 33, ayat 37.
8.
Ismail bin Abu Khalid dari Abu
Aufan ra mendengar Rasulullah saw bersabda: “Berbahagialah Khadijah karena ia
akan menerima surga dan permata yang indah, tiada pernah terdengar pertengkaran
atau kesulitan di sana”. Rasulullah juga pernah menyebutkan bahwa sebaik-baik
perempuan adalah Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid. Begitulah
sehingga Aisyah ra seringkali cemburu setiap kali Rasulullah saw
menyebut-nyebut nama Khadijah.
9.
Pernah suatu kali karena tidak
tahan mendengar Rasulullah menyanjung mendiang Khadijah, Aisyah
berkata: “Wahai Rasulullah…mengapa engkau selalu mengingat-ingat dia.
Bukankah Allah telah menggantikannya dengan yang lebih baik dan lebih
muda.” Mendengar demikian, Rasulullah menjawab: “Demi Allah… tidak
demikian halnya! Allah tidak pernah memberikan pengganti yang lebih mulia
darinya. Dialah yang beriman satu-satunya ketika semua orang mendustakanku. Dia
yang menerima, dan membenarkan aku ketika semua orang mendustakanku. Dia pula
yang melindungiku dengan hartanya di saat semua orang menyisihkan aku. Dia
pulalah yang memberiku beberapa putra, sedang dari yang lain tidak
mendapatkannya”. Sejak itu Aisyah ra berjanji untuk tidak lagi
menyebut-nyebut Khadijah kecuali dalam kebaikan.