KEPRIBADIAN YANG MATANG
Pada tulisan sebelumya telah di sampaikan makna musslimah ideal dengan beberapa karakter yang harus ada padanya. Satu karakter yang harus dimiliki seorang muslimah ideal adalah mempunyai kepribadian yang matang.
Schever Dan Lamm (1998, ahli sosiologi) mendefinisikan kepribadian sebagai keseluruhan pola sikap, kebutuhan, ciri-ciri khas dan perilaku seseorang. Pola berarti sesuatu yang sudah menjadi stadar atau baku, sehingga kalau dikatakan pola sikap, maka sikap itu sudah baku berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapi situasi yang ia hadapi (putratatiratu.blogspot.com/2008/06/pengertian-kepribadian)
Adapun kepribadian yang matang adalah kemampuan seseorang dalam mengekspresikan emosi dan mengelola hubungan dengan orang lain, sehingga memiliki kemampuan dalam memecahkan berbagai masalah dengan bijaksana. Dan kepribadian itu harus tegak di atas dasar iman yang dibalut dengan ilmu dan keshalihan amal yang berujung pada terbentuknya karakter dan tabiat yang sholihah pula.
Muslimah disebut memiliki kepribadian yang matang apabila memiliki kepribadian robbani artinya segala ucapan, sikap, perilaku, penampilan dan tindakannya selalu terkontrol di bawah bimbingan Allah Rabbul 'Alamin, sehingga ia mampu mengelola diri dalam menjalin hubungan dengan orang lain dan memahami hak dan kewajiban secara seimbang. Hal itu dapat terwujud jika ia memiliki kekuatan di bidang aqidah dan ibadah serta mampu menjaga diri di setiap langkah dan mengatasi persoalan hidup dan memiliki rasa percaya diri. (Ustadzah Siswati, aktivis dakwah muslimah)
Muslimah dikatakan memiliki kepribadian yang matang apabila dia mempunyai kemampuan dalam hal :
- Menjaga keseimbangan dalam memberikan asupan bagi ketiga unsur dalam dirinya, Dalam manhaj Tarbiyah ibnu Qoyyim menuliskan bahwa manusia terdiri dari tiga unsur yaitu ruh, jasad dan akal, maka seorang muslimah yang sadar akan hal ini harus mampu memberikan asupan yang seimbang bagi ketiga unsur tersebut. Unsur ruh harus diberikan asupan dengan menjalankan amalan-amalan yang mendekatkannya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, seperti shalat baik wajib ataupun sunah, shaum, tilawatil qur'an dan sebagainya, disamping itu muslimah harus menjaga diri dari kemaksiatan agar terhindar rasa jauh dari Rabbnya. Unsur akal juga harus dijaga asupannya dengan memabaca atau melihat hal-hal yang bermanfaat bagi akalnya dan menghindari bacaan atau tontonan yang merusak akal. Unsur jasad harus dijaga dengan mengkonsumsi makanan atau minuman yang halal dan thoyyib serta menghindari makanan dan minuman yang haram dan merusak jasad.
- Muslimah harus selalu menjaga hatinya agar selalu dalam kondisi salim. Dalam beberapa buku tazkiyatun nafs akan kita dapatkan bahwa hati merupakan organ yang sangat berpengaruh dalam menentukan sikap dan perilaku seseorang, dan kondisi hati manusia dibagi menjadi tiga, sehat, sakit dan mati.
- Muslimah harus bisa menjaga emosi dan mengendalikan diri. Emosi tidak hanya marah saja, emosi ada yang positip (senang, takjub dll) ada yang negatif (marah, sedih dll). muslimah yang berkepribadian yang matang akan mampu menngendalikan diri ketika marah, sedih, takjub, gembira dll.
- Muslimah dalam bergaul mampu memilih dengan siapa mereka bergaul dan mampu menentukan sikap pada saat dia bergaul dengan siapa, mampu membedakan kondisi dia bergaul. Dimanapun dia berada dalam lingkungan sosial yang berbeda beda dia tetap bisa menyesuaikan diri dan dapat diterima di masyarakat sekitar.
- Muslimah dalam beramal mampu menghadirkan sosok idola, disini muslimah hendaklah mampu mencontoh perilaku Rasulullah (dalam hubungan dengan Allah, keluarga dan masyarakat). Begitu juga mencontoh para shahabiah, sehingga mampu mengambil langkah yang tepat dalam hidup yang kembali kepada generasi awal umat Islam (karena Rasulullah brsabda yang artinya sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian generasi setelahku kemudian setelahku.
Itulah beberapa hal yang harus dimiliki seorang muslimah ketika dia ingin menjadi muslimah ideal. (masing-masing point akan diuraikan lebih lanjut dalam tulisan yang berikutnya insya Allah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar