Sabtu, 28 Februari 2015



KISAH RASULULLAH SAW & BEBERAPA IBROH

MUQODIMAH
Seorang muslimah dalam beramal harus sesuai dengan tuntunan Allah lewat RasulNya. Untuk melaksanakan tuntunanAllah, muslimah perlu melihat sosok panutan agar bias dijadikan tokoh idola, untuk itu di bawah ini akan diuraiak kehidupan Rasulullah, istri dan Shahabiyah agar bias menjadi gambaran bagaimana sosok muslim dan muslimaha sebenarnya.
Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan khususnya dibulan ramadhan.Orang yang baik akhlak dan sosok tubuhnya.Orang yang paling lembut telapak tangannya dan yang paling harum baunya.Orang yang paling baik pergaulannya dan paling takut pada Allah.Tidak pernah marah atau medendam karena dirinya.Beliau marah hanya karena larangan-larangan Allah dilanggar.
Akhlaknya adalah AlQur’an.Beliau adalah orang yang paling tawadhu’. Memenuhi kebutuhan keluarganya dan merendahkan sayapnya untuk orang-orang  yang lemah. Orang yang paling pemalu. Tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika menyukai suatu makanan mka ia akan memakannya dan jika tidak suka maka ia meninggalkannya. Tidak pernah makan sambil bersandar (leyeh) juga tidak pernah makan dimeja makan.  Beliau menyukai manisan,madu dan buah labu. Kadang-kadang sebulan atau dua bulan disalah satu rumahnya tidak pernah ada asapyang mengepul. Beliau menerima hadiah,tidak menerima shodaqoh. Beliau juga biasa mengesol sepatu,menjahit pakaian,membesuk orang sakit dan memenuhi undangan baik orang kaya atau orang miskin. Tempat tidurnya terbuat dari kulit yang diisi dengan serabut pelepah kurma.Tidak banyak memiliki kesenangan didunia.Allah telah memberikan kunci-kunci kekayaan dunia tetapi beliau tidak mau mengambilnya dan memilih akhirat.Banyak melakukan dzikir dan fikir. Tidak pernah tertawa lebar,tetapi hanya tersenyum. Pernah bergurau dan tidak mengatakan kecuali yang benar. Senantiasa berlaku lemah lembut terhadap sahabatnya,memuliakan orang-orang yang dimuliakan kaumnya dan mengangkatnya menjadi pemimpin mereka.( sirah nabawiyah,Dr.Muhammad Sa’id ramadhan al-buthi’ hal 467-468)
Beliau lebih pemalu daripada anak gadis ditempat pemingitannya, terkadang mengganjal perut dengan batu karena rasa lapar,  tidak makan sambil tidur terlentang dan memakan yang dekat dengannya, terkadang menunggang keledai terkadang baghal terkadang onta dan terkadang berjalan kaki tanpa menggunakan alas, tidak pernah memukul seseorang dengan tangan beliau kecuali karena jihad fii sabilillah, duduk dibarisan yang paling akhir dalam suatu majlis bercampur dengan para shahabat seakan-akan beliau adalah salah seorang diantara mereka hingga jika datang orang asing tentu ia tidak akan tahu yang mana beliau sehingga harus Tanya terlebih dahulu, lebih banyak diam, tidak menghadapai seseorang dengan sesuatu yang membuatnya kurang suka, perawakan beliau tidak tinggi dan juga tidak pendek sedang-sedang saja, warna kulit beliau jernih dan tidak pucat, rambut beliau berombak tidak lurus kaku dan tidak pula keriting rambut beliau menjulur hingga daun telinga, adapun mukjizat beliau yang paling agung dan yang paling nyata adalah AlQuranul Kariim,bulan yang terbelah,air yang memancar dari sela-sela jemari beliau, memberi makan orang banyak dengan makanan yang sedikit.(Minhajul qoshidin Ibnu Qudamah hal 177-180)
Dsini akan dijelaskan perjalanan hidup beliau:
NASAB & KELAHIRAN
Nasabnya ialah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthathlib (namanya Syaibatul Hamd) bin Hisyam bin Abdi Manaf (namanya al-Mughirah) bin Qushayyi (namanya zaid)  bin kilab bin Murrah bin ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin anNadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nazar bin Mu’iddu bin Adnan.( Sirah Nabawiyah Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi hal 29)
Rasulullah SAW dilahirkan ditengah keluarga Bani Hasyim di Makkah pada senin pagi tanggal 9 Rabi’ul Awwal, permulaan tahun dari peristiwa gajah, dan 40 tahun setelah kekuasaan kisra Anusyirwan atau bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 bulan april tahun 571 M, berdasarkan penelitian ulama terkenal, Muhammad Sulaiman Al-Manshurfury dan peneliti astronomi, Mahmud basya. (Arrahiqul Makhtum terjemah, Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury hal  75)
Beliau dilahirkan dalam keadaan yatim. Bapaknya yang bernama Abdullah meninggal dimadinah setelah singgah dirumah saudara ibunya dimadinah dan akanmelanjutkan pulang ke makkah kemudian jatuh sakit dirumah pamannya akhirnya meninggal dunia. Pada saat itu ibunda rasulullah SAW bernama Aminah mengandungnya berusia 2 bulan.(sirah nabawiyah Dr.Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi hal 30 & sejarah hidup Muhammad, M.Husain Haekal hal 49)
Setelah ibunda Aminah melahirkan,dia dikirimnya berita kepada Abdul Muthalib dika’bah bahwa ia melahirkan anak laki-laki. Alangkah gembiranya orang tua itu setelah menerima berita. Cepat-cepat ia menemui menantunya itu ,diangkatnya bayi itu lalu dibawanya ke ka’bah. Ia diberi nama Muhammad karena Abdul Muththalib menginginkan beliau menjadi orang yang terpuji.( sejarah hidup Muhammad, M.husain haekal hal 51).
 Ibnu sa’d meriwayatkan,bahwa ibu rasul  berkata: “setelah bayiku keluar,aku melihat ada cahaya yang keluar dari kemaluanku, menyinari istana-istana disyam.” ( Arrahiqul makhtum terjemah,Syaikh shafiyurrahman almubarakfury hal75)
PENYUSUAN NABI SAW
Beliau disusukan sebagaimana tradisi arab pada waktu itu kepada seorang wanita dari Bani Sa’d bin Bakr,bernama Halimah binti Abu Dzu’aib. Para perawi sirah telah sepakat bahwa pedalaman Bani Sa’d  pada waktu itu sedang mengalami musim kemarau yang menyebabkan keringnya ladang peternakan dan pertanian. Tidak lama setelah nabi berada dirumah Halimah, menghijaulah kembali tanaman-tanaman disekitar rumahnya, sehingga kambing-kambingnya pulang kekandang dengan perut kenyang dan sarat air susu. (sirah nabawiyah Dr.Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi hal 30).
 Begitulah Rasulullah SAW tinggal ditengah Bani Sa’ad,hingga tatkala berumur 4 atau 5 tahun terjadi peristiwa pembelahan dada beliau. Bahwa Rasulullah didatangi jibril yang saat itu beliau sedang bermain dengan teman temannya.Jibril memegang beliau dan menelentangkannya,lalu membelah dadanya dan mengeluarkan hati beliau dan mengeluarkan segumpal darah dari dada beliau, seraya berkata:” ini adalah bagian dari syetan yang ada pada dirimu” lalu jibril mencucinya disebuah baskom dari emas dengan menggunakan air zam-zam kemudian menata dan memasukkannya ketempat semula. Anak-anak kecil lainnya berlarian mencari ibu susuannya dan berkata.”Muhammad telah dibunuh!”mereka pun datang menghampiri beliau yang wajah beliau semakin berseri-seri.(Rahiqul Makhtum terjemah,syaikh shafiyurrahman Al mubarokfury hal 79)
Ketika beliau sudah berumur enam tahun, ibunya bernama Aminah meninggal dunia ketika perjalanan pulang ke makkah dari tempat makam suaminya diyatsrib. Kemudian beliau berada dalam asuhan kakeknya,Abdul Muththalib. Tetapi setelah genap berusia delapan tahun,kakek beliau meninggal dunia. Setelah itu nabi diasuh oleh pamannya Abu Thalib.
Sebuah ibroh dari rasul bahwa beliau dilahirkan dalam keadaan yatim,sejak bayi sudah ditinggal ayah dan ibunya bahkan disusul kakeknya,sehingga pertumbuhan pertama kehidupan beliau sangat jauh dari kasih sayang orang tua. Bersyukurlah kita yang masih memiliki orang tua hingga sekarang. Tapi Allah telah memberikan Hikmah dibalik kejadian ini yaitu agar musuh islam tidak menuduh bahwa beliau telah mereguk “susu” dakwah dan risalah sejak kecilnya dengan arahan bimbingan bapak,kakek juga pamannya karna pamannya sendiri tidak memeluk islam tapi paman nabi selalu membela nabi. Dan Allah memang berkehendak agar RasulNYA tumbuh sebagai yatim, dipelihara langsung oleh Inayah Allah semata.(Sirah Nabawiyah,Dr.Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthy hal 31-32)
Abdul muththalib menyerahkan asuhannya kepada Abu Thalib paman Nabi.Hingga berumur lebih dari empat puluh tahun beliau mendapatkan kehormatan disisi Abu Thalib, hidup dibawah penjagaanya,rela menjalin persahabatan dan bermusuhan dengan orang lain demi membela diri beliau.(Rohiqul makhtum terjemah, Syaikh Shafiyurrahman al-mubarokfury hal 80)
PERJALANAN RASUL YANG PERTAMA KE SYAM DAN USAHA MENCARI RIZKI
Ketika berusia 12 tahun, beliau diajak pamannya Abu Thalib pergi ke syam dalam suatu kafilah dagang. Pada waktu kafilah dibashra mereka melewati seorang pendeta bernama Bahira .ia adalah seorang pendeta yang banyak mengetahui injil dan ahli tentang masalah-masalah kenasranian. Kemudian pendeta itupun melihat Nabi SAW. Lalu ia mulai mengamati Nabi SAW dan mengajak berbicara. Dan akhirnya bahira menasehati Abu Thalib agar segera membawa pulang Nabi ke negerinya dan menjaganya dari orang-orang yahudi karna jika orang yahudi melihat Nabi pasti akan dijahatinya dan sesungguhnya anak ini akan memegang perkara besar. Kemudian Abu Thalib cepat-cepat  membawa Nabi kembali ke Makkah.(sirah nabawiyah,Dr.Muhammad sa’id ramadhan al-buthi hal 34)
MASA REMAJA RASULULLAH SAW
Memasuki masa remaja, Rasulullah SAW mulai berusaha mencari rizki dengan menggembala kambing.Beliau dulu pernah menggembalakan kambing penduduk makkah dengan upah beberapa qirath.Selama masa mudanya Allah telah memeliharanya dari penyimpangan yang biasanya dilakukan oleh para pemuda seusianya seperti berhura-hura dan permainan nista lainnya.Rasulullah SAW bercerita tentang dirinya bahwa pada masa jahiliyah beliau tidak pernah menginginkan sesuatu yang biasa mereka lakukan kecuali hanya dua kali itupun dicegah oleh Allah yaitu beliau pernah mendengarkan nyanyian dalam sebuah pesta tetapi Allah menutup telinga beliau dan akhirnya beliau tertidur kmudian bangun oleh panasnya matahari.Kejadian itu berulang dimalam berikutnya lalau kemudian beliau sudah tidak pernah lagi menginginkan keburukan.
Ibroh dari usaha Rasulullah SAW mencari rizki adalah: pertama Selera tinggi dan perasaan halus yang keduanya sifat ini,Allah memperindah kepribadian NabiNYA karena beliau ingin meringankan sebagian beban nafkah dari pamannya. Kedua penjelasan tentang bentuk kehidupan yang diridhoi Allah untuk para hambaNYA yang shaleh didunia.Sangatlah mudah bagi Allah memberikan kehidupan yang mewah kepada Nabi sehingga Nabi tidak perlu lagi bersusah payah mencari rizki sendiri.Nah dibalik ini ada hikmah illahi yaitu pelajaran yang bisa diambil yakni agar kita mengetahui bahwa harta manusia yang terbaik adalah harta yang dipeolehnya dari usaha sendiri.Sebaliknya harta yang terburuk adalah harta yang didapatkan dari tanpa bersusah payah.Jadi nabi mengajarkan kita bahwa carilah rizki dari hasil usaha sendiri bukan dari hasil merampas.Ketiga untuk para aktivis dakwah,dakwah apa saja itu, dakwahnya tidak akan dihargai orang manakala mereka menjadikan dakwah sebagai sumber rezekinya atau mengharapkan pemberian dan sedekah orang. Jadi jangan jadikan bahwa dakwah itu adalah Sumber mencari rizki tapi dakwah itu adalah hanya untuk menegakkan kalimah Allah dan  mengajak oranglain dalam kebaikan serta Ridho Allah SWT.(sirah nabawiyah,Dr.Muhammad Sa’id ramadhan al-buthi hal 34-37).
PERNIAGAAN RASULULLAH SAW DENGAN HARTA KHADIJAH  DAN PERNIKAHANNYA DENGAN KHADIJAH
Menurut riwayat Ibnul Atsir dan Ibnu Hisyam, Khadijah adalah seorang wanita pedagang yang mulia dan kaya.Beliau sering mengirim orang kepercayaannya untuk berdagang. Ketika mendengar kabar tentang kejujuran Nabi SAW dan kemuliyaan akhlaknya,Khadijah mencoba memberi amanat kepada Nabi SAW dengan membawa dagangannya ke syam (sekarang palestina,Syria, Lebanon dan yordania). Khadijah membawakan barang  dagangan yang lebih baik dari apa yang dibawakan kepada orang lain. perjalanan dagangan ini beliau ditemani Maisaroh,seorang kepercayaan Khadijah. Beliau menerima tawaran ini dan berangkat ke syam bersama Maisaroh meniagakan harta Khadijah.Dalam perjalanan ini beliau berhasil membawa keuntungan besar yang berlipat ganda sehingga kepercayaan khadijah bertambah padanya.Maisaroh sangat mengagumi akhlak dan kejujuran beliau dan melaporkannya kepada Khadijah. Sehingga Khadijah tertarik akan kejujuran beliau dan sangat terkejut akan keberkahan yang dibawa beliau. Kemudian Khadijah menyatakan hasratnya untuk menikah dengan beliau dengan perantara Nafisah binti Muniyah.Nabi SAW menyetujuinya dan akhirnya menikah dengan Nabi.Nabi menikah umur 25 tahun sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.
Sebuah ibroh dr pernikahan Nabi SAW adalah : beliau sama sekali tidak memperhatikan factor kesenangan jasadiyah. Seandainya beliau hanya menginginkan kesenangan jasad tentunya beliau akan memilih istri yang umurnya lebih muda darinya bukan lebih tua. Disini sudah cukup jelas bahwa pernikahan Nabi SAW hanya menginginkan kemuliyaan akhlaknya semata.(sirah nabawiyah,Dr Muhammad ramadhan al-buthi hal 40-44)
RENOVASI KA’BAH & PENGAMBIL KEPUTUSAN
Pada usia 35 tahun sebelum bi’tsah,beliau pernah ikut serta dalam pembangunan ka’bah. Beliau aktif mengusung batu diatas pundaknya.Beliau memiliki pengaruh besar dalam menyelesaikan kemelut yang timbul akibat perselisihan antar kabilah tentang siapa yang berhak mendapatkan kehormatan meletakkan Hajar aswad ditempatnya. Semua pihak tunduk kepada usulan yang diajukan beliau yaitu  hanya dengan sehelai kain, beliau membentangkannya, mengambil hajar aswad dengan tangannya lalu diletakkan diatas kain tadi kemudian setiap kabilah disuruh untuk memegangi setiap ujung kain lalu mengangkat secara bersama-sama. Karena mereka mengenalnya sebagai Al-Amin (terpercaya) dan merekapun mencintanya.
IKHTILA’ DIGUA HIRA’
Mendekati usia empat puluh tahun, Allah menumbuhkan pada dirinya rasa senang untuk melakukan ikhtila’ (menyendiri) digua hira’ ( hira’ adalah nama sebuah gunung yang terletak disebuah barat laut malam dan sampai satu bulan.beliau kembali kerumah hanya untuk mengambil perbekalannya saja kmudian kembali lagi ke gua. Demikianlah Nabi SAW terus melakukannya sampai turun wahyu kepadanya ketika beliau sedang ‘uzlah.
Ibrohnya adalah ‘uzlah yang dilakukan Nabi SAW menjelang bi’tsah (pengangkatan sebagai Rasul) ini memiliki makna dan urgensi yang sangat besar dalam kehidupan kaum muslimin pada umumnya dan para Da’I khususnya. Karena hikmah dari program ini adalah bahwa setiap jiwa manusia memiliki sejumlah penyakit yg tidak bisa dibersihkan kecuali dengan obat ‘uzlah dan mengadilinya dalam suasana hening jauh dari keramaian dunia dan bermuhasabah diri.(sirah nabawiyah,Dr.Muhammad sa’id ramadhan al-buthi hal 52)
PERMULAAN WAHYU
Selagi usia beliau genap empat puluh tahun,suatu awal kematangan pada usia inilah para rasul diangkat menjadi rasul .  wahyu yang diterima oleh rasulullah SAW dimulai dengan suatu mimpi yang benar. Ketika beliau ‘uzlah digua hira’ datanglah malaikat jibril mendekati beliau dan menyuruh beliau untuk membaca yang berbunyi”Bacalah dengan nama Rabbmu yang telah menciptakan…menciptakan manusia dari segumpal darah…”dan seterusnya. Setelah itu beliau segera pulang dalam keadaan gemetar sekujur badannya menemui istrinya khadijah lalu menyuruhnya untuk menyelimuti beliau hingga hilang rasa takutnya. Lalu beliau menceritakan apa yang baru dialaminya. Khadijah pun menasehati beliau dan mengajaknya pergi menemui Waraqah Bin Naufal. Waraqah menjelaskan apa yang sudah dialami Nabi.
Ibroh adalahpermulaan wahyu ini merupakan asas yang menentukan semua hakikat agama dengan segala keyakinan dan syariatnya.Memahami dan meyakini semua berita ghaib dan masalah syariat yang dibawa oleh Nabi SAW. Sebab hakikat wahyu ini merupakan satu-satunya factor pembeda antara manusia yang berpikir dan membuat syariat dengan akalnya sendiri,dan manusia yang hanya menyampaikan (syariat) dari RabbNYA tanpa mengubah mengurangi atau menambah.(sirah nabawiyah,Dr.Muhammad sa’id ramadhan al-buthi hal 55-57)

DAKWAH RASULULLAH SAW
Dakwah beliau dimulai dengan cara rahasia terlebih dahulu karena untuk mengihndari tindakan buruk orang-orang Quraisy yang fanatic terhadap kemusyrikan dan juga pada saat itu penganutnya masih sedikit. Lalu kemudian secara berturut-turut manusia,wanita dan lelaki memeluk islam sehingga berita islam telah tersiar diMakkah dan menjadi bahan pembicaraan orang. Lalu Allah memerintahkan RasulNYA menyampaikan islam dan mengajak orang kepadanya secara terang-terangan  setelah selama tiga tahun Rasulullah SAW melakukan Dakwah secara tersembunyi QS.Al-Hijr ayat 94. (sirah nabawiyah,Dr.Muhammad Sa’id Ramadhan al-buthi’ hal 66-77)
Permusuhan kaum Quraisy kepada Rasulullah SAW dan para shahabatnya semakin keras dan gencar. Rasulullah SAW sendiri mengalami berbagai macam penganiayaan yaitu ketika beliau sedang sujud disekitar beberapa orang Quraisy,tiba-tiba Uqbah bin Abi Mu’ith datang  dengan membawa kotoran binatang lalu melemparkannya keatas punggung beliau. Beliau tidak mengangkat kepalanya sehingga datang datang Fatimah ra membersihkannya dan melaknati orang yang melaukan perbuatan keji itu. Selain itu beliau juga menghadapi berbagai penghinaan,ejekan dan cemoohan setiap kali beliau lewat dihadapan mereka. Memang tidaklah gampang berdakwah pada saat itu,perlu kesabaran dan keikhlasan.  (sirah nabawiyah,Dr.Muhammad sa’id Ramadhan al-buthi’ hal 78)
SIASAT PERUNDINGAN
Thabari dan Ibnu Katsir meriwayatkan bahwa beberapa orang kaum kaum musyrik,termasuk al-Walid bin Mughirah dan al-Ash bin Wail datang menemui beliau menawarkan harta kekayaan dan gadis tercantik kepadanya dengan syarat beliau bersedia meninggalkan kecaman terhadap tuhan-tuhan mereka. Ketika Nabi SAW menolak tawaran tersebut,mereka menawarkan,bagaimana jika beliau menyembah tuhan-tuhan kami sehari dan mereka menyembah Allah sehari secara bergantian. Tetapi tawaran ini juga ditolak oleh beliau.
Ibrohnya adalah menjelaskan kepada kita tentang kebersihan Dakwah beliau dari segala bentuk kepentingan dan tujuan pribadi yang biasanya menjadi motivasi para penyeru ideology baru dan penganjur pembaruan dan revolusi.Disini jelas sekali bahwa Dakwah beliau semata-mata bukan karena kekayaan duniawi melainkan atas perintah Allah yang mengutusnya sebagai Rasul. Dari sinilah para da’I islam dituntut untuk lebih banyak berkorban dan berjihad,karena mereka tidak dibenarkan menempuh jalan dan sarana kehendak hatinya. (sirah nabawiyah,Dr.Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi’ hal 83-91)
HIJRAH PERTAMA DALAM ISLAM
Ketika Nabi SAW melihat keganasan kaum musyrikin kian hari bertambah keras, sedang beliau tidak dapat memberikan perlindungan kepada kaum muslim. Maka beliau menyuruh kaum muslim untuk berhijrah ke negri Habasyah,karena disana ada seorang raja yang sangat adil. Maka berangkatlah mereka ke negeri Habasyah demi menghindari fitnah dan lari menuju Allah dengan membawa agama mereka. Hijrah ini merupakan hijrah pertama dalam islam. Diantara kaum muhajir yang terkemuka adalah Utsman bin Affan beserta istrinya Ruqayyah binti Rasulullah SAW,Abu Hudzaifah beserta istrinya,Zubair bin Awwam,Mush’ab bin Umair dan Abdurrahman bin Auf. Sampai akhirnya para sahabat Rasulullah SAW sebanyak delapan puluh lebih berkumpul diHabasyah.
Ibrohnya adalah pertama: berpegang teguh dengan agama dan menegakkan sendi-sendinya merupakan landasan dan sumber bagi setiap kekuatan juga pagar untuk melindungi hak baik berupa harta,tanah,kebebasan atau kehormatan. Kedua: bila diperlukan,kaum muslim boleh minta perlindungan kepada Non Muslim baik dari ahli kitab seperti Najasyi yang pada waktu itu masih Nasrani ( tetapi setelah itu masuk islam) atau dari orang musyrik, seperti mereka yang dimintai perlindungan oleh kaum muslim ketika kembali ke makkah antara lain Abu Thalib paman rasulullah SAW ketika masuk makkah sepulangnya dari thaif. (sirah nabawiyah,Dr.Muhammad Sa’id Ramadhan al-buthi hal 99-103)
TAHUN BERDUKA CITA (‘AAMUL HUZNI)
Pada tahun ke sepuluh kenabian, istri Nabi SAW Khadijah binti Khuwailid dan pamannya Abu Thalib wafat.Pada saat Rasulullah SAW menghadapi masalah berat, Khadijahlah yang selalu menghibur dan membesarkan hatinya.Akan halnya Abu Thalib dia telah memberi dukungan kepada Rasulullah SAW dalam menghadapi kaumnya. Setelah Abu Thalib meninggal,kaum Quraisy bertambah bertambah leluasa melancarkan penyiksaan kepada Rasulullah SAW,sampai orang awam Quraisypun berani melemparkan kotoran ke atas kepala Nabi SAW.
Ibrohnya adalah pertama: sesungguhnya perlindungan,pertolongan dan kemenangan itu hanya datang dari Allah. Allah telah berjanji untuk melindungi RasulNYA dari kaum musyrik dan musuh-musuhnya.(sirah nabawiyah,Dr.muhammad sa’id ramadhan al-buthi’ hal 108-111)
PERANG PADA MASA RASULULLAH
Dibawah ini akan diuraikan beberapa peperangan pada masa Rasulullah, yang kita dapat melihat peran Rasulullah dalam peperangan, yang akan menunujukkan kepada kita bagaiman sosok Rasulullah sebagai panglima perang
A-Perang Badar
Dalam perang Badar, pasukan muslim hanya memiliki dua ekor kuda perang dan tiga puluh sampai empat puluh ekor unta. Sedangkan di pihak lawan, untuk menghadapi peralatan dan kendaraan yang serba sedikit di pihak pasukan muslim itu, pasukan musyrik memiliki dua ratus ekor kuda perang atau sama dengan satu berbanding seratus dengan kuda perang yang dimiliki pasukan muslim. Dan itu berarti bahwa satu orang prajurit kavaleri muslim harus menghadapi seratus prajurit kavaleri musyrik. Sementara itu, pasukan muslim yang terdiri dari sekitar tiga ratus sepuluh orang harus menghadapi sekitar seribu orang prajurit musyrik. Berarti, satu orang prajurit muslim harus menghadapi tiga sampai empat orang prajurit musyrik.
Dalam peperangan ini, setiap prajurit musyrik memiliki persenjataan yang sangat lengkap seperti yang biasa dikenal pada masa itu. Sementara pasukan muslim serba berkekurangan. Bahkan untuk menempuh jarak dua ratus kilometer, setiap prajurit harus bergantian mengendarai kuda.
Pasukan muslim mampu memukul habis kaum musyrik agar mereka tidak lagi dapat berkuasa. Era "kebenaran selalu menjadi yang tertinggi dan tidak dapat diungguli" (al-haqq ya'lû wa lâ yu'lâ 'alaihi) telah tiba, maka kebenaran harus menang dan tidak boleh dikalahkan oleh apapun.Itulah kehendak Allah; "Segala yang dikehendaki Allah pasti akan terjadi, dan semua yang tidak Dia kehendaki pasti tidak akan terjadi." Allah berfirman: "Dan kalian tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam." (QS al-Takwîr [81]: 29).
Selain membangun pasukan militer, Rasulullah juga membentuk unit-unit investigasi. Pada saat itu, sama sekali tidak dikenal kelompok kecil yang hanya terdiri dari beberapa orang yang bertugas untuk melakukan investigasi. Orang-orang yang ditunjuk Rasulullah untuk bergabung dalam unit-unit investigasi ini adalah mereka yang telah matang dan sangat berpengalaman sehingga sulit dicari tandingannya.
Rasulullah –yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman apapun dalam bidang militer- telah berhasil membentuk pasukan yang solid sehingga mereka mampu menempuh jarak dua ratus kilometer, baik dengan jalan kaki maupun berkendara unta, tanpa halangan sama sekali. Hal itu dapat dilakuan karena unit-unit kecil dan pasukan yang dibentuk Rasulullah telah melakukan sekitar dua puluh kali ekspedisi militer untuk meneliti seluruh kawasan tersebut. Itulah sebabnya mereka dapat dengan mudah menentukan tempat pemberangkatan, jalur yang akan ditempuh, dan seterusnya. Dari penjelasan ini saya kita Anda dapat memahami mengapa pasukan muslim dapat melakukan perjalanan ke Badar dengan mulus dan lancar tanpa ada halangan yang berarti.
Rasulullah mampu melakukan mobilisasi pasukan perang dengan sangat baik. Ketika perang Badar meletus, Rasulullah terjun ke medan laga bersama pasukan yang tunduk di bawah satu komando sehingga mereka hanya akan bergerak berdasarkan perintah beliau. Apalagi setiap prajurit muslim yang ikut dalam perang Badar adalah prajurit-prajurit yang memiliki moral tinggi serta iman yang kuat. Keimanan itulah yang telah membuat mereka mampu melihat keindahan taman surga meski mereka masih berada di bumi. Bahkan disebabkan begitu besarnya keyakinan mereka, sampai-sampai mereka tidak lagi mengetahui apakah kaki mereka masih menjejak bumi ataukah tengah menapak permukaan surga.
Selain itu, setiap prajurit muslim juga memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap semua perintah yang disampaikan kepada mereka. Tak ada gerakan apapun yang mereka lakukan, melainkan semuanya pasti berdasarkan komando Rasulullah s.a.w. Padahal dalam peperangan, kesatuan komando adalah sesuatu yang sangat penting. Sementara di saat yang sama, Rasulullah memperhatikan betul setiap perintah yang beliau keluarkan agar dapat mendatangkan kebaikan bagi seluruh pasukan.
B-Perang Uhud:
Rasulullah mengerahkan pasukan muslim untuk menyerang Yahudi Bani Qainuqa' sehingga membuat musuh-musuh Islam yang selalu membuat onar itu menyesal karena berani menantang Rasulullah s.a.w. Di akhir pertempuran, Rasulullah mengusir seluruh Yahudi Bani Qainuqa' dari Madinah karena beliau tidak memiliki alasan lagi untuk memberi mereka kesempatan tinggal di Madinah.  Sejak pengusiran itu, kondisi Madinah pun kembali tenang.
Sementara itu di saat yang sama, kota Mekah terus "mendidih" oleh bara api peperangan. Tak kurang dari Abu Sufyan, yang sebenarnya terlalu takut untuk menghadapi umat Islam, melontarkan sumpah bahwa dirinya tidak akan memakai wewangian sampai berhasil membalaskan dendam terhadap umat Islam. Sampai pernah pada suatu ketika, Abu Sufyan mendatangi daerah yang didiami oleh Yahudi Bani Nadhir lalu membakar dua rumah milik orang Islam untuk mengadu domba antara Yahudi Bani Nadhir dan kaum muslimin, sebelum kemudian dia kembali ke Mekah.
Jaringan intelejen yang dibangun Rasulullah selalu mengetahui manuver yang dilakukan Abu Sufyan.Dan dari para mata-mata itulah Rasulullah dapat mengetahui bahwa kaum Quraisy tengah bersiap-siap untuk menyerang Madinah dengan kekuatan penuh. Bahkan pada saat itu, kaum Quraisy juga menjertakan para wanita untuk ikut berangkat ke medan perang beserta beberapa kabilah yang bersekutu dengan mereka. Ketika mendengar berita itu, Rasulullah langsung mengumpulkan para sahabat besar untuk membicarakan masalah tersebut.
Dalam musyawarah, Rasulullah berpendapat sebaiknya pasukan muslim tetap berada di Madinah untuk bertahan. Sebab sebagaimana halnya dalam perang Badar Rasulullah berhasil membuat pasukan Quraisy terkejut karena harus menghadapi taktik menyerang pasukan muslim yang belum pernah mereka kenal, maka dalam perang kali ini Rasulullah juga ingin menunjukkan taktik bertahan yang pasti akan kembali menjadi kejutan bagi kaum musyrik. Rasulullah tahu persis bahwa setelah menderita kekalahan dalam perang Badar, pasukan Quraisy pasti telah menyiapkan strategi untuk bertempur secara frontal di medan perang terbuka. Itulah sebabnya, jika kali ini pasukan muslim bertahan di Madinah dan menerapkan strategi perang defensif, pasti pasukan Quraisy tidak akan mampu bertahan lama mengepung Madinah dan mereka pasti akan kembali ke Mekah tanpa hasil apa-apa.
Rasulullah menganjurkan agar kaum muslimin tetap bertahan di Madinah dengan berlindung di dalam benteng-benteng yang akan segera dibangun. Kalau pun ternyata pasukan musyrik nekat memasuki kota Madinah, maka pasukan muslim akan menghadapi mereka dengan menggunakan taktik perang kota.
Ketika Rasulullah menyampaikan pendapat beliau di hadapan para sahabat agar pasukan muslim bertahan di Madinah, beliau juga menyampaikan mimpi yang beliau alami beberapa hari sebelumnya. Rasulullah bersabda: "Demi Allah mimpi yang kulihat itu amatlah baik. Dalam mimpi itu aku melihat seekor sapi jantan dan rompal pada pedangku, lalu kulihat pula aku memasukkan tanganku ke dalam baju besi yang kutafsirkan sebagai kota Madinah."
Takwil Rasulullah atas mimpi beliau ini adalah: "Sapi menunjukkan para sahabatku yang terbunuh, sedangkan rompal pada pedangku adalah beberapa orang Ahlu Bait-ku yang terbunuh." Sedangkan baju besi sudah dikatakan oleh beliau sebagai kota Madinah. Itulah sebabnya Rasulullah memilih untuk bertahan di dalam kota tersebut.
Dengan adanya mimpi ini kita ketahui bahwa tenyata Allah telah memperingatkan Rasulullah agar melakukan perang defensif dengan bertahan di dalam kota Madinah. Sementara isyarat Ahlu Bait yang gugur sebagai syahid tidak lain menunjuk paman Rasulullah s.a.w., Hamzah r.a.
Demikianlah Rasulullah s.a.w. memenuhi semua kewajiban beliau. Dalam perang Uhud, beliau tidak membentuk pasukan muslim dalam saf-saf melainkan membariskan mereka di kaki gunung Uhud hingga membentuk formasi busur dengan tujuan untuk mengepung dan menyerang musuh dengan menggunakan tombak yang dilanjutkan dengan serangan ke tengah barisan mereka dengan mengerahkan para prajurit berani mati yang telah merindukan syahid seperti Ibnu Jahsy r.a., Mush'ab ibn Umair r.a., Abu Dujanah r.a., dan sang Asad al-Usûd Hamzah ibn Abdul Muthallib r.a. Jika semboyan pasukan muslim pada perang Badar adalah "Ahad... ahad...", mareka dalam perang Uhud semboyan mereka adalah "Amit... amit..."
Ketika kemenangan sudah berada di depan mata. Sebagian dari pasukan muslim melakukan "kekeliruan" dengan mengabaikan perintah yang telah diberikan kepada mereka. Para sahabat Rasulullah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan menghidupkan Islam dengan kesadaran ukhrawi yang tidak akan dapat kita bayangkan tingkat kedalamannya. Mereka adalah orang-orang yang di saat beribadah kepada Allah, mereka seolah telah "melihat" Allah sehingga mereka memiliki pandangan terhadap segala sesuatu dengan cara pandang yang sangat berbeda dengan yang kita miliki saat ini. Dengan kedekatan yang mereka dengan Allah dan Rasulullah, para sahabat terbentuk menjadi pribadi-pribadi yang selalu mampu mempertimbangkan faktor pahala dan dosa, termasuk dalam setiap pemikiran yang terlintas di dalam benak mereka.
Kekliruan yang dilakukan  para sahabat dalam perang Uhud tidak lain hanyalah sebagai ujian bagi mereka Kekalahan terjadi, karna Pasukan pemanah yang melihat sahabat-sahabat mereka mulai mengumpulkan pampasan perang tergoda untuk ikut melakukan hal yang sama. Demi melihat tindakan yang dilakukan bawahannya, Abdullah ibn Jubair r.a. yang memimpin regu pemanah pun buru-buru mengingatkan mereka agar mematuhi perintah Rasulullah s.a.w. yang telah mereka dengar sebelum perang dimulai. Namun rupanya para pemanah itu belum memahami perintah Rasulullah dengan baik, sehingga mereka pun meninggalkan posisi mereka meski sebenarnya pertempuran belum benar-benar selesai.Mereka menganggap bahwa perang telah usai dan musuh telah berhasil dikalahkan.Tak ada satu pun dari mereka yang mengira bahwa pasukan musuh bakal berbalik arah untuk kembali menyerang.
Setelah sempat kewalahan pada perang Uhud, pasukan muslim akhirnya mampu melakukan perlawanan dan bahkan berhasil mengusir pasukan musyrik. Bahkan disebabkan sedemikian hebatnya perlawanan pasukan muslim di akhir perang, sampai-sampai ketika Abu Sufyan berniat untuk melakukan serangan susulan terhadap kota Madinah, seorang tokoh musyrik lain yang bernama Shafwan ibn Umayyah langsung berkata kepada Abu Sufyan: "Jangan kau lakukan itu! Sebab saat ini mereka sudah benar-benar marah. Sungguh aku khawatir kalau mereka akan mengobarkan perlawanan yang lebih keras dibandingkan yang baru kita hadapi. Jadi, pulangkanlah pasukan kita!"Abu Sufyan yang menyadari kebenaran ucapan Shafwan pun memerintahkan agar pasukan musyrik kembali ke Mekah.
Jadi, yang harus kita ingat berkenaan dengan perang Uhud adalah bahwa setelah pasukan muslim terdesak musuh, mereka berhasil melakukan perlawanan yang berakhir dengan kemenangan. Oleh sebab itu, dari apa yang terjadi di Uhud pada saat itu kita dapat menangkap isyarat bahwa Allah ingin menunjukkan kepada para sahabat Rasulullah bahwa Dia selalu menganugerahkan kemenangan kepada setiap nabi yang diutus oleh-Nya. Adapun perlawanan yang dilakukan para sahabat sebenarnya tidak lebih dari sekedar ikhtiar lahiriah untuk mencapai kemenangan tersebut, sebab sebenarnya Allah sendiri sangat sanggup memenangkan rasul-Nya ketika harus menghadapi orang-orang musyrik. (QS Ali Imran [3]: 152-153)..
C-Perang Khandaq atau Perang Ahzâb
Pada bulan Syawwal tahun kelima hijriyah, ketika Bani Nadhir diusir dari Madinah, mereka pun berpindah ke Khaibar dan menetap di tempat itu.Tapi rupanya, di tempat yang baru itu kaum Yahudi Bani Nadhir memprovokasi penduduk Khaibar untuk menyerang Rasulullah Saw.Bahkan bukan hanya itu, mereka juga mengirimkan beberapa tokoh kepada kaum kafir Quraisy dan kabilah Ghathafan.Kedua kabilah ini (Quraisy dan Ghathafan) memang diketahui selalu berusaha menghancurkan umat Islam dan telah mengambil berbagai langkah untuk mewujudkan niat busuk itu.Sebab itu, mereka selalu siap menerima pihak mana pun yang mendatangi mereka untuk mendukung usaha mereka itu.
Setelah kaum Yahudi dan Quraisy menggalang kekuatan, akhirnya berhimpunlah kabilah-kabilah Bani Salim, Bani Asad, Bani Murrah, Bani Fazarah, Bani Asyja', dan Bani Sa'd. Pada saat itu, keadaan mereka mirip dengan apa yang terjadi pada pertempuran Çanakkale (Syanaq Qal'ah) ketika pasukan Inggris menggalang kekuatan perang yang berasal dari berbagai bangsa: India, Australia, Afrika, dan sebagainya.
Pada saat itu, kaum Yahudi dan kabilah-kabilah Arab yang musyrik telah bersepakat untuk melumat umat Islam.Ketika mereka akhirnya bergerak menuju Madinah, kekuatan yang terhimpun di pihak kaum musyrik mencapai sepuluh ribu prajurit.Sementara itu, Rasulullah yang berada di Madinah telah mengetahui tindakan kaum musyrik melalui jejaring intelejen yang beliau miliki. Maka seketika itu pula beliau mengumpulkan para sahabat besar untuk dimintai saran ihwal taktik perang yang akan mereka terapkan dalam menghadapi serangan musuh.
Dalam musyawarah itulah akhirnya Rasulullah memilih pendapat yang disampaikan Salman al-Farisi r.a. Rasulullah rupanya terkagum-kagum dengan pendapat sahabat asal Persia itu yang menyampaikan bahwa untuk menghadapi musuh sebaiknya umat Islam menggali parit di perbatasan kota Madinah dan kemudian bertahan di dalam kota..
Pada saat proses penggalian parit tengah berlangsung, Rasulullah terjun langsung bersama para sahabat beliau yang tentu saja menjadi motivasi bagi para sahabat untuk selalu bersemangat dalam menggali. Terkadang Rasulullah dengan sengaja mengajak para sahabat berlomba dalam menggali parit sembari sesekali melontarkan pujian kepada kaum muhajirin dan anshar.Dan ada kejadian ketika di tengah-tengan penggalian parit para sahabat menemui batu yang sangat besar, dan semua kewalahan menyingkirtkannya, hanya Rasulullah yang mampu.
Orang-orang Quraisy  terus bergerak sampai akhirnya tiba di dekat parit yang digali pasukan muslim. Demi melihat sistem pertahanan itu, mereka pun berkata: "Sungguh ini adalah sebuah taktik yang belum pernah digunakan oleh bangsa Arab."
Hari-hari perang Ahzab adalah hari-hari panjang yang harus dilewati penduduk Madinah di bawah kepungan pasukan Quraisy dan sekutunya.Tapi setelah sebulan berlalu, pengepungan yang dilakukan kaum kafir itu mulai mengendur dan kehilangan kekuatannya.Apalagi, untuk memasok kebutuhan logistik sepuluh ribu personel bukanlah hal yang mudah.
Ketika menyadari bahwa pengepungan yang dilakukan tentara sekutu tidak kunjung membuahkan hasil dan parit pertahanan kaum muslimin juga sama sekali tidak dapat ditembus,di tengah masa pengepungan itulah Allah menunjukkan kekuasaan-Nya di hadapan kaum musyrik. Musim penghujan bersama udara dingin yang menusuk sampai ke tulang tiba-tiba melanda Madinah.Padahal semua orang tahu bahwa pasukan musyrik yang kebanyakan berasal dari Mekah dan sekitarnya itu tidak biasa menghadapi cuaca dingin. Apalagi pada saat itu mereka berangkat ke medan perang tanpa persiapan sama sekali untuk menghadapi musim dingin.
Angin dingin terus berembus siang malam tanpa henti.Bahkan seringkali angin dingin yang datang itu berubah menjadi badai yang mengamuk merobohkan perkemahan dan tungku perapian pasukan musyrik.Abu Sufyan yang kebingungan melihat kondisi pasukannya akhirnya memutuskan agar pasukan Quraisy dan pasukan sekutu membubarkan diri untuk kembali ke tempat mereka masing-masing.
Dalam perang Khandaq, ternyata pasukan muslim yang berada dalam posisi tertekan berhasil memenangi perang. Kemenangan yang diraih umat Islam dalam peperangan ini terjadi sedikit demi sedikit seiring dengan petunjuk Allah yang diberikan kepada Rasulullah Saw. Berkat kefatanahan Rasulullah yang didukung wahyu Allah-lah pasukan muslim dapat menerapkan strategi perang yang sangat tepat walau pun mereka berada dalam kondisi yang sangat sulit. Bahkan disebabkan saking sulitnya keadaan umat Islam pada saat itu, kemenangan menjadi hal yang sangat sulit bahkan mustahil untuk dicapai. Alhasil, ketika ternyata kemudian pasukan muslim keluar sebagai pemenang, maka hal itu menjadi bukti lain yang menunjukkan kepada kita bahwa Muhammad Saw. memang benar-benar seorang utusan Allah Swt.

PERMULAAN RASULULLAH SAW SAKIT
Pada tanggal dua puluh Sembilan shafar 11 H. bertepatan dengan hari senin.Rasulullah SAW menghadiri prosesi jenazah di Baqi’. Sepulang dari Baqi’ dan selagi dalam perjalanan,tiba-tiba beliau merasakn pusing dikepala dan panas ditubuhnya langsung melonjak,hingga orang-orang bisa melihat tanda suhu badan beliau yang panas itu lewat urat-urat nadi dikepala beliau. Beliau sakit selama 13-14 hari dan tetap shalat bersama orang-orang selama 11 hari dari masa sakitnya ini.
Sakit Rasulullah SAW semakin lama semakin bertambah parah.Dan tiba-tiba beliau teringat dengan giliran malam bersama istri-istrinya.Para istri beliau memahami keinginan beliau.Dengan izin dari para istri beliau akhirnya beliau dipindahkan kerumah Aisyah dari rumah maimunah. Sesungguhnya apabila beliau sakit,beliau meniup sendiri dengan Mu’awwidzatain dan mengusapkan dengan tangannya. Dan ketika mengalami sakit kepala yang kemudian disusul kematiannya itu,Aisyahlah yang meniup dengan mua’wwidzatain yang biasa digunakannya lalu Aisyah usap dengan tangan beliau.
Pada hari kamis empat hari sebelum wafat,sakit beliau tidak menyusut. Saat itu dirumah ada beberapa orang,diantara mereka adalah Umar bin Khatab. Pada hari itu beliau menyampaikan tiga wasiat. Pertama: wasiat untuk mengeluarkan orang-orang yahudi dan nasrani serta orang-orang musyrik dari jazirah arab. Kedua: wasiat tentang pengiriman para utusan seperti yang pernah beliau lakukan. Yang ketiga: rawi hadits ini lupa boleh jadi yang ketiga ini adalah wasiat untuk berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, atau perintah untuk melanjutkan pengiriman pasukan usamah atau wasiat untuk memperhatikan masalah shalat dan hamba-hamba sahaya yang dimiliki.
Sekalipun sakit Rassulullah SAW cukup parah,tapi beliau tetap mengimami shalat lima waktu bersama orang-orang  hingga hari itu atau tepatnya hingga hari kamis empat hari sebelum beliau wafat. Pada waktu shalat maghrib hari itu,beliau membaca surat Al-Mursalat.
Pada hari sabtu atau ahad, beliau merasa badannya agak ringan.Maka dengan dipapah dua orang laki-laki beliau keluar rumah untuk mendirikan shalat dhuhur. Sementara pada saat yang sama Abu Bakar sedang mengimami orang-orang. Saat melihat kedatangan beliau.Abu Bakar beranjak untuk mundur ke belakang.Namun beliau memberi isyarat kepada Abu Bakar agar dia tidak usah mundur.Kemudian Rasulullah duduk disamping Abu Bakar untuk shalat.
Sehari sebelum wafat atau pada hari ahad, Nabi SAW memerdekakan para pembantu laki-lakinya,menshadaqahkan tujuh dinar harta beliau yang masih menyisa dan memberikan senjata milik beliau kepada orang-orang muslim. Pada malam sebelumnya Aisyah meminjam lampu dari pembantu perempuannya.Sementara baju besi beliau digadaikan kepada seorang yahudi seharga tiga puluh sha’ gandum.
Anas bin Malik meriwayatkan, bahwa tatkala orang-orang muslim sedang melaksanakan shalat shubuh pada hari senin,sementara Abu Bakar menjadi imam, Rasulullah SAW tidak menampakkan diri kepada mereka. Setelah itu Rasulullah SAW tidak mendapatkan waktu shalat berikutnya.
Waktu dhuha semakin beranjak, beliau memanggil putrinya Fathimah.Lalu beliau membisikkan sesuatu kepadanya hingga menangis.Kemudian beliau mendo’akan fathimah.Setelah itu beliau membisikkan sesuatu kepadanya hingga dia tersenyum.Dikemudian hari kami menanyakan kejadian ini kepada fathimah, lalu fathimah menjawab.”Nabi SAW  membisiki aku bahwa beliau akan meninggal dunia, lalu akupun menangis. Kemudian beliau membisiki aku lagi berisi kabar gembira bahwa akulah anggota keluarga beliau yang pertama kali akan menyusul beliau. Maka akupun tersenyum.”Kemudian beliau memanggil Hasan dan Husain lalu memeluk keduanya dan memberikan nasehat yang baik-baik. Beliau juga memanggil para istri beliau,memberinasehat dan peringatan kepada mereka. Rasa sakit beliau bertambah berat.Ditambah lagi pengaruh racun yang disusupkan daging oleh wanita yahudi yang beliau makan sewaktu di Khaibar. Beliau juga memberikan nasehat kepada orang-orang,”shalat shalat dan budak-budak yang kalian miliki”
DETIK-DETIK PERPISAHAN
Detik-detik terakhirdari hidup beliau.Aisyah menarik tubuh beliau ke pangkuannya. Rasulullah SAW sangat suka siwak sehingga beliau menyuruh Abdurrahman bin Abu Bakar untuk mengambil siwak seusai bersiwak beliau mengangkat tangan atau jari-jari, mengarahkan pandangan kea rah langit-langit rumah dan kedua bibir beliau bergerak-gerak. Aisyah sempat mendengar sabda beliau “bersama orang-orang yang ENGKAU beri nikmat atas mereka dari pada Nabi,shiddiqin,syuhada dan sholihin. Ya Allah ampunilah dosaku dan rahmatillah aku.Pertemukan aku dengan kekasih yang Maha Tinggi ya Allah kekasih yang maha tinggi.”Kalimat yang terakhir ini diulang hingga tiga kali yang disusul dengan tangan beliau yang melemah. Innalillahi wa inna ilaihi rooji’uun. Beliau telah berpulang kepada kekasih yang Maha Tinggi. Hal ini terjadi selagi waktu dhuha sudah terasa panas, pada hari senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal 11 H, dengan usia 63 tahun lebih empat hari
Kabar kesedihan langsung menyebar,seluruh pelosok madina seperti berubah menjadi muram.Beliau dimakamkan pada hari selasa. (rohiqul makhtum terjemah Syaikh shafiyurrahman almubarokfury hal614-622 )
RUMAH TANGGA NABAWY
ISTRI-ISTRI NABI adalah:
1.       Khodijah binti Khuwailid RA. (556-619 M)
Status ketika menikah: Janda karena ditinggal wafat oleh 2 suami terdahulu, yaitu Abi Haleh Al Tamimy dan Oteaq Almakzomy
Periode menikah: Tahun 595M di Mekkah ketika usia Rasulullah SAW 25 tahun dan Khodijah 40 tahun.
Anak: Dari pernikahannya dengan Khodijah, Rasulullah SAW memiliki sejumlah anak laki-laki dan perempuan. Akan tetapi semua anak laki-laki beliau (Al-Qosim dan Abdullah) meninggal. Sedangkan yang anak-anak perempuan beliau adalah: Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum dan Fatimah.
Fakta penting: Khodijah RA adalah orang pertama yang mengakui kerasulan suaminya. Rasulullah SAW tidak menikah dengan wanita lain selama Khodijah masih hidup. Khodijah adalah istri yang paling dicintai Rasulullah SAW.
2.       Saudah binti Zam’a RA. (596 – 674 M)
Status ketika menikah: Janda dari Sakran bin ‘Amr bin Abdi Syams yang turut berhijrah ke Habsyah (Abyssinia, Ethiopia)
Periode menikah: Tahun 631M ketika Saudah berusia 35 tahun.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Tujuan Rasulullah SAW menikahinya adalah untuk menyelamatkannya dari kekafiran akibat menjanda. Keluarga Saudah RA masih kafir dan dipastikan akan mempengaruhi kembali Saudah jika tidak diselamatkan.
3.       Aisyah binti Abu Bakar RA. (614-678 M)
Status ketika menikah: Gadis. Aisyah RA berumur antara 6 hingga 9 tahun ketika Rasulullah menikahinya. Tetapi mereka baru bercampur setelah Aisyah cukup umur.
Periode menikah: bulan Syawal tahun kesebelas dari kenabian, setahun setelah beliau menikahi Saudah atau dua tahun dan lima bulan sebelum Hijrah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Rasulullah SAW tidak pernah menikahi seorang gadis selain Aisyah. Tujuan Rasulullah SAW menikahinya adalah untuk mendekatkan hubungan dengan keluarga Abu Bakar (yang merupakan sahabat utama Rasulullah SAW dan merupakan khalifah pertama setelah Rasulullah SAW meninggal).
4.       Hafsoh binti Umar bin Khatab RA. (607-antara 648 dan 665 M)
Status ketika menikah: Janda dari Khunais bin Hudzaifah yang gugur sebagai syahid dalam Perang Badar.
Periode menikah: tidak lama setelah Perang Badar usai, tahun ke-3 Hijriyah
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Rasulullah SAW menikahinya untuk menghormati ayah Hafsoh, yaitu Umar bin Khatab RA yang kelak menjadi khalifah kedua setelah Rasulullah SAW meninggal.
5.       Zainab binti Khuzaimah RA. (595-626 M)
Status ketika menikah: Janda dari Abdullah bin Jahsi yang gugur sebagai syahid di Perang Uhud.
Periode menikah: tahun ke-4 Hijriyah
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Zainab RA meninggal dunia 2-3 bulan setelah menikah dengan Rasulullah SAW.
6.       Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah RA. (599–683 M)
Status ketika menikah:  Janda dari Abu Salamah dengan meninggalkan 2 anak laki-laki dan 2 anak perempuan.
Periode menikah: bulan Syawal tahun ke-4 Hijriyah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Rasulullah SAW menikahinya dengan tujuan menjaga keluarga dan anak-anak Ummu Salamah.
7.       Zainab binti Jahsyi bin Royab RA. (588/561 – 641 M)
Status ketika menikah: Janda cerai dari Zaid bin Haritsah, anak angkat Rasulullah SAW.
Periode menikah:  bulan Dzulqoidah tahun ke-5 Hijriyah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Zainab adalah putri bibi Rasulullah SAW. Rasulullah SAW menikahinya atas perintah Allah SWT (QS: 33:37)
8.       Juwairiyah binti Al-Harits RA. (605-670 M)
Status ketika menikah: Janda dari Masafeah Ibn Safuan.
Periode menikah: bulan Sya’ban tahun ke-6 Hijriyah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Juwairiyah RA adalah putri dari al-Harits bin Dhirar, pemimpin Bani Mustalik yang pernah berkomplot untuk membunuh Rasulullah SAW, namun berhasil ditaklukan. Juwairiyah kemudian menjadi tawanan perang yang dimiliki oleh Tsabit bin Qais bin Syimas, kemudian ditebus oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW kemudian menikahinya untuk melunakkan hati sukunya kepada Islam.
9.       Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan RA (591-665 M)
Status ketika menikah: Janda dari Ubaidillah bin Jahsy yang hijrah bersamanya ke Habsyah.
Periode menikah: bulan Muharrom tahun ke-7 Hijriyah lewat khitbah melalui raja Najasy.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: suami Ummu Habibah pertama (Ubaidillah) tersebut murtad dan menjadi nasrani dan meninggal di Habsyah. Ummu Habibbah tetap istiqomah terhadap agamanya. Alasan Rasulullah SAW menikahinya adalah untuk menghibur beliau dan memberikan sosok pengganti yang lebih baik baginya. Selain itu sebagai penghargaan kepada mereka yang hijrah ke Habasyah karena mereka sebelumnya telah mengalami siksaan dan tekanan yang berat di Mekkah.
10.   Shofiyyah binti Huyay bin Akhtob RA. (628–672 M)
Status ketika menikah: Janda dari Kinanah, salah seorang tokoh Yahudi yang terbunuh dalam perang Khaibar.
Periode menikah: 628 M, tahun ke-7 Hijriyah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Shafiyah adalah istri Rasulullah SAW yang berlatarbelakang etnis Yahudi. Sukunya diserang karena telah melanggar perjanjian yang sudah mereka sepakati dengan kaum Muslimin. Shafiyyah termasuk salah seorang tawanan saat itu. Nabi berjanji menikahinya jika ia masuk Islam. Maka masuklah ia dalam Islam.
11.   Maimunah binti Al- Harits RA. (602- 681 M)
Status ketika menikah: Janda dari Abd al-Rahman bin Abdil-Uzza.
Periode menikah: Dzulqoidah tahun ke-7 Hijriyah.
Anak: tidak ada.
Fakta penting: Rasulullah SAW menikahinya sebagai penghormatan bagi keluarganya yang telah saling tolong menolong dengannya. Maimunah sendirilah yang datang menemui Rasulullah SAW dan meminta agar menikahinya.
12.   Mariah Al-Qibthiyah RA.
Status ketika menikah: Hamba sahaya Rasulullah SAW sebagai hadiah dari Muqauqis, seorang penguasa Mesir.
Periode menikah: 3 tahun sebelum Rasulullah SAW wafat.
Anak: Ibrahim (meninggal dunia pada usia 18 bulan).
Demikianlah sekilas mengenai istri-istri Rasulullah SAW yang luar biasa.Jelaslah bahwa Rasulullah SAW memiliki alasan yang kuat dalam setiap pernikahannya.Semua dilandasi atas kecintaan pada Allah SWT dan umatnya.Semoga kita semua terbebas dari pikiran-pikiran buruk dan hasutan kaum kafir mengenai beliau.Amin.
                Imam Ibnu Qayyim meriwayatkan bahwa menurut kata Abu Ubaidah, Nabi SAW mempunyai empat orang budak perempuan yang beliau jadikan istri yaitu :
1.       Mariyyah binti Syam’un
Lebih dikenal dengan nama Maryah Al Qibthiyah. Ia adala wanita Qibthi yang dilahirkan didataran tinggi mesir didesa hafan. Ia seorang gadis muda yang cantik, gadis yang periang dan berambut keriting juga berkulit putih. Ia budak perempuan kepunyaan raja Muqauqis ( raja di mesir ). Dari empat budak itu, hanyalah dari Maryah sajalah Nabi memperoleh seorang anak bernama Ibrahim.Ia wafat pada tahun ke 16 H.

2.       Raihanah binti syam’un Al qurazhyah
Ia adalah keturunan bangsa yahudi bani quraidhah.ia seorang perempuan  yang menjadi tawanan perang kaum muslimin. Sebelumnya ia menikah dengan laki-laki dari bani Quraidhah  bernama Alhakam. Seteleh rasul membebaskannya kemudian menikahinya.Ia wafat pada tahun ke 10 H.

3.       Didalam kitab shiratul halabyah diterangkan bahwa budak perempuan no 3 bernama Zulaikha Al Qurazhyah. Seorang budak yang didapat dari tawanan perang.

4.       Seorang budak pemberian dari Zainab binti jahsy.  ( kelengkapan tarikh jilid 4A hal 280 dan silsilah ummahatul mukminin hal 356 dan 384 )
Rasulullah SAW mempunyai tiga anak laki-laki diantaranya: AlQosim yang dilahirkan sebelum kenabian dan meninggal pada usia 2 tahun,Abdullah  dan Ibrahim yang dilahirkan dimadinah pada tahun 8 H dan meninggal pad tahun ke 10.
Sedangkan anak perempuan beliau ada empat diantaranya adalah: Zainab,Fatimah,Quqayyah, dan Ummu Kultsum.( sirah nabawiyah Dr.Muhammad Sa’id Ramadhan al-buthi hal 467)
Dalam mempelajari siroh nabi kita ini selain sudah dibahas tentang ummahatul mukminin perlu juga kita bahas tentang para shohabiyyah lain yang tujuannya tidak lain adalah untuk mdptkan figur wanita muslimah yang sejati yang mana sekarang banyak wanita yang  menjadikan para aktris sebagai figurnya,sehingga bagaimana cara mereka berpakaian,berdandan bahkan semua gaya hidup para artis ditiru padahal begitu jauh dari apa yang diajarkan oleh agama kita.Misal berpakaian yang menyerupai laki laki atau berpakaian tapi hakekatnya telanjang,bahkan tidak menutup aurat,berdandan layaknyaorang jahiliyah dan masih banyak lagi. Mudah-mudahan dengan kita melihat sekilas tentang siroh para shohabiyah ini bisa menyadarkan kita dan bangkit kembali untuk kembali pada jalan ketauhidan ini dan bisa meneladani sifat-sifat mereka. Aamiin.
Para shohabiyah yang akan kita pelajari antara lain;
1.       Halimah As Sa'diyyah
2.       UmmuSulaim
3.       UmmuHaram binti Milhan
4.       UmmuAimanBarkah binti Tsa'labah
5.       Fathimah binti Asad
6.       Asma' binti AbuBakar
7.       Sumayyah binti Khubbath
8.       Ummu 'Ammarah Nusaibah binti Ka'ab
9.       UmmuHisyam binti Haritsah
10.   Kabsyah binti Raff [UmmuSa'ad]
11.   Fathimah binti Rasulullah
Mari kita kupas satu persatu. Bismillah...
1.       Halimah As Sa'diyyah
Beliau adalah ibunda susuan Rosulullah.Beliau dari bani sa'ad.Nama lengkapnya halimah binti AbuDzuaib.Beliau menyayangi rosulullah melebihi anaknya sendiri. Seandainya tidak ada peristiwa yang membuat Halimah khawatir terhadap keselamatan Rosululloh niscaya Halimah akan meminta pada ibunda rosul siti aminah untuk terus menjadi ibu susuannya.Yaitu peristiwa dimana saat masih kecil rosul didatangi 2 orang yang tidak dikenal kemudian mereka membelah dada Nabi Muhammad. Mereka berdua adalah malaikat yang diutus alloh ununtuk membersihkan hati rosulullah.Beliau masuk islamsaat sesudah diutusnya rosulullah.
2.       UmmuSulaim
Beliau adalah ibunda pelayan rosulullah Anas bin Malik. Nama lengkapnya adalah Ummu Sulaim binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub Al Anshariyah. Beliau menjadi salah satu pelopor orang yang masuk islam.
Saat masuk islam beliau ditentang oleh suaminya Malik bahkan suaminya sangat marah yang akhirnya suaminya dibunuh musuhnya saat dijalan. Setelah suaminya meninggal Ummu Sulaim berucapaku tidak akan menyapih Anas sampai dia meninggalkan tetekku, dan aku tidak akan menikah sampai anakku menyuruh untuk itu.
Beliau menjadikan puteranya untuk menjadi pelayan Nabi Muhammad. Dan Anaspun melayani Rosululloh serta mempelajari akhlakdan ilmu dari beliau.
Kemudian Ummu Sulaim menikah lagi dengan Abu Thalhahdengan mahar yang paling mulia dan paling mahal yaitu islam.Yamaharnya adalah Thalhah harus masuk islam dulu.Sungguh bukti keteguhan dien yang sangat kuat. Sikap ini perlu kita teladani dalam keadaan apapun hal yang prinsip apalagi dien tetap harus kita pegang jangan sampai kita menjual agama kita hanya karena harta,dan sebagainya.
Rosululloh sering berkunjungan ke rumah Ummu Sulaim dan mendoakannya juga mendoakan anaknya Anas.
Rumah tangga Ummu Sulaim dan Thalhah adalah contoh rumah tangga yang harmonis dan penuh berkah.
Kecintaan Ummu Sulaim terhadap rosulnya begitu mendarah daging sampai sampai beliau mencari keberkahan dari keringat Rosululloh yang beliau jadikan minyak wangi ununtuknya, menyimpan rambut Rosululloh. Subhanallah bila bukan karena cintanya yang begitu kepada utusan alloh yang mulia ini niscaya Ummu Sulaim tidak akan melakukan hal semacam itu.
Beliau mencontohkan bagaimana sikap kita seharusnya terhadap tamu yaitu memuliakan tamu.
Keteladanan lain yang bisa kita ambil adalah bagaimana sikap beliau saat diuji Allah dengan meninggalnyaanaknya dan cara beliau memberitahukan kabar kematian anaknya kepada suaminya yang baru pulang dari safar, seperti yang dikisahkan oleh Anas bin Malik dalam haditsnya. Dalam hadits tersebut diceritakan bahwa tatkala anaknya meninggal disaat suaminya pergi berperang, Ummu Sulaim berpesan pada saudaranya agar berita kematian anaknya ini jangan diberitahukan kepada Abu Thalhah, agar Ummu Sulaim sendiri yang menyampaikan berita ini pertama kali. Benarlah, saat suaminya datang beliau menjamu dan melayani suaminya hingga suaminya benar-benar merasa puas barulah Ummu Sulaim mengkabarkan kematian anaknya.Seketika itu Abu Thalhah marah kepada Ummu Sulaim dan keesokannya Abu Thalhah menceritakan kejadian ini kepada Rosululloh dan justru Rosululloh memuji sikap Ummu Sulaim bahkan Rosululloh mendoakan keduanya dan mereka akhirnya diberi ganti mempunyai keturunan yang banyak. Ada riwayat yang mengatakan jumlahnya 9 anak dan semua hafidh al qur'an.Subhanallah.
Beliau juga mendapat kabar gembira dari Rosululloh berupa jannah seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh muslim 2457.
3.       UmmuHaram binti Milhan
Nama lengkapnya adalah Ummu haram binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin Najar.Beliau adalah seorang anshor dari Bani Najar, saudara Ummu Sulaim.
Dia adalah bibi dari pelayan Rosululloh Anas bin Malik
Suaminya adalah Amr bin Qois bin Zaid.Anak laki – lakinya adalah Qois bin Amr,mereka berdua ikut menyertai Rosululloh dalam perang uhud dan keduanya syahid dalam perang tersebut.
Kemudian Ummu Haram menikah dengan Ubadah bin Shamit.Dan dengannya mempunyai anak yang bernama Muhammad bin Ubadah bin Shamit.
Ummu Haram adalah wanita yang hafal al qur'an,dan telah meriwayatkan sejumlah hadits dari Rosululloh. Suaminya juga meriwayatkan hadits darinya demikian juga para keponakannya misalnya Anas bin Malik, umair bin Aswad, Atha'bin Yasar. Ya'la bin Syaddad bin Aus juga meriwayatkan hadits darinya.Subhanallah.
Rosululloh begitu memuliakanya,beliau sering berkunjung kerumahnya bahkan sampai tertidur di rumahnya.
Walaupun Ummu Haram adalah seorang wanita tapi beliau bercita – cita ingin mendapatkan kesyahidan di jalan Nya, lalu Rosululloh mengkabarkan kepadanya bahwa dia akan mendapatkan kesyahidan. Seperti yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh al- bukhori [2788,2789], muslim[1912] dan tirmidzi [1645 ], yang isinya bahwa beliau syahid terjatuh dari tungganganya.

4.       UmmuAimanBarkah binti Tsa'labah
Beliau adalah pengasuh dan bekas budaknya Rosululloh. Nama lengkapnya Barakah binti Tsa'labah bin Amr bin Hisn bin Malik bin Salman bin Amr bin Nu'man.
Setelah ibunda Rosululloh meninggal Rosululloh dipelihara oleh kakeknya yang bernama Abdul Muntholib. Dan beliau mempercayakan Ummu Aiman untuk merawat cucunya.Dan Ummu Aiman menjadi pengasuh sebaik- baik pengasuh ununtuk sebaik – baik manusia.
Rosululloh tumbuh dan berkembang dalam asuhan Ummu Aiman sampai beliau dewasa bahkan sampai beliau menikah dengan khodijah.Dan tatkala Rosululloh menikah dengan khodijah, Ummu Aiman dimerdekakan dan kemudian menikah dengan Ubaid bin Harits Al Khazraji yang dengannya mempunyai anak yang bernama Aiman.
Beliau masuk islam ketika Rosululloh telah diangkat utusan-NYA,akan tetapi suaminya Ubaid bin Harits tidak mau masuk islam sehingga mereka bercerai dan kemudian Ummu Aiman menikah lagi dengan Zaid bin Haritsah [awalnya budak khodijah yang dihadiahkan kepada Rosululloh dan Rosululloh memerdekanya. Dan beliau disebut yang tercinta ].Dan dengannya melahirkan anak yang bernama Usamah bin Zaid.
Ummu Aiman menempati kedudukan dan posisi istimewa di hati Rosululloh karena beliau telah merawat Rosululloh dengan penuh kasih sayang dan kelembutanbahkan lebih mengutamakan Rosululloh daripada anak- anaknya sendiri.
Ummu Aiman juga ikut dalam jihad yakni pada perang uhud.Beliau bertugas sebagai tim medisdalam perang khaibar juga.
Kemudian beliau diuji Allah dengan kesyahidan suami tercintanya Zaid bin Haritsah dalam pasukan ekspedisi mu'tah.Yang mana Rosululloh telah menyampaikan berita nasib Zaid, Ja'far bin Abi Thalib'Abdullah bin Rawahah kepada kaum muslimin bahwa mereka akan syahid sebelum berita mereka akan berperang. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh al bukhori [7/585]al-maghazi.Kemudian dalam perang hunain beliau diuji alloh lagi dengan kesyahidan puteranya yang bernama Aiman.Tetapi Ummu Aiman tetap bersabar dalam menghadapi semua ujian itu dan hanya mengharap pahala dari Allah sebagaimana beliau bersabar dan mengharapkan pahala saat suaminya menjadi syahid.
Beliau sangat sedih saat Rosululloh wafat,dan menangis karena wahyu dari langit sudah berhenti.Subhanallah begitu besarnya cintanya padaAlloh dan rosulNYA.

5.       Fathimah binti Asad
Julukannya adalahUmmu Ba'da Ummi Rosululloh yang artinya ibu sesudah ibu kandung Rosululloh saw.Nama lengkapnya adalah Fathimah binti Asad bin Hasyim bin Abdi Manaf.Beliau adalah isteri sekaligus sepupu paman Rosululloh yaitu AbuTholib.
Keutamaan Fathimah binti Asad yang lain adalah ;
·         ibunda dari Ali bin Abi Tholib seorang penunggang kuda terbaik yang pernah ada, pahlawan paling perkasa, singa yang paling kuat, juga sebagai kholifah rosyidah ke empat
·         beliau juga ibunda dari Ja'far bin Abi Tholib sang pahlawan yang menggapai kesyahidan yang nabi melihatnya terbang dengan dua sayapnya menuju jannah bersama para malaikat. Sahabat yang syahid dalam ekspedisi mu'tah yang djuluki 'burung'
·         keutamaan lain adalah beliau juga menjadi mertua Fathimah Az- Zahra binti Rosululloh
·         beliau juga sebagai nenek dari dua pemuda penghuni jannah yakni hasan dan husain.
Fathimah binti Asad merawat nabi dengan penuh kasih sayang, kelembutan dan mendahulukan Rosululloh daripada anak-anaknya apalagi begitu besarnya keberkahan yang dirasakan keluarga Abu Tholib ini saat memelihara Nabi Muhammad. Semakin besar cintanya kepada Muhammad kecil sampai-sampai waktu makan dan minum Nabi Muhammad diminta duluan baru kemudian anak-anaknya karena jika Rosululloh yang dahulu makan dan minum maka semua keluarga akan merasa kenyang walaupun hanya makan dan minum sedikit. Sungguh keberkahan yang luar biasa.Padahal saat itu keluarga Abu Tholib termasuk keluarga yang miskin dan banyak anak. Lihatlah bagaimana beliau mencintai dan merawat anak yatim yang tidak lain baginda Rosululloh dengan penuh kasih sayang meskipun hidupnya dalam kondisi yang pas- pasan.Itu bukanlah hal yang mudah dan itu adalah keteladanan yang bisa kita ambil dari beliau.
Fathimah termasuk salah seorang wanita pertama yang ikut masuk agama Allah.Adapun suaminya tidak mau masuk dalam agama Alloh dan menyampaikanya dengan lembut tetapi dia juga tidak mencegahnya.Dan semua anak anaknya masuk agama islam.
Saat terjadi pemboikotan kaum quraisy terhadap bani hasyim dan bani mutholib selama 3 tahun.Beliau dan kaumnya begitu sabar menghadapinya sampai sampai hanya makan daun daunan.Begitu besar kesabaran mereka dan kokohnya keyakinan mereka sehingga membuat kaum quraisy berputus asa.Dan akhirnya pemboikotan itu dihentikan dan kaum musliminpun keluar dari lembah pada tahum kesepuluh sesudah diutusnya Rosululloh.Dan pada tahun ini wafatlah isteri beliau tercinta khodijah binti khuwailid,kemudian disusul pamannyaAbu Tholib.Sungguh ujian yang berat ditambah lagi tekanan dari kaum quraisy yang makin ganas dan menyakitkan hingga akhirnya ada perintah ununtuk hijjrahke yastrib.
Fathimah bin Asad wafat dan dimakamkan di madinah an munawarah.Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah fatimah bin asad antara lain;
1.       memelihara anak yatim
Pemeliharaan anak yatim adalah merupakan bentuk jaminan sosial dan begitu banyak mendatangkan manfaat bagi yang memelihara.Seperti dikatakan dalam hadits dari sahlbahwa Rosululloh bersabda, “aku dan orang yang memelihara anak yatim di janah seperti ini.beliau berisyarat dengan kedua jari beliau yaitu jari telunjuk dan jari tengah,kemudian beliau meregangkan antara keduanya”.[shahih bukhori 4998 dan shahih muslim 2983]
2.       Sabar dalam menghadapi musibah
3.       Memberikan contoh menjalin hubungan yang hangat dengan menantu
4.       Komitmen memenuhi janji
6.       Asma' binti AbuBakar
Dia adalah Ummu abdillah, Asma'binti Abu Bakr Abdullah bin Utsman. Julukannya adalah Dzatun Nithaqain (pemilik 2 ikat pinggang).Suaminya adalah Zubair bin Awwan pembela Rosululloh. Anaknya adalah Abdullah bin Zubair seorang ulama,ahli ibadah dan seorang mujahid. Saudaranya adalah 'Aisyah As Shiddiqah, Abdurahman,dan Abdullah.Suami saudaranya adalah baginda rosulullah.Maka cukuplah semua itu menjadi keutamaannya.Dia dilahirkan di Makkah 17 tahun sebelum hijrah.Dia termasuk golongan awal yang masuk islam.
Dia menikah sebelum hijrah dengan Zubairbin Awwam[termasuk 10 orang yang dijamin masuk surga ].Zubair adalah seorang pemuda yang miskin tetapi Asma tidak melihat dari segi statusnya namun beliau lebih mementingkan akhirat dari pada dunia.Begitulah seharusnya sikap yang harus dipraktekkan oleh setiap yang percya dan merindukan perjumpaan dengan Alloh.
Teladan yang bisa diambil dari seorang Asma antara lain sifat malu yang ada padanya, beliau berusaha menjaga rasa malu itu dan menjaga kehormatan dan perasaan suaminya yang mempunyai karakter pencemburu. Seperti yang diceritakan oleh Asma sendiri. yaitu pada saat Asma membawa biji- biji  gandum dikepalanya dan beliau berjumpa dengan rosulullah kemudian Rosululloh menawarkan boncengan padanya , aku malu dan aku sadar bahwa suamiku juga pencemburu, Rosululloh pun tahu bahwa aku malu maka beliaupun menjauh. Kejadian itu aku ceritakan pada suamiku dan suamiku berkata demi alloh engkau memikul biji –biji gandum lebih membuatku cemburu daripada kamu mengendarai unta bersama rosululoh. Begitulah seharusnya muslimah sekarang.
Selain itu  beliau membantu dan melayani kebutuhan suaminya dengan tulus tanpa mengeluh sampai bapaknya Abu bakar mengirimkanya seorang budak ununtuk membantu tugasnya sampai Asma merasa seperti merdeka. Itu mungkin karena kasih sayang orang tua terhadap anaknya.
Beliau dijuluki dengan dzatun nithaqain (wanita yang mempunyai dua ikat pinggang). Asma dijuluki seperti ini karena dia pernah menyobek ikat pinggangnya menjadi dua sebagai pengikat perbekalan Rasulullah dan Abu Bakar disaat hendak berhijrah dari Mekkah ke Madinah. Kemudian Rasulullah bersabda bahwa kelak kelah dijannah Asma akan mendapatkan gantinya berupa ikat pinggang di dalam jannah. Kisah ini disebutkan oleh Imam Bukhari dalam shohihnya.
Kisah Asma tersebut memberi pelajaran kepada kita ununtuk mengorbankan apapun dijalan Allah meskipun itu sesuatu yang sangat kita butuhkan. Hikmah lainnya adalah bahwa Allah akan mengganti pengorbanan kita tersebut dengan yang lebih baik. Bisa jadi didunia, atau bisa jadi diakhirat.
Asma pun ikut berhijrah ke Madinah.Kepergiannya ke Madinah adalah disaat dia sedang hamil tua, yakni ketika mengandung Abdulah Bin Zubair. Sampai akhirnya Asma melahirkan Abdullah bin Zubair di Quba. Abdullah bin Zubair adalah bayi pertama yang lahir pasca hijrahnya kaum muslimin ke kota Madinah.
Asma termasuk shahabiyah yang sangat dermawan.Dia tidak selalu mensedekahkan hartanya meskipun sedikit, tapi dia melakukannya dengan rutin.Dalam hal ini dia pernah berkata, “berinfaklah kalian dan bersedekahlah.Jangan kalian menunggu berlebihnya uang.Jika kalian menunggu kelebihan harta niscaya kalian takkan memiliki kelebihan sedikitpun.Sedangkan jika kalian menyedekahkannya maka kalian takkan merasa kehilangan harta itu”.Bahkan dikisahkan juga bahwa disaat menderita sakit Asma memerdekakan budaknya.
Asma rajin shalat malam. Bahkan dikisahkan dari Zubair bin Awwam suaminya, Asma mengerjakan shalat malam dan terus berdoa serta menangis dari sejak Zubair terbangun tengah malam hingga dia kepasar dan kembali ke rumah.
Beliau tidak hanya rajin menjalin hubungan ibadah kepada Allah saja. Namun disisi lain beliau juga bersemangat menjalin silaturahim meskipun kepada ibunya yang masih kafir. Sehingga turunlah ayat 8 dari surat Mumtahanah.
Asma juga berperan serta dalam dunia keilmuan.Banyak diantara tabiin yang meriwayatkan hadits darinya.Adz Dzahabi sendiri menyebutkan bahwa di termasuk orang yang mampu menakwilkan mimpi. Kemampuan ini didapatkannya dari ayahnya Abu Bakar As Siddiq.
Kesabaran yang sempurna dimiliki oleh Asma binti Abu Bakar. Terbukti ketika dia bersama putranya Abdullah bin Zubair yang berkuasa atas daerah HIjaz, Yaman, Irak dan Khurasan serta Ka’bah. Disaat kekuasaannya mulai berkurang, dan kekalahan diujung mata, Zubair meminta petuah kepada ibunya.Diantara petuahnya adalah bahwa Asma tidak ingin mati, karena ingin melihat antara kesyahidan Zubair dimedan jihad atau kemuliaanya diatas kemenangan.Bahkan disaat hendak berperang Asma menasehati anaknya sehingga dia melepas baju besinya. Dan disaat Zubair takut dicincang oleh Al Hajjaj, Asma’ pun berkata “Sesungguhnya kambing itu ketika sudah disembelih tidak lagi merasakan sakitnya dicincang”.
Beliau meninggal beberapa hari sepeninggal syahidnya Abdullah bin Zubair yang disalib di puncak bukit. Abdullah sendiri menemui kesyahidannya pada tanggal 17 Jumadal Ula 73 Hijriyah.Dan Adz Dzahabi berkata, “dia adalah yang terakhir dari kalangan Muhajirin yang meninggal”.

7.       Sumayyah binti Khubbath
Beliau dikenal dengan awwalusy syuhada’ fii islam, syahidah pertama dalam islam. Nama lengkapnya adalah Sumayyah binti Khubbath. Beliau bekas budak Abu hudzaifah. Dia adalah ibunda ammar bin Yasir.suaminya adalah Yasir sekutu Abu Hudzaifah.Sumayyah melahirkan anak pertamanya kemudian Abu Hudzaifah memerdekakannya. Setelah islam datang Amar masuk islam kemudian mengajak orang tuanya dan keluarga ini akhirnya menjadi pelopor yang masuk islam pada masa awal dakwah. Tetapi dengan keislaman mereka merekapun harus mendapat siksaan yang amat berat dari kaum quraisy.Tetapi sungguh Allah telah meneguhkan hati mereka.Mereka tidak menyerah dan tetap bersabar.Hingga saat Rosululloh melewati rumah keluarga Yasir yang saat itu sedang disiksa. Beliau bersabda, “bersabarlah wahai  keluarga Yasir, sungguh tempat kembali yang dijanjikan Alloh untuk kalian adalah jannah”. Mendengar sabda Rosululloh itu sungguh gembiralah hati keluarga Yasir.Semakin kuatlah keislaman mereka, hingga pada puncaknya Abu Jahl menusukan tombaknya kearah kemaluan Sumayyah hingga menembus duburnya. Ketika itu Sumayyah melafadzkan kalimat kalimat tauhid, matanya bersinar cerah memandang dengan kelembutan dan kasih sayang kelangit, kemudian mengucapkan apa yang telah disabdakan oleh Rosululloh, “sabarlah wahai keluarga Yasir, bersabarlah wahai duhai keluarga Yasir, sungguh tempat kembali kalian adalah jannah”.
Demikinlah seharusnya sikap seorang muslim, bersabar dan mengharapkan pahala dari sisi Alloh, ridho dan mengetahui bahwa dia pasti diuji sepanjang hidupnya. Seperti dalam al qur’an surat al mulk ayat 2 yang artinya , “dialah yang menciptakan kematian dan kehidupan ini untuk menguji kalian, siapa diantara kalian yang lebih bagus amalnya”.
Seorang muslim tidak akan mencapai kebaikan iman sampai dia mampu mengorbankan diri, harta,  umur, kehidupan, nyawa, dan jasadnya dijalan Rabbnya. Bila sudah mencapai kebaikan dan iman maka Alloh akan mengumpulkan kita bersama dengan orang-orang sholeh dijannah. Inilah yang telah dilakukan Sumayyah, ibunda Ammar, beliau adalah wanita yang mati syahid didalam islam

8.       Ummu 'Ammarah Nusaibah binti Ka'ab
Julukannya adalah rafiqatur rosulillah fil jannah, teman Rosululloh di jannah. Nama lengkapnya adalah Nusaibah binti Ka’ab bin Amr bin Auf bin Mabdzul Al Anshariyah al khazrajiyyah. Ummu ‘Ammarah ikut serta dalam malam baiat aqabah, dia juga ikut serta dalam perang uhud, perjanjian hudaibiyyah, perang hunain, dan perang yamamah. Diriwayatkan darinya sejumlah hadits,  dan tangannya putus di medan jihad. Ummu ‘Ammarah menikah dengan Zaid bin ‘Ashim al Mazini An Najjari dan darinya dikaruniai 2 putra yaitu Abdullah dan Habib. Sesudah kematian Zaid  Ummu ‘Ammarah menikah lagi dengan Ghaziyyah bin Amr An Najjari dan melahirkan puteri yang bernama Khaulah.
Ummu ‘Ammarah termasuk wanita yang awal masuk islam. Seperti yang dijelaskan tadi beliau turut terjun langsung dalam medan jihad dan melaksanakan berbagai tugas. Lihatlah saat diperang uhud. Beliau terjun kemedan perang membela Nabi Muhammad saat kaum muslimin terpecah konsentrasinya dikarenakan barisan pemanah tidak taat pada rosul yang mengakibatkan kaum muslim terdesak. Ummu ‘Ammarah langsung mengambil pedang dan perisai lalu berdiri disamping Rosululloh guna melindungi beliau dengan dirinya sendiri. Kemudian dibantu suami, anaknya dan yang lain yang jumlahnya kecil tidak ada 10 orang. Sungguh keberanian yang luar biasa.
Lihatlah bagaimana dia memberi semangat jihad pada puteranya yang dalam perang puteranya terluka lalu Ummu ‘Ammarah membalut luka puteranya kemudian berkata,”bangkitlah anakku, seranglah musuh kembali”.Sampai nabi Muhammad bersabda, “siapa yang mampu melakukan seperti yang apa yang kau lakukan, wahai Ummu ‘Ammarah”.
Kemudian saat musuh yang telah melukai puteraku itu datang padaku, aku menghadangnya dan kutebas betisnya hingga ia tertunduk lunglai. Hingga Rosululloh tersenyum dan tampak gigi gerahamnya.
Ummu ‘Ammarah juga mencontohkan keteladanan yang lain yaitu kesabarannya saat mendengar kesyahidan puteranya Hubaib yang telah syahid, dibunuh oleh Musailamah al Kadzdzab yang mengaku nabi, yang mana beliau diutus baginda rosul untuk memperingatkan Musailamah tetapi malah beliau dibunuh dan tubuhnya dipotong-potong.
Saat mendengar kesyahidan puteranya dia tetap tegar dan bersabar.Beliau bernadzar bahwa dirinya siap mati untuk membunuh Musailamah atau dia terbunuh sebagai syahid.
Lihatlah saat di perang yamamah, Ummu ‘Ammarah juga ikut, walaupun saat itu jasmaninya sudah tua, tubuhnya telah renta, fisiknya tak berdaya tetapi dia tetap ikut jihad ditemani puteranya Abdullah.Abu Bakr yang tahu nadzar Ummu ‘Ammarah tidak bisa menolak Ummu ‘Ammarah untuk ikut jihad.Dalam perang yamamah itulah akhirnya Musailamah terbunuh dan Ummu ‘Ammarah lega dan tenang.Ditambah puteranya ikut andil dalam membunuh Musailamah yang buruk dan busuk tersebut. Kemudian Ummu ‘Ammarah bersyukur kepada Rabbnya karena telah membantunya untuk menunaikan nadzar dan melaksanakan sumpahnya.
Tak lama setelah pulang dari perang yamamah Ummu ‘Ammarah menderita sakit parah akibat luka dipundaknya yang dia derita pada perang uhud.Demamnya makin tinggi yang akhirnya beliau menghadap kepada Rabbnya. Saat sakaratul maut, dia mencium bau jannah yang semerbak wangi dan beliau terngiang-ngiang di telinganya kata- kata Rosululloh yang mendoakanya, “ ya Alloh jadikanlah mereka teman – teman dekatku di jannah”. Subhanallah.

9.       UmmuHisyam binti Haritsah
Beliau adalah muslimah peserta baiat ridwan. Nama lengkapnya adalah Ummu Hisyam binti Haritsah bin Nu’man An Najjariyyah.Dia termasuk orang awal yang masuk islam begitu juga semua anggota keluarganya. Ayahnya adalah seorang sahabat yang terkemuka. Ibnu Sa’ad menceritakan bahwa Ummu Hisyam dan saudara – saudara perempuannya ikut serta membaiat Rosululloh pada baiat ridwan. Ini merupakan keutaman yang tertinggi yang dimiliki Ummu Hisyam atau siapa saja karena Nabi Muhammad telah bersabda tentang  orang – orang yang ikut serta pada baiat ridwan, “tidak akan masuk neraka seorangpun yang dari kalangan mereka yang berbaiat dibawah pohon ini.” [ shahih muslim, dari Ummu Mubasysyir]
Keluarga Haritsah bergembira menjadi tetangga Rosululloh saat Rosululoh tiba di Madinah dan tinggal di rumah Ayyub Al Anshari.Rosululloh adalah sebaik – baik tetangga.Ummu Hisyam adalah wanita yang bersemangat dalam mencari ilmu sehingga dia menjadi hafidzah dan ahli hadits wanita. [muhadditsah]
Semangat inilah yang harus kita teladani.Mencari ilmu, belajar dan belajar. Nabi Muhammad bersabda, “ barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Alloh akan pasti memudahkan untuknya jalan ke jannah, sesungguhnya para malaikat meletakan sayapnya sebagai bentuk keridhoan pada penuntut ilmu. Sesungguhnya orang berilmu itu akan dimohonkan ampunan oleh siapa saja yang ada dilangit dan siapa saja yang ada di bumi, termasuk ikan - ikan yang ada di dalam air. Keutamaan orang yang berilmu dibandingkan orang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan dibandingkan seluruh bintang.Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi dan sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanya mewariskan ilmu.Barangsiapa yang mengambilnya maka dia mengambil bagian yang sempurna. [hadits yang diriwayatkan oleh Abu dawud [3/3641], At Tirmidzi [ 5/2682] dan Ibnu Majah [ 1/223] dari hadits Abu Darda’ dan isnadnya shahih]

10.   Kabsyah binti Raff [UmmuSa'ad]
Nama lengkapnya adalah Kabsyah binti Rafi’ bin Muawiyah bin Ubaid bin Al Abjar Al Anshariyah Al Khidriyah. Suaminya Mu’adz bin Nu’man Al Syahali yang diantara anaknya adalah Sa’ad bin Mu’adz yang ‘Arsy Ar Rahman terguncang karena kematianya. Iya Kabsyah adalah ibunda dari Sa’ad bin Mu’ad Kabsyah merupakan salah seorang  wanita pertama kali yang membaiat Rosululloh.
Kabsyah begitu sabar dan ridho saat mendengar kabar bahwa puteranya Amr bin Mu’adz syahid saat di perang uhud. Ketika sa’ad meninggal karena luka di kedua matanya yang kena panah, Ummu Sa’ad menangis, lalu Rosululloh bersabda,”semua wanita menangis didustakan kecuali Ummu Sa’ad. Kemudian Ummu Sa’ad dihibur Rosululloh dengan berita gembira yaitu dari Jabir bin Abdullah bahwa Rosululloh bersabda, “arsy ar rahman berguncang karena kematian Sa’ad bin Mu’adz. Terhiburlah hati Ummu Sa’ad”.

11.   Fathimah binti Rasulullah
Julukannya adalah Sayyidah Nisau Ahlil Jannah yaitu penghulu sekalian wanita penghuni jannah Dia puteri Rosululloh. Dia dilahirkan 5 tahun sebelum diutusnya Muhammad sebagai rosul. Ibundanya adalah Khadijah binti Khuwailid Ummul mukminin pertama. Fatimah disusui sendiri oleh ibunya, sehingga dia meniru berbagi kemuliaan akhlak dari ibundanya, antara lain: rasa malu, kelemah lembutan, keperwiraan diri, suci, adab dan akhlak yang baik. Beliau putri Rasul yangt paling mirip dengan beliau.Setelah ibundanya wafat, Fatimah menggantikan posisi ibunya.Sehingga sampai dia dikenal dengan sebutan ibu dari ayahnya (Ummu Abiha atau ibu nabi (Ummun Nabi)).
Fathimah sangat mencintai  ayahnya dan gigih membela ayahnya..pernah dalam hadits riwayat muslim disebutkan …..saat Rosululloh sholat kemudian Uqbah bin Abi Mu’ith mengotori punggung Rosululloh, lalu Fatimah datang dan membersihkan punggung ayahnya dan mendoakan buruk terhadap yang melakukan hal tersebut kepada ayahandanya tercinta…
Fathimah menempati kedudukan khusus dihati Rosululloh.dari Miswar bin Makhramah bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Fathimah adalah bagian dari diriku, maka siapa saja yang membuat marah dia berarti di membuatku marah”.[shahih bukhori dan shahih muslim]
Suaminya adalah Ali bin Abi Tholib. Mereka menikah tahun ke 2 hijrah.Semua pekerjaan rumah dkerjakan fathimah sendiri.Misal menggiling gandum sendiri, mencari air dengan ember sendiri, memasak, menyapu dan sebagainya.
Fathimah pernah meminta pembantu pada Rosululloh namun rosul tidak memberikanya.Dalam riwayat Al Bukhori rosululoh bersabda, “maukah kuajarkan kepada kalian berdua sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kalian minta itu. Fathimah dan ali menjawab, “mau”. Dalam  riwayat Bukhori Rosululloh bersabda,”apabila kalian hendak tidur maka ucapkanlah takbir 33 kali, ucapkan tasbih 33 kali, ucapkan tahmid 33 kali”.
Ujian terberat bagi fathimah adalah wafatnya Nabi Muhammad. Rosululloh pernah membisikan sesuatu ketelinga Fathimah yang membuat fathimah menangis yaitu bahwa dialah yang pertama kali dari keluarga rosul yang akan menyusul Rosululloh kemudian beliau membisikan lagi ketelinga fathimah dan fathimahpun tersenyum, yaitu bahwa fathimah akan menjadi pemimpin wanita penghuni jannah atau pemuka wanita mukminin.
Dalam mempelajari siroh nabi kita ini selain sudah dibahas tentang ummahatul mukminin perlu juga kita bahas tentang para shohabiyyah lain yang tujuannya tidak lain adalah untuk mdptkan figur wanita muslimah yang sejati yang mana sekarang banyak wanita yang  menjadikan para aktris sebagai figurnya,sehingga bagaimana cara mereka berpakaian,berdandan bahkan semua gaya hidup para artis ditiru padahal begitu jauh dari apa yang diajarkan oleh agama kita. Misal berpakaian yang menyerupai laki laki atau berpakaian tapi hakekatnya telanjang, bahkan tidak menutup aurat, berdandan layaknya orang jahiliyah dan masih banyak lagi. Mudah-mudahan dengan kita melihat sekilas tentang siroh para shohabiyah ini bisa menyadarkan kita dan bangkit kembali untuk kembali pada jalan ketauhidan ini dan bisa meneladani sifat-sifat mereka. Aamiin.
Para shohabiyah yang akan kita pelajari antara lain;
1.       Halimah As Sa'diyyah
2.       UmmuSulaim
3.       UmmuHaram binti Milhan
4.       UmmuAimanBarkah binti Tsa'labah
5.       Fathimah binti Asad
6.       Asma' binti AbuBakar
7.       Sumayyah binti Khubbath
8.       Ummu 'Ammarah Nusaibah binti Ka'ab
9.       UmmuHisyam binti Haritsah
10.   Kabsyah binti Raff [UmmuSa'ad]
11.   Fathimah binti Rasulullah
Mari kita kupas satu persatu. Bismillah...
1.       Halimah As Sa'diyyah
Beliau adalah ibunda susuan Rosulullah. Beliau dari bani sa'ad. Nama lengkapnya halimah binti AbuDzuaib.Beliau menyayangi rosulullah melebihi anaknya sendiri. Seandainya tidak ada peristiwa yang membuat Halimah khawatir terhadap keselamatan Rosululloh niscaya Halimah akan meminta pada ibunda rosul siti aminah untuk terus menjadi ibu susuannya.Yaitu peristiwa dimana saat masih kecil rosul didatangi 2 orang yang tidak dikenal kemudian mereka membelah dada Nabi Muhammad. Mereka berdua adalah malaikat yang diutus alloh ununtuk membersihkan hati rosulullah.Beliau masuk islam saat sesudah diutusnya rosulullah.
2.       UmmuSulaim
Beliau adalah ibunda pelayan rosulullah Anas bin Malik. Nama lengkapnya adalah Ummu Sulaim binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub Al Anshariyah. Beliau menjadi salah satu pelopor orang yang masuk islam.
Saat masuk islam beliau ditentang oleh suaminya Malik bahkan suaminya sangat marah yang akhirnya suaminya dibunuh musuhnya saat dijalan. Setelah suaminya meninggal Ummu Sulaim berucap aku tidak akan menyapih Anas sampai dia meninggalkan tetekku, dan aku tidak akan menikah sampai anakku menyuruh untuk itu.
Beliau menjadikan puteranya untuk menjadi pelayan Nabi Muhammad. Dan Anas pun melayani Rosululloh serta mempelajari akhlak dan ilmu dari beliau.
Kemudian Ummu Sulaim menikah lagi dengan Abu Thalhah dengan mahar yang paling mulia dan paling mahal yaitu islam. Ya maharnya adalah Thalhah harus masuk islam dulu. Sungguh bukti keteguhan dien yang sangat kuat. Sikap ini perlu kita teladani dalam keadaan apapun hal yang prinsip apalagi dien tetap harus kita pegang jangan sampai kita menjual agama kita hanya karena harta,dan sebagainya.
Rosululloh sering berkunjungan ke rumah Ummu Sulaim dan mendoakannya juga mendoakan anaknya Anas.
Rumah tangga Ummu Sulaim dan Thalhah adalah contoh rumah tangga yang harmonis dan penuh berkah.
Kecintaan Ummu Sulaim terhadap rosulnya begitu mendarah daging sampai sampai beliau mencari keberkahan dari keringat Rosululloh yang beliau jadikan minyak wangi ununtuknya, menyimpan rambut Rosululloh. Subhanallah bila bukan karena cintanya yang begitu kepada utusan alloh yang mulia ini niscaya Ummu Sulaim tidak akan melakukan hal semacam itu.
Beliau mencontohkan bagaimana sikap kita seharusnya terhadap tamu yaitu memuliakan tamu.
Keteladanan lain yang bisa kita ambil adalah bagaimana sikap beliau saat diuji Allah dengan meninggalnyaanaknya dan cara beliau memberitahukan kabar kematian anaknya kepada suaminya yang baru pulang dari safar, seperti yang dikisahkan oleh Anas bin Malik dalam haditsnya. Dalam hadits tersebut diceritakan bahwa tatkala anaknya meninggal disaat suaminya pergi berperang, Ummu Sulaim berpesan pada saudaranya agar berita kematian anaknya ini jangan diberitahukan kepada Abu Thalhah, agar Ummu Sulaim sendiri yang menyampaikan berita ini pertama kali. Benarlah, saat suaminya datang beliau menjamu dan melayani suaminya hingga suaminya benar-benar merasa puas barulah Ummu Sulaim mengkabarkan kematian anaknya. Seketika itu Abu Thalhah marah kepada Ummu Sulaim dan keesokannya Abu Thalhah menceritakan kejadian ini kepada Rosululloh dan justru Rosululloh memuji sikap Ummu Sulaim bahkan Rosululloh mendoakan keduanya dan mereka akhirnya diberi ganti mempunyai keturunan yang banyak. Ada riwayat yang mengatakan jumlahnya 9 anak dan semua hafidh al qur'an.Subhanallah.
Beliau juga mendapat kabar gembira dari Rosululloh berupa jannah seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh muslim 2457.
3.       UmmuHaram binti Milhan
Nama lengkapnya adalah Ummu haram binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin Najar. Beliau adalah seorang anshor dari Bani Najar, saudara Ummu Sulaim.
Dia adalah bibi dari pelayan Rosululloh Anas bin Malik
Suaminya adalah Amr bin Qois bin Zaid. Anak laki – lakinya adalah Qois bin Amr, mereka berdua ikut menyertai Rosululloh dalam perang uhud dan keduanya syahid dalam perang tersebut.
Kemudian Ummu Haram menikah dengan Ubadah bin Shamit. Dan dengannya mempunyai anak yang bernama Muhammad bin Ubadah bin Shamit.
Ummu Haram adalah wanita yang hafal al qur'an, dan telah meriwayatkan sejumlah hadits dari Rosululloh. Suaminya juga meriwayatkan hadits darinya demikian juga para keponakannya misalnya Anas bin Malik, umair bin Aswad, Atha' bin Yasar. Ya'la bin Syaddad bin Aus juga meriwayatkan hadits darinya.Subhanallah.
Rosululloh begitu memuliakanya, beliau sering berkunjung kerumahnya bahkan sampai tertidur di rumahnya.
Walaupun Ummu Haram adalah seorang wanita tapi beliau bercita – cita ingin mendapatkan kesyahidan di jalan Nya, lalu Rosululloh mengkabarkan kepadanya bahwa dia akan mendapatkan kesyahidan. Seperti yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh al- bukhori [2788,2789], muslim[1912] dan tirmidzi [1645 ], yang isinya bahwa beliau syahid terjatuh dari tungganganya.

4.       UmmuAimanBarkah binti Tsa'labah
Beliau adalah pengasuh dan bekas budaknya Rosululloh. Nama lengkapnya Barakah binti Tsa'labah bin Amr bin Hisn bin Malik bin Salman bin Amr bin Nu'man.
Setelah ibunda Rosululloh meninggal Rosululloh dipelihara oleh kakeknya yang bernama Abdul Muntholib. Dan beliau mempercayakan Ummu Aiman untuk merawat cucunya. Dan Ummu Aiman menjadi pengasuh sebaik- baik pengasuh ununtuk sebaik – baik manusia.
Rosululloh tumbuh dan berkembang dalam asuhan Ummu Aiman sampai beliau dewasa bahkan sampai beliau menikah dengan khodijah. Dan tatkala Rosululloh menikah dengan khodijah, Ummu Aiman dimerdekakan dan kemudian menikah dengan Ubaid bin Harits Al Khazraji yang dengannya mempunyai anak yang bernama Aiman.
Beliau masuk islam ketika Rosululloh telah diangkat utusan-NYA,akan tetapi suaminya Ubaid bin Harits tidak mau masuk islam sehingga mereka bercerai dan kemudian Ummu Aiman menikah lagi dengan Zaid bin Haritsah [awalnya budak khodijah yang dihadiahkan kepada Rosululloh dan Rosululloh memerdekanya. Dan beliau disebut yang tercinta ]. Dan dengannya melahirkan anak yang bernama Usamah bin Zaid.
Ummu Aiman menempati kedudukan dan posisi istimewa di hati Rosululloh karena beliau telah merawat Rosululloh dengan penuh kasih sayang dan kelembutan bahkan lebih mengutamakan Rosululloh daripada anak- anaknya sendiri.
Ummu Aiman juga ikut dalam jihad yakni pada perang uhud. Beliau bertugas sebagai tim medis dalam perang khaibar juga.
Kemudian beliau diuji Allah dengan kesyahidan suami tercintanya Zaid bin Haritsah dalam pasukan ekspedisi mu'tah. Yang mana Rosululloh telah menyampaikan berita nasib Zaid, Ja'far bin Abi Thalib 'Abdullah bin Rawahah kepada kaum muslimin bahwa mereka akan syahid sebelum berita mereka akan berperang. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh al bukhori [7/585] al-maghazi. Kemudian dalam perang hunain beliau diuji alloh lagi dengan kesyahidan puteranya yang bernama Aiman.Tetapi Ummu Aiman tetap bersabar dalam menghadapi semua ujian itu dan hanya mengharap pahala dari Allah sebagaimana beliau bersabar dan mengharapkan pahala saat suaminya menjadi syahid.
Beliau sangat sedih saat Rosululloh wafat, dan menangis karena wahyu dari langit sudah berhenti. Subhanallah begitu besarnya cintanya padaAlloh dan rosulNYA.

5.       Fathimah binti Asad
Julukannya adalah Ummu Ba'da Ummi Rosululloh yang artinya ibu sesudah ibu kandung Rosululloh saw. Nama lengkapnya adalah Fathimah binti Asad bin Hasyim bin Abdi Manaf. Beliau adalah isteri sekaligus sepupu paman Rosululloh yaitu AbuTholib.
Keutamaan Fathimah binti Asad yang lain adalah ;
·         ibunda dari Ali bin Abi Tholib seorang penunggang kuda terbaik yang pernah ada, pahlawan paling perkasa, singa yang paling kuat, juga sebagai kholifah rosyidah ke empat
·         beliau juga ibunda dari Ja'far bin Abi Tholib sang pahlawan yang menggapai kesyahidan yang nabi melihatnya terbang dengan dua sayapnya menuju jannah bersama para malaikat. Sahabat yang syahid dalam ekspedisi mu'tah yang djuluki 'burung'
·         keutamaan lain adalah beliau juga menjadi mertua Fathimah Az- Zahra binti Rosululloh
·         beliau juga sebagai nenek dari dua pemuda penghuni jannah yakni hasan dan husain.
Fathimah binti Asad merawat nabi dengan penuh kasih sayang, kelembutan dan mendahulukan Rosululloh daripada anak-anaknya apalagi begitu besarnya keberkahan yang dirasakan keluarga Abu Tholib ini saat memelihara Nabi Muhammad. Semakin besar cintanya kepada Muhammad kecil sampai-sampai waktu makan dan minum Nabi Muhammad diminta duluan baru kemudian anak-anaknya karena jika Rosululloh yang dahulu makan dan minum maka semua keluarga akan merasa kenyang walaupun hanya makan dan minum sedikit. Sungguh keberkahan yang luar biasa. Padahal saat itu keluarga Abu Tholib termasuk keluarga yang miskin dan banyak anak. Lihatlah bagaimana beliau mencintai dan merawat anak yatim yang tidak lain baginda Rosululloh dengan penuh kasih sayang meskipun hidupnya dalam kondisi yang pas- pasan. Itu bukanlah hal yang mudah dan itu adalah keteladanan yang bisa kita ambil dari beliau.
Fathimah termasuk salah seorang wanita pertama yang ikut masuk agama Allah. Adapun suaminya tidak mau masuk dalam agama Alloh dan menyampaikanya dengan lembut tetapi dia juga tidak mencegahnya. Dan semua anak anaknya masuk agama islam.
Saat terjadi pemboikotan kaum quraisy terhadap bani hasyim dan bani mutholib selama 3 tahun. Beliau dan kaumnya begitu sabar menghadapinya sampai sampai hanya makan daun daunan. Begitu besar kesabaran mereka dan kokohnya keyakinan mereka sehingga membuat kaum quraisy berputus asa. Dan akhirnya pemboikotan itu dihentikan dan kaum muslimin pun keluar dari lembah pada tahum kesepuluh sesudah diutusnya Rosululloh. Dan pada tahun ini wafatlah isteri beliau tercinta khodijah binti khuwailid, kemudian disusul pamannya Abu Tholib. Sungguh ujian yang berat ditambah lagi tekanan dari kaum quraisy yang makin ganas dan menyakitkan hingga akhirnya ada perintah ununtuk hijjrah ke yastrib.
Fathimah bin Asad wafat dan dimakamkan di madinah an munawarah. Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah fatimah bin asad antara lain;
1.       memelihara anak yatim
Pemeliharaan anak yatim adalah merupakan bentuk jaminan sosial dan begitu banyak mendatangkan manfaat bagi yang memelihara. Seperti dikatakan dalam hadits dari sahl bahwa Rosululloh bersabda, “aku dan orang yang memelihara anak yatim di janah seperti ini.beliau berisyarat dengan kedua jari beliau yaitu jari telunjuk dan jari tengah,kemudian beliau meregangkan antara keduanya”.[shahih bukhori 4998 dan shahih muslim 2983]
2.       Sabar dalam menghadapi musibah
3.       Memberikan contoh menjalin hubungan yang hangat dengan menantu
4.       Komitmen memenuhi janji

6.       Asma' binti AbuBakar
Dia adalah Ummu abdillah, Asma'binti Abu Bakr Abdullah bin Utsman. Julukannya adalah Dzatun Nithaqain (pemilik 2 ikat pinggang). Suaminya adalah Zubair bin Awwan pembela Rosululloh. Anaknya adalah Abdullah bin Zubair seorang ulama, ahli ibadah dan seorang mujahid. Saudaranya adalah 'Aisyah As Shiddiqah, Abdurahman, dan Abdullah. Suami saudaranya adalah baginda rosulullah.Maka cukuplah semua itu menjadi keutamaannya.Dia dilahirkan di Makkah 17 tahun sebelum hijrah. Dia termasuk golongan awal yang masuk islam.
Dia menikah sebelum hijrah dengan Zubair bin Awwam [termasuk 10 orang yang dijamin masuk surga ]. Zubair adalah seorang pemuda yang miskin tetapi Asma tidak melihat dari segi statusnya namun beliau lebih mementingkan akhirat dari pada dunia. Begitulah seharusnya sikap yang harus dipraktekkan oleh setiap yang percya dan merindukan perjumpaan dengan Alloh.
Teladan yang bisa diambil dari seorang Asma antara lain sifat malu yang ada padanya, beliau berusaha menjaga rasa malu itu dan menjaga kehormatan dan perasaan suaminya yang mempunyai karakter pencemburu. Seperti yang diceritakan oleh Asma sendiri. yaitu pada saat Asma membawa biji- biji  gandum dikepalanya dan beliau berjumpa dengan rosulullah kemudian Rosululloh menawarkan boncengan padanya , aku malu dan aku sadar bahwa suamiku juga pencemburu, Rosululloh pun tahu bahwa aku malu maka beliaupun menjauh. Kejadian itu aku ceritakan pada suamiku dan suamiku berkata demi alloh engkau memikul biji –biji gandum lebih membuatku cemburu daripada kamu mengendarai unta bersama rosululoh. Begitulah seharusnya muslimah sekarang.
Selain itu  beliau membantu dan melayani kebutuhan suaminya dengan tulus tanpa mengeluh sampai bapaknya Abu bakar mengirimkanya seorang budak ununtuk membantu tugasnya sampai Asma merasa seperti merdeka. Itu mungkin karena kasih sayang orang tua terhadap anaknya.
Beliau dijuluki dengan dzatun nithaqain (wanita yang mempunyai dua ikat pinggang). Asma dijuluki seperti ini karena dia pernah menyobek ikat pinggangnya menjadi dua sebagai pengikat perbekalan Rasulullah dan Abu Bakar disaat hendak berhijrah dari Mekkah ke Madinah. Kemudian Rasulullah bersabda bahwa kelak kelah dijannah Asma akan mendapatkan gantinya berupa ikat pinggang di dalam jannah. Kisah ini disebutkan oleh Imam Bukhari dalam shohihnya.
Kisah Asma tersebut memberi pelajaran kepada kita ununtuk mengorbankan apapun dijalan Allah meskipun itu sesuatu yang sangat kita butuhkan. Hikmah lainnya adalah bahwa Allah akan mengganti pengorbanan kita tersebut dengan yang lebih baik. Bisa jadi didunia, atau bisa jadi diakhirat.
Asma pun ikut berhijrah ke Madinah.Kepergiannya ke Madinah adalah disaat dia sedang hamil tua, yakni ketika mengandung Abdulah Bin Zubair. Sampai akhirnya Asma melahirkan Abdullah bin Zubair di Quba. Abdullah bin Zubair adalah bayi pertama yang lahir pasca hijrahnya kaum muslimin ke kota Madinah.
Asma termasuk shahabiyah yang sangat dermawan.Dia tidak selalu mensedekahkan hartanya meskipun sedikit, tapi dia melakukannya dengan rutin.Dalam hal ini dia pernah berkata, “berinfaklah kalian dan bersedekahlah.Jangan kalian menunggu berlebihnya uang.Jika kalian menunggu kelebihan harta niscaya kalian takkan memiliki kelebihan sedikitpun.Sedangkan jika kalian menyedekahkannya maka kalian takkan merasa kehilangan harta itu”.Bahkan dikisahkan juga bahwa disaat menderita sakit Asma memerdekakan budaknya.
Asma rajin shalat malam. Bahkan dikisahkan dari Zubair bin Awwam suaminya, Asma mengerjakan shalat malam dan terus berdoa serta menangis dari sejak Zubair terbangun tengah malam hingga dia kepasar dan kembali ke rumah.
Beliau tidak hanya rajin menjalin hubungan ibadah kepada Allah saja. Namun disisi lain beliau juga bersemangat menjalin silaturahim meskipun kepada ibunya yang masih kafir. Sehingga turunlah ayat 8 dari surat Mumtahanah.
Asma juga berperan serta dalam dunia keilmuan.Banyak diantara tabiin yang meriwayatkan hadits darinya.Adz Dzahabi sendiri menyebutkan bahwa di termasuk orang yang mampu menakwilkan mimpi. Kemampuan ini didapatkannya dari ayahnya Abu Bakar As Siddiq.
Kesabaran yang sempurna dimiliki oleh Asma binti Abu Bakar. Terbukti ketika dia bersama putranya Abdullah bin Zubair yang berkuasa atas daerah HIjaz, Yaman, Irak dan Khurasan serta Ka’bah. Disaat kekuasaannya mulai berkurang, dan kekalahan diujung mata, Zubair meminta petuah kepada ibunya.Diantara petuahnya adalah bahwa Asma tidak ingin mati, karena ingin melihat antara kesyahidan Zubair dimedan jihad atau kemuliaanya diatas kemenangan.Bahkan disaat hendak berperang Asma menasehati anaknya sehingga dia melepas baju besinya. Dan disaat Zubair takut dicincang oleh Al Hajjaj, Asma’ pun berkata “Sesungguhnya kambing itu ketika sudah disembelih tidak lagi merasakan sakitnya dicincang”.
Beliau meninggal beberapa hari sepeninggal syahidnya Abdullah bin Zubair yang disalib di puncak bukit. Abdullah sendiri menemui kesyahidannya pada tanggal 17 Jumadal Ula 73 Hijriyah.Dan Adz Dzahabi berkata, “dia adalah yang terakhir dari kalangan Muhajirin yang meninggal”.

7.       Sumayyah binti Khubbath
Beliau dikenal dengan awwalusy syuhada’ fii islam, syahidah pertama dalam islam. Nama lengkapnya adalah Sumayyah binti Khubbath. Beliau bekas budak Abu hudzaifah. Dia adalah ibunda ammar bin Yasir.suaminya adalah Yasir sekutu Abu Hudzaifah. Sumayyah melahirkan anak pertamanya kemudian Abu Hudzaifah memerdekakannya. Setelah islam datang Amar masuk islam kemudian mengajak orang tuanya dan keluarga ini akhirnya menjadi pelopor yang masuk islam pada masa awal dakwah. Tetapi dengan keislaman mereka merekapun harus mendapat siksaan yang amat berat dari kaum quraisy.Tetapi sungguh Allah telah meneguhkan hati mereka.Mereka tidak menyerah dan tetap bersabar.Hingga saat Rosululloh melewati rumah keluarga Yasir yang saat itu sedang disiksa. Beliau bersabda, “bersabarlah wahai  keluarga Yasir, sungguh tempat kembali yang dijanjikan Alloh untuk kalian adalah jannah”. Mendengar sabda Rosululloh itu sungguh gembiralah hati keluarga Yasir.Semakin kuatlah keislaman mereka, hingga pada puncaknya Abu Jahl menusukan tombaknya kearah kemaluan Sumayyah hingga menembus duburnya. Ketika itu Sumayyah melafadzkan kalimat kalimat tauhid, matanya bersinar cerah memandang dengan kelembutan dan kasih sayang kelangit, kemudian mengucapkan apa yang telah disabdakan oleh Rosululloh, “sabarlah wahai keluarga Yasir, bersabarlah wahai duhai keluarga Yasir, sungguh tempat kembali kalian adalah jannah”.
Demikinlah seharusnya sikap seorang muslim, bersabar dan mengharapkan pahala dari sisi Alloh, ridho dan mengetahui bahwa dia pasti diuji sepanjang hidupnya. Seperti dalam al qur’an surat al mulk ayat 2 yang artinya , “dialah yang menciptakan kematian dan kehidupan ini untuk menguji kalian, siapa diantara kalian yang lebih bagus amalnya”.
Seorang muslim tidak akan mencapai kebaikan iman sampai dia mampu mengorbankan diri, harta,  umur, kehidupan, nyawa, dan jasadnya dijalan Rabbnya. Bila sudah mencapai kebaikan dan iman maka Alloh akan mengumpulkan kita bersama dengan orang-orang sholeh dijannah. Inilah yang telah dilakukan Sumayyah, ibunda Ammar, beliau adalah wanita yang mati syahid didalam islam

8.       Ummu 'Ammarah Nusaibah binti Ka'ab
Julukannya adalah rafiqatur rosulillah fil jannah, teman Rosululloh di jannah. Nama lengkapnya adalah Nusaibah binti Ka’ab bin Amr bin Auf bin Mabdzul Al Anshariyah al khazrajiyyah. Ummu ‘Ammarah ikut serta dalam malam baiat aqabah, dia juga ikut serta dalam perang uhud, perjanjian hudaibiyyah, perang hunain, dan perang yamamah. Diriwayatkan darinya sejumlah hadits,  dan tangannya putus di medan jihad. Ummu ‘Ammarah menikah dengan Zaid bin ‘Ashim al Mazini An Najjari dan darinya dikaruniai 2 putra yaitu Abdullah dan Habib. Sesudah kematian Zaid  Ummu ‘Ammarah menikah lagi dengan Ghaziyyah bin Amr An Najjari dan melahirkan puteri yang bernama Khaulah.
Ummu ‘Ammarah termasuk wanita yang awal masuk islam. Seperti yang dijelaskan tadi beliau turut terjun langsung dalam medan jihad dan melaksanakan berbagai tugas. Lihatlah saat diperang uhud. Beliau terjun kemedan perang membela Nabi Muhammad saat kaum muslimin terpecah konsentrasinya dikarenakan barisan pemanah tidak taat pada rosul yang mengakibatkan kaum muslim terdesak. Ummu ‘Ammarah langsung mengambil pedang dan perisai lalu berdiri disamping Rosululloh guna melindungi beliau dengan dirinya sendiri. Kemudian dibantu suami, anaknya dan yang lain yang jumlahnya kecil tidak ada 10 orang. Sungguh keberanian yang luar biasa.
Lihatlah bagaimana dia memberi semangat jihad pada puteranya yang dalam perang puteranya terluka lalu Ummu ‘Ammarah membalut luka puteranya kemudian berkata,”bangkitlah anakku, seranglah musuh kembali”.Sampai nabi Muhammad bersabda, “siapa yang mampu melakukan seperti yang apa yang kau lakukan, wahai Ummu ‘Ammarah”.
Kemudian saat musuh yang telah melukai puteraku itu datang padaku, aku menghadangnya dan kutebas betisnya hingga ia tertunduk lunglai. Hingga Rosululloh tersenyum dan tampak gigi gerahamnya.
Ummu ‘Ammarah juga mencontohkan keteladanan yang lain yaitu kesabarannya saat mendengar kesyahidan puteranya Hubaib yang telah syahid, dibunuh oleh Musailamah al Kadzdzab yang mengaku nabi, yang mana beliau diutus baginda rosul untuk memperingatkan Musailamah tetapi malah beliau dibunuh dan tubuhnya dipotong-potong.
Saat mendengar kesyahidan puteranya dia tetap tegar dan bersabar.Beliau bernadzar bahwa dirinya siap mati untuk membunuh Musailamah atau dia terbunuh sebagai syahid.
Lihatlah saat di perang yamamah, Ummu ‘Ammarah juga ikut, walaupun saat itu jasmaninya sudah tua, tubuhnya telah renta, fisiknya tak berdaya tetapi dia tetap ikut jihad ditemani puteranya Abdullah.Abu Bakr yang tahu nadzar Ummu ‘Ammarah tidak bisa menolak Ummu ‘Ammarah untuk ikut jihad.Dalam perang yamamah itulah akhirnya Musailamah terbunuh dan Ummu ‘Ammarah lega dan tenang.Ditambah puteranya ikut andil dalam membunuh Musailamah yang buruk dan busuk tersebut. Kemudian Ummu ‘Ammarah bersyukur kepada Rabbnya karena telah membantunya untuk menunaikan nadzar dan melaksanakan sumpahnya.
Tak lama setelah pulang dari perang yamamah Ummu ‘Ammarah menderita sakit parah akibat luka dipundaknya yang dia derita pada perang uhud.Demamnya makin tinggi yang akhirnya beliau menghadap kepada Rabbnya. Saat sakaratul maut, dia mencium bau jannah yang semerbak wangi dan beliau terngiang-ngiang di telinganya kata- kata Rosululloh yang mendoakanya, “ ya Alloh jadikanlah mereka teman – teman dekatku di jannah”. Subhanallah.

9.       UmmuHisyam binti Haritsah
Beliau adalah muslimah peserta baiat ridwan. Nama lengkapnya adalah Ummu Hisyam binti Haritsah bin Nu’man An Najjariyyah. Dia termasuk orang awal yang masuk islam begitu juga semua anggota keluarganya. Ayahnya adalah seorang sahabat yang terkemuka. Ibnu Sa’ad menceritakan bahwa Ummu Hisyam dan saudara – saudara perempuannya ikut serta membaiat Rosululloh pada baiat ridwan. Ini merupakan keutaman yang tertinggi yang dimiliki Ummu Hisyam atau siapa saja karena Nabi Muhammad telah bersabda tentang  orang – orang yang ikut serta pada baiat ridwan, “tidak akan masuk neraka seorangpun yang dari kalangan mereka yang berbaiat dibawah pohon ini.” [ shahih muslim, dari Ummu Mubasysyir]
Keluarga Haritsah bergembira menjadi tetangga Rosululloh saat Rosululoh tiba di Madinah dan tinggal di rumah Ayyub Al Anshari.Rosululloh adalah sebaik – baik tetangga.Ummu Hisyam adalah wanita yang bersemangat dalam mencari ilmu sehingga dia menjadi hafidzah dan ahli hadits wanita. [muhadditsah]
Semangat inilah yang harus kita teladani.Mencari ilmu, belajar dan belajar. Nabi Muhammad bersabda, “ barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Alloh akan pasti memudahkan untuknya jalan ke jannah, sesungguhnya para malaikat meletakan sayapnya sebagai bentuk keridhoan pada penuntut ilmu. Sesungguhnya orang berilmu itu akan dimohonkan ampunan oleh siapa saja yang ada dilangit dan siapa saja yang ada di bumi, termasuk ikan - ikan yang ada di dalam air. Keutamaan orang yang berilmu dibandingkan orang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan dibandingkan seluruh bintang.Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi dan sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanya mewariskan ilmu.Barangsiapa yang mengambilnya maka dia mengambil bagian yang sempurna. [hadits yang diriwayatkan oleh Abu dawud [3/3641], At Tirmidzi [ 5/2682] dan Ibnu Majah [ 1/223] dari hadits Abu Darda’ dan isnadnya shahih]

10.   Kabsyah binti Raff [UmmuSa'ad]
Nama lengkapnya adalah Kabsyah binti Rafi’ bin Muawiyah bin Ubaid bin Al Abjar Al Anshariyah Al Khidriyah. Suaminya Mu’adz bin Nu’man Al Syahali yang diantara anaknya adalah Sa’ad bin Mu’adz yang ‘Arsy Ar Rahman terguncang karena kematianya. Iya Kabsyah adalah ibunda dari Sa’ad bin Mu’ad Kabsyah merupakan salah seorang  wanita pertama kali yang membaiat Rosululloh.
Kabsyah begitu sabar dan ridho saat mendengar kabar bahwa puteranya Amr bin Mu’adz syahid saat di perang uhud. Ketika sa’ad meninggal karena luka di kedua matanya yang kena panah, Ummu Sa’ad menangis, lalu Rosululloh bersabda,”semua wanita menangis didustakan kecuali Ummu Sa’ad. Kemudian Ummu Sa’ad dihibur Rosululloh dengan berita gembira yaitu dari Jabir bin Abdullah bahwa Rosululloh bersabda, “arsy ar rahman berguncang karena kematian Sa’ad bin Mu’adz. Terhiburlah hati Ummu Sa’ad”.

11.   Fathimah binti Rasulullah
Julukannya adalah Sayyidah Nisau Ahlil Jannah yaitu penghulu sekalian wanita penghuni jannah Dia puteri Rosululloh. Dia dilahirkan 5 tahun sebelum diutusnya Muhammad sebagai rosul. Ibundanya adalah Khadijah binti Khuwailid Ummul mukminin pertama. Fatimah disusui sendiri oleh ibunya, sehingga dia meniru berbagi kemuliaan akhlak dari ibundanya, antara lain: rasa malu, kelemah lembutan, keperwiraan diri, suci, adab dan akhlak yang baik. Beliau putri Rasul yangt paling mirip dengan beliau.Setelah ibundanya wafat, Fatimah menggantikan posisi ibunya.Sehingga sampai dia dikenal dengan sebutan ibu dari ayahnya (Ummu Abiha atau ibu nabi (Ummun Nabi)).
Fathimah sangat mencintai  ayahnya dan gigih membela ayahnya..pernah dalam hadits riwayat muslim disebutkan …..saat Rosululloh sholat kemudian Uqbah bin Abi Mu’ith mengotori punggung Rosululloh, lalu Fatimah datang dan membersihkan punggung ayahnya dan mendoakan buruk terhadap yang melakukan hal tersebut kepada ayahandanya tercinta…
Fathimah menempati kedudukan khusus dihati Rosululloh.dari Miswar bin Makhramah bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Fathimah adalah bagian dari diriku, maka siapa saja yang membuat marah dia berarti di membuatku marah”.[shahih bukhori dan shahih muslim]
Suaminya adalah Ali bin Abi Tholib. Mereka menikah tahun ke 2 hijrah.Semua pekerjaan rumah dkerjakan fathimah sendiri.Misal menggiling gandum sendiri, mencari air dengan ember sendiri, memasak, menyapu dan sebagainya.
Fathimah pernah meminta pembantu pada Rosululloh namun rosul tidak memberikanya.Dalam riwayat Al Bukhori rosululoh bersabda, “maukah kuajarkan kepada kalian berdua sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kalian minta itu. Fathimah dan ali menjawab, “mau”. Dalam  riwayat Bukhori Rosululloh bersabda,”apabila kalian hendak tidur maka ucapkanlah takbir 33 kali, ucapkan tasbih 33 kali, ucapkan tahmid 33 kali”.
Ujian terberat bagi fathimah adalah wafatnya Nabi Muhammad. Rosululloh pernah membisikan sesuatu ketelinga Fathimah yang membuat fathimah menangis yaitu bahwa dialah yang pertama kali dari keluarga rosul yang akan menyusul Rosululloh kemudian beliau membisikan lagi ketelinga fathimah dan fathimahpun tersenyum, yaitu bahwa fathimah akan menjadi pemimpin wanita penghuni jannah atau pemuka wanita mukminin.

Kesimpulan:
Jadilah orang yang mencintai Rasulullah SAW selagi kita berada didunia dan mengagungkan Sunnah beliau agar beliau memberikan syafa’at kepada kita diakhirat.Sesungguhnya beliau mempunyai syafa’at yang didahulukan daripada semua nabi.Beliau memohonkan ampunan kepada Allah SWT bagi umatnya yang melakukan dosa besar, lalu Allah pun menyelamatkan mereka.Maka perbanyaklah mencari teman-teman yang shalih karena setiap orang mukmin juga mempunyai syafa’at.
Wallahu A’lam bish showab….
Referensi:
1.       Siroh Nabawiyah Rohiqul makhtum terjemah,Syaikh shafiyurrahman alMubarokfury. Pustaka Alkautsar cetakan ketiga belas januari 2003
2.       Siroh nabawiyah,Dr.Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi’. Robbani press
3.       Sejarah hidup Muhammad, Muhammad Husain Haikal. Cetakan ke-39 Agustus 2010,Litera Antar Nusa, PT Mitra Kerjaya Indonesia.
4.       Silsilah ummahatul mukminin,Sumayyah Abdul Halim,penerbit Irsyad Baitussalam. Cetakan I februari 2007.
5.       Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW jilid 4A, H.Munawwar Chalil. Penerbit N.V Bulan bintang Jakarta. Cetakan ke III 1969.
6.       Minahjul qoshidin Ibnu Qudama. Cetakanke sebelas Mei 2007. Pustaka Alkautsar
7.       Al-Quran Surah 33, ayat 37.
8.       Ismail bin Abu Khalid dari Abu Aufan ra mendengar Rasulullah saw bersabda: “Berbahagialah Khadijah karena ia akan menerima surga dan permata yang indah, tiada pernah terdengar pertengkaran atau kesulitan di sana”. Rasulullah juga pernah menyebutkan bahwa sebaik-baik perempuan adalah Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid. Begitulah sehingga Aisyah ra seringkali cemburu setiap kali Rasulullah saw menyebut-nyebut nama Khadijah.
9.       Pernah suatu kali karena tidak tahan mendengar Rasulullah menyanjung mendiang Khadijah, Aisyah berkata: “Wahai Rasulullah…mengapa engkau selalu mengingat-ingat dia. Bukankah Allah telah menggantikannya dengan yang lebih baik dan lebih muda.” Mendengar demikian, Rasulullah menjawab: “Demi Allah… tidak demikian halnya! Allah tidak pernah memberikan pengganti yang lebih mulia darinya. Dialah yang beriman satu-satunya ketika semua orang mendustakanku. Dia yang menerima, dan membenarkan aku ketika semua orang mendustakanku. Dia pula yang melindungiku dengan hartanya di saat semua orang menyisihkan aku. Dia pulalah yang memberiku beberapa putra, sedang dari yang lain tidak mendapatkannya”. Sejak itu Aisyah ra berjanji untuk tidak lagi menyebut-nyebut Khadijah kecuali dalam kebaikan.